MTQ Gajahmungkur Diselenggarakan sebagai Pemanasan Menuju MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang

FOLKSTIME.ID – Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Gajahmungkur telah resmi dibuka di halaman Kantor Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, dan telah diikuti ratusan peserta dari berbagai cabang lomba.

Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 Diperkuat dari Tingkat Kecamatan

Pelaksanaan MTQ tersebut telah digelar sebagai bagian dari penguatan pembinaan berjenjang yang diarahkan untuk mendukung kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional 11–20 September 2026. Kegiatan tersebut telah melibatkan unsur pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta masyarakat kecamatan setempat.

Ratusan Peserta Telah Dilibatkan dalam Syiar Al-Qur’an

Sebanyak 246 peserta telah didaftarkan dalam kegiatan tersebut, dengan rincian 126 peserta pada cabang MTQ dan 120 peserta pada lomba rebana. Partisipasi masyarakat tersebut telah dinilai sebagai indikator meningkatnya antusiasme terhadap syiar Al-Qur’an serta penguatan pembinaan generasi Qur’ani di tingkat lokal.

Apresiasi dan Kutipan Resmi Narasumber Disampaikan

Apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ tersebut telah disampaikan oleh Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, yang menegaskan bahwa proses pembinaan berjenjang telah dijalankan secara konsisten di Kecamatan Gajahmungkur.

“MTQ tingkat kecamatan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan berjenjang untuk mencetak qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Semarang, Elly Asmara, yang hadir mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa kesiapan MTQ Nasional XXXI 2026 telah dipersiapkan tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek penguatan nilai keagamaan masyarakat.

“Pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan telah menjadi bagian dari ikhtiar besar Kota Semarang dalam menyambut MTQ Nasional ke-XXXI,” ungkapnya.

“Persiapan sebagai tuan rumah tidak hanya menyangkut sarana dan prasarana, tetapi juga penguatan sumber daya manusia serta syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tambahnya.

“MTQ Nasional 2026 diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberi dampak pada penguatan budaya Qur’ani dan kualitas generasi muda,” lanjutnya.

“Pemerintah Kota Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan MTQ Nasional XXXI sebagai kebanggaan bersama,” tegasnya.

Penguatan Syiar dan Pembinaan Generasi Qur’ani Ditingkatkan

Pembinaan peserta MTQ telah dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan di tingkat kelurahan hingga kecamatan, yang diarahkan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan nilai-nilai Al-Qur’an serta peningkatan kualitas peserta lomba.

Pembukaan Ditandai Simbolisasi Resmi

Pembukaan kegiatan MTQ Tingkat Kecamatan Gajahmungkur telah ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kabag Kesra Setda Kota Semarang sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Momentum tersebut diharapkan menjadi penguat kesiapan Kota Semarang dalam menyongsong MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 serta memperkuat citra religius, inklusif, dan toleran di tengah masyarakat. (tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Pabrik baru kendaraan listrik milik perusahaan Ofero resmi dioperasikan di Kota Semarang pada Selasa (26/5/2026) untuk memperkuat produksi kendaraan listrik nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar Asia Tenggara. Fasilitas produksi tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi kendaraan listrik ke berbagai wilayah Indonesia hingga negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Thailand. Pabrik yang mulai beroperasi sejak awal Januari 2026 itu dipindahkan dari kawasan Tangerang dan kini berdiri secara independen di Semarang. Lokasi di ibu kota Jawa Tengah dipilih karena dinilai strategis sebagai jalur distribusi kendaraan listrik nasional, terutama melalui akses logistik Pelabuhan Tanjung Emas. Kapasitas produksi kendaraan listrik Ofero juga disebut terus meningkat seiring tingginya permintaan pasar. Penjualan seluruh unit kendaraan listrik perusahaan tersebut diklaim telah menembus lebih dari 20 ribu unit setiap bulan. “Pabrik Semarang ini kita baru berdiri sekitar awal Januari 2026. Sebelumnya pabrik kita ada di Tangerang, tapi sekarang sudah pindah ke sini dan independen hanya Ofero saja,” kata Training Manager Ofero, Deby Setiabudi. Semarang Dipilih Jadi Pusat Distribusi Kendaraan Listrik Keberadaan pabrik kendaraan listrik di Semarang disebut menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperluas jaringan distribusi nasional. Posisi geografis Semarang yang berada di tengah Pulau Jawa dianggap mempermudah pengiriman kendaraan listrik ke wilayah Sumatera maupun Indonesia Timur. “Semarang ini potensinya besar karena kawasan industrinya berkembang dan posisinya ada di tengah Indonesia. Jadi lebih mudah untuk distribusi ke Sumatera maupun Indonesia Timur melalui Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Deby. Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, produksi kendaraan listrik dari pabrik Semarang juga diarahkan untuk pasar regional Asia Tenggara. Negara tujuan distribusi di antaranya Filipina dan Thailand. “Selain di Indonesia, kita juga melayani pasar Southeast Asia seperti Filipina dan Thailand,” katanya. @oferoindonesia #semarang #indonesia #oferoindonesia #motorlistrik #sepedalistrik

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya