FOLKSTIME.ID – Upaya memperkuat regenerasi kepemimpinan terus dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor melalui pelaksanaan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mencetak kader-kader Banser yang dinilai siap menghadapi tantangan organisasi dan perubahan zaman.
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharuddin, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan organisasi. Menurutnya, organisasi yang ingin terus berkembang harus serius membangun kualitas sumber daya manusia.
“Tidak ada peradaban yang maju, tidak ada organisasi yang maju tanpa membangun sumber daya manusia (SDM). Itu kata kunci,” ujar Addin saat membuka kegiatan tersebut.
Ia menilai, tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks sehingga kader Ansor dan Banser tidak cukup hanya memiliki loyalitas organisasi, tetapi juga harus dibekali kemampuan, kompetensi, dan daya adaptasi yang kuat.
Karena itu, GP Ansor terus mendorong penguatan kaderisasi formal melalui berbagai jenjang pendidikan organisasi, termasuk Susbanpim yang menjadi salah satu tingkat kaderisasi tertinggi di lingkungan Ansor-Banser.
Addin menjelaskan, penguatan SDM dimulai dari peningkatan kualitas materi dan narasumber, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan kompetensi kader agar mampu berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang mampu membaca perubahan di daerah masing-masing. Menurutnya, pemimpin organisasi ke depan harus mampu bergerak cepat, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan Ansor.
Dalam arahannya, Addin juga mengingatkan para kader agar tidak hanya fokus pada kepentingan jangka pendek organisasi. Ia meminta seluruh kader meninggalkan sistem, budaya, dan warisan yang baik untuk generasi penerus.
“Kader harus memberi legacy yang baik bagi organisasi dan generasi berikutnya,” katanya.
Saat ini, Susbanpim bersama Pelatihan Kader Nasional (PKN) masih menjadi jenjang kaderisasi tertinggi di tubuh GP Ansor. Melalui forum tersebut, organisasi berharap lahir kader penggerak yang mampu memperkuat peran Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia.







