FOLKSTIME.ID – Suasana berbeda tampak di SDN 1 Rowosari, Jumat (17/4/2026). Bukan sekadar belajar di dalam kelas, ratusan siswa justru diajak terlibat langsung dalam simulasi menghadapi bencana banjir, sebuah pengalaman yang memberi bekal nyata untuk keselamatan mereka.
Sebanyak 100 siswa bersama guru pendamping mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi siaga banjir yang digelar oleh PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang. Kegiatan ini menempatkan siswa sebagai subjek utama, yang tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.
Dengan pendekatan interaktif, para siswa diajak memahami langkah-langkah penting saat banjir terjadi. Mulai dari cara evakuasi mandiri hingga mengenali rambu-rambu keselamatan, semua diperagakan secara langsung oleh tim BPBD. Hal ini membuat siswa lebih siap dan tidak mudah panik saat menghadapi situasi darurat.
Yang menarik, edukasi juga menyoroti bahaya yang kerap luput dari perhatian, yakni risiko kelistrikan saat banjir. Tim PLN memberikan pemahaman sederhana namun krusial, seperti pentingnya mematikan aliran listrik melalui MCB, mencabut perangkat elektronik, hingga menjauhi instalasi listrik saat air mulai menggenang.
General Manager PLN PUSMANPRO, Aan Ridhoana Fitriaji, menilai pendekatan edukasi langsung seperti ini efektif dalam membentuk kesadaran sejak dini.
“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan praktis, bukan hanya teori. Dengan simulasi seperti ini, mereka akan lebih siap dan bisa menjadi agen keselamatan di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Pengalaman ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi pihak sekolah. Kepala SDN 1 Rowosari, Anik Fatayatun, menyebut kegiatan tersebut sebagai pembelajaran berharga yang sulit didapatkan dalam metode konvensional.
“Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga melakukan. Ini yang membuat mereka lebih paham dan siap menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan tidak harus menakutkan, tetapi bisa dikemas menarik dan membangun keberanian. Dari halaman sekolah sederhana, lahir harapan akan generasi yang lebih tangguh, sigap, dan peduli terhadap keselamatan diri serta lingkungannya.







