FOLKSTIME.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mulai membidik kebutuhan pelaku usaha akan distribusi barang yang cepat dan efisien melalui pengoperasian KA Brumbung Cargo. Kereta api barang peti kemas ini resmi beroperasi perdana pada Rabu (16/4) dengan rute Stasiun Pasoso, Tanjung Priok, Jakarta menuju Stasiun Brumbung, Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa KAI semakin serius menggarap sektor logistik nasional, khususnya dalam menyediakan alternatif distribusi bagi industri yang membutuhkan kepastian waktu dan kapasitas besar.
Peresmian dilakukan di Stasiun Brumbung oleh Executive Vice President of Sales KAI, Ririn Widi Astutik, bersama Kepala Daerah Operasi 4 Semarang, Mohamad Arie Fathurrochman.
Ririn menyampaikan, layanan KA Brumbung Cargo dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang, terutama dalam menghadapi tantangan distribusi yang semakin kompleks.
“Pelaku usaha membutuhkan moda transportasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga stabil dan efisien. KA Brumbung Cargo hadir sebagai solusi untuk ذلك,” ujarnya.
Dengan stamformasi 20 gerbong datar atau setara 40 TEUs, kereta ini mampu mengangkut hingga sekitar 800 ton dalam satu perjalanan. Kapasitas tersebut membuka peluang besar bagi pengiriman multikomoditas dalam jumlah besar secara lebih terjadwal, dengan frekuensi satu kali perjalanan setiap dua hari.
Kepala Daop 4 Semarang, Mohamad Arie Fathurrochman, menilai kehadiran layanan ini akan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang antara Jakarta dan Jawa Tengah, dua wilayah dengan aktivitas industri yang tinggi.
“Ini bukan sekadar layanan baru, tapi bagian dari upaya membangun sistem logistik yang lebih terintegrasi dan mampu mendukung pertumbuhan industri,” katanya.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menambahkan bahwa KA Brumbung Cargo juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi biaya logistik serta mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan.
Dengan hadirnya layanan ini, KAI berharap semakin banyak pelaku usaha beralih ke moda transportasi kereta api untuk distribusi barang, sehingga tercipta sistem logistik yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan di masa depan.







