Dua Bulan Berjalan, SDGS Semarang Terus Disempurnakan untuk Satukan Layanan Publik Digital

FOLKSTIME.ID – Program Semarang Dalam Genggaman Saya (SDGS) yang dikembangkan Pemerintah Kota Semarang terus disempurnakan setelah dua bulan sejak resmi diluncurkan pada 2 Mei 2026. Penguatan fitur dan perluasan integrasi layanan publik masih dilakukan agar platform tersebut dapat difungsikan sebagai pusat layanan digital terintegrasi bagi masyarakat Kota Semarang.

Pengembangan SDGS masih difokuskan pada proses sosialisasi kepada masyarakat sekaligus penyatuan berbagai layanan pemerintah yang selama ini tersebar dalam sejumlah aplikasi berbeda. Melalui platform tersebut, akses terhadap informasi dan pelayanan publik diharapkan dapat dilakukan melalui satu pintu layanan digital.

Sejumlah kegiatan sosialisasi disebut telah digencarkan hingga tingkat kelurahan, kecamatan, maupun organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkenalkan manfaat SDGS kepada masyarakat. Program transformasi digital Kota Semarang itu juga mulai mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Didik Dwi Hartanto, mengatakan bahwa tahapan yang saat ini dijalankan masih berfokus pada pengenalan SDGS kepada masyarakat secara luas.

“Launching-nya pada 2 Mei 2026. Sampai sekarang sudah berjalan sekitar dua bulan. Tahap saat ini masih sosialisasi kepada masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan setiap pertemuan OPD juga terus kami sosialisasikan,” ujar Didik, Rabu (10/6/2026).

Sosialisasi SDGS Terus Diperluas

Menurut Didik, penerimaan masyarakat terhadap kehadiran SDGS dinilai cukup positif. Ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh mengenai platform layanan digital tersebut mulai ditunjukkan oleh berbagai elemen masyarakat.

“Sambutan masyarakat baik. Saat talkshow bersama DPRD kemarin juga ada berbagai pihak yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai SDGS,” katanya.

Antusiasme tersebut dinilai menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap layanan pemerintahan yang lebih praktis dan terintegrasi semakin meningkat di tengah perkembangan teknologi digital.

Berbagai masukan dari masyarakat juga disebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk pengembangan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga Kota Semarang.

Integrasi Seluruh Layanan dalam Satu Platform

Sebagai bagian dari program smart city, SDGS dirancang untuk menjadi gerbang utama layanan digital yang dapat menghubungkan berbagai aplikasi milik Pemerintah Kota Semarang.

Menurut Didik, integrasi dilakukan agar masyarakat tidak lagi harus mengakses banyak aplikasi berbeda saat membutuhkan layanan pemerintah maupun informasi publik.

“Tujuan SDGS adalah agar masyarakat Semarang lebih mudah memperoleh informasi tentang Kota Semarang dan berbagai layanan pemerintah. Semua aplikasi yang ada di Kota Semarang akan kami integrasikan di sana,” jelasnya.

Melalui platform tersebut, berbagai layanan dapat diakses dalam satu sistem, mulai dari administrasi kependudukan, layanan informasi kota, pemantauan lalu lintas, hingga informasi kebencanaan.

“Kalau sebelumnya masyarakat harus membuka aplikasi yang berbeda-beda untuk mengakses layanan tertentu, sekarang cukup melalui SDGS. Di sana ada layanan kependudukan, informasi kota, CCTV masyarakat, CCTV lalu lintas, pantauan banjir, dan lainnya,” ungkap Didik.

Keberadaan layanan yang terpusat dalam satu platform dinilai dapat memangkas waktu pencarian informasi sekaligus meningkatkan kemudahan akses pelayanan publik.

Fitur Baru Masih Akan Ditambahkan

Meski telah diluncurkan, pengembangan SDGS disebut belum berhenti. Berbagai layanan strategis lainnya masih dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam platform tersebut.

Informasi terkait keuangan daerah, perpajakan, serta sejumlah data publik lainnya direncanakan akan diintegrasikan pada tahap pengembangan berikutnya.

“Ini masih dalam proses karena SDGS akan terus berkembang. Nanti data-data keuangan, pajak daerah, dan informasi lainnya juga akan masuk ke dalam platform ini. Jadi tidak berhenti sampai di sini saja,” kata Didik.

Dengan bertambahnya layanan yang tersedia, fungsi SDGS diharapkan dapat berkembang menjadi pusat informasi digital yang lebih lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Dukung Transformasi Digital Kota Semarang

Transformasi digital yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Semarang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Melalui SDGS, pelayanan pemerintahan diharapkan dapat diakses secara lebih cepat, mudah, dan efisien oleh masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

“Harapannya SDGS bisa membantu masyarakat memperoleh pelayanan pemerintahan Kota Semarang. Semarang adalah smart city, sehingga sebisa mungkin seluruh layanan dapat terdigitalisasi dan diakses masyarakat dengan mudah,” tandas Didik.

Dengan proses integrasi yang terus dilakukan serta penambahan berbagai fitur baru, SDGS diproyeksikan menjadi pusat layanan digital terpadu yang mendukung percepatan transformasi digital sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Kota Semarang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID — Gala premiere film “Jangan Buang Ibu” menjadi ruang pertemuan antara seni, kemanusiaan, dan harapan besar tentang masa depan industri kreatif Kota Semarang. Di balik gemerlap layar lebar dan antusiasme penonton yang memenuhi bioskop XXI Paragon Semarang, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah karya film. Malam itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng hadir bersama jajaran Forkopimda, pelaku usaha, komunitas sosial, dan insan perfilman. Namun, kehadirannya bukan hanya untuk menyaksikan sebuah film. Di hadapan para tamu undangan, Agustina menegaskan visi besar bahwa Semarang siap menjadi rumah bagi tumbuhnya industri kreatif dan perfilman nasional. Film “Jangan Buang Ibu” garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu mengangkat kisah perjuangan seorang ibu tunggal yang mengorbankan banyak hal demi membesarkan anak-anaknya. Cerita yang sarat nilai kasih sayang dan pengorbanan tersebut berhasil menyentuh emosi penonton sekaligus mengingatkan bahwa kekuatan terbesar dalam kehidupan sering kali lahir dari ketulusan dan pengabdian. Bagi Agustina, pesan yang dibawa film tersebut memiliki relevansi dengan semangat pembangunan Kota Semarang. Menurutnya, sebuah kota tidak hanya dibangun melalui beton, jalan raya, dan gedung-gedung tinggi, tetapi juga melalui karya, gagasan, serta kreativitas yang mampu menginspirasi masyarakat. “Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi. Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk berkarya dan berkolaborasi,” ujarnya. Selengkapnya… https://folkstime.id/agustina-semarang-rumah-industri-kreatif-dan-perfilman/ #agustina #semarang #jateng #sineas #film

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya