Groundbreaking Hotel Hyatt Place Semarang Dilakukan, Perkuat Ekosistem Pendidikan dan Bisnis BINA NUSANTARA

FOLKSTIME.ID – Groundbreaking Hotel Hyatt Place Semarang resmi dilakukan di kawasan Pearl of Java, Semarang, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem terintegrasi yang sedang dibangun BINA NUSANTARA untuk mendukung sektor pendidikan, bisnis, hospitality, dan pengembangan komunitas di Kota Semarang.

Pembangunan Hotel Hyatt Place Semarang tersebut diposisikan sebagai salah satu proyek strategis yang melengkapi keberadaan BINUS SCHOOL Semarang, BINUS University @Semarang, 23 Semarang Shopping Center, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Melalui pengembangan kawasan terintegrasi tersebut, ruang kolaborasi baru diharapkan dapat diciptakan bagi masyarakat, pelajar, profesional, komunitas, maupun pelaku usaha sehingga pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial dapat didorong secara berkelanjutan di Kota Semarang.

Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri (PAM), Lawrence Wibisono, menyatakan pembangunan Hotel Hyatt Place Semarang merupakan bagian dari langkah BINA NUSANTARA dalam memperluas kontribusinya bagi masyarakat.

“BINA NUSANTARA terus memperluas kontribusinya dengan menghadirkan inisiatif yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mendukung pertumbuhan masyarakat dan kawasan. Groundbreaking Hotel Hyatt Place Semarang menjadi salah satu langkah kami dalam memperkuat kehadiran BINA NUSANTARA di Semarang, sekaligus membuka ruang kolaborasi dan peluang baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Lawrence, Sabtu (14/6/2026).

Ekosistem Terintegrasi di Semarang

Kehadiran Hotel Hyatt Place Semarang dirancang untuk menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan pendidikan, bisnis, lifestyle, komunitas, dan sektor hospitality dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Konsep tersebut dikembangkan untuk menghadirkan lingkungan yang memungkinkan berbagai aktivitas dapat berlangsung secara berdampingan dan saling mendukung, sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai kota yang terus berkembang di berbagai sektor.

Dalam pengembangannya, hotel tersebut direncanakan berdiri setinggi tujuh lantai dengan total 154 kamar yang akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang.

Fasilitas yang akan dihadirkan meliputi lobby, all-day dining, ballroom, meeting room, restoran, pusat kebugaran, kolam renang, hingga rooftop bar yang menawarkan pemandangan langsung ke arah Laut Jawa.

Hyatt Optimistis terhadap Pertumbuhan Semarang

Rencana kehadiran Hotel Hyatt Place Semarang juga disambut positif oleh Hyatt yang melihat pertumbuhan sektor bisnis, pendidikan, dan pariwisata di Kota Semarang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Head of Growth & Owner Relations, North East Asia & South East Asia, Hyatt, Sarah Leow, mengatakan pihaknya optimistis hotel tersebut dapat memenuhi kebutuhan wisatawan maupun pelaku bisnis yang datang ke Semarang.

“Kami antusias merayakan groundbreaking Hotel Hyatt Place Semarang dan bekerja bersama PT PAM serta BINA NUSANTARA untuk menghadirkan brand Hyatt Place ke kota ini,” kata Sarah.

Menurutnya, perkembangan Semarang sebagai destinasi bisnis, pendidikan, dan pariwisata menjadi faktor penting yang mendorong ekspansi jaringan Hyatt Place di kota tersebut.

“Seiring dengan pertumbuhan Semarang sebagai destinasi bisnis, pendidikan, dan pariwisata, kami percaya Hyatt Place Semarang akan menghadirkan pengalaman menginap yang seamless dan sesuai dengan kebutuhan tamu modern yang berkunjung ke kota ini, baik untuk perjalanan bisnis maupun leisure,” ujarnya.

Usung Konsep Pesisir Modern

Dari sisi arsitektur, desain Hotel Hyatt Place Semarang disusun dengan mengadopsi karakter kawasan pesisir yang menjadi identitas Kota Semarang.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui bentuk bangunan yang dinamis, kehadiran ruang terbuka hijau, serta area innercourt yang memungkinkan pencahayaan alami masuk ke dalam bangunan sepanjang hari.

Pendekatan desain itu diharapkan dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota pesisir modern yang terbuka terhadap perkembangan.

Komisaris PT Prakasita Agung Mandiri (PAM), Francis Budiraharja Santoso, menegaskan pembangunan Hotel Hyatt Place Semarang merupakan bagian dari visi jangka panjang BINA NUSANTARA dalam membangun kawasan yang saling terkoneksi.

“Di Semarang, kami melihat potensi besar untuk membangun kawasan yang terintegrasi dan saling mendukung. Kehadiran BINUS SCHOOL Semarang, BINUS University @Semarang, 23 Semarang Shopping Center, dan kini Hotel Hyatt Place Semarang merupakan bagian dari langkah kami untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung pendidikan, pengembangan talenta, aktivitas komunitas, hingga pengalaman lifestyle dan hospitality,” ungkap Francis.

Ia menambahkan, pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan Kota Semarang sebagai pusat pendidikan, bisnis, dan destinasi hospitality yang semakin kompetitif.

“Kami berharap pengembangan ini dapat menjadi salah satu kontribusi BINA NUSANTARA dalam mendorong pertumbuhan Kota Semarang sebagai kota pendidikan, bisnis, dan destinasi hospitality yang semakin berkembang,” katanya.

Melalui pembangunan Hotel Hyatt Place Semarang, komitmen BINA NUSANTARA untuk membangun ekosistem yang menghadirkan koneksi, kolaborasi, dan nilai tambah bagi masyarakat kembali ditegaskan. Kehadiran hotel tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang baru pada sektor hospitality, ekonomi kreatif, pengembangan kawasan, serta aktivitas komunitas di Kota Semarang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk Rukun Tetangga (RT) sebesar Rp25 juta per tahun 2026 akan segera cair. Agustina menjanjikan dana BOP akan mulai dicairkan pada akhir Juni 2026. Nantinya pencairan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengajuan yang dilakukan masing-masing RT. “Sebentar lagi ini proses pencairan. Harusnya akhir Juni bisa selesai. Karena pencairan tidak bisa bareng, karena setelah pengajuan akan langsung cair tapi harus mengajukan di bulan ini,” jelas Agustina, Selasa (9/6). Ia mengatakan bahwa Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait BOP sudah lama selesai dan saat ini memang sedang dikonsultasikan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar dalam pelaporan pertanggungjawaban tidak ada kesalahan. “Perwal sudah turun, dan hanya tata cara yang diubah untuk proses pengajuan dan laporan pertanggungjawaban,” tuturnya. Agustina menjelaskan untuk pencairan dana BOP tahun ini dinilai lebih fleksibel dan berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, memang dalam penggunaan dana BOP harus sesuai dengan tema tahunan, dan untuk tahun ini adalah tentang ketahanan pangan dan lingkungan hidup. “Jadi lebih luas, bisa untuk kegiatan di lingkungan RT seperti kegiatan sosial budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. Pengadaan juga boleh, dan tahun ini tema nya ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Misalnya, nanti 17-an ada lomba memilah sampah organik jadi kan sesuai tema. Yang terpenting semua dilakukan melalui rembug warga,” lanjut Agustina. Dirinya menekankan kepada masyarakat penerima BOP, bahwa anggaran yang digunakan untuk kegiatan di tingkat RT harus sesuai dengan ketentuan dari pemerintah. Ia mengatakan pada dana BOP tahun ini, sistem pelaporan yang sempat menjadi kendala di tahun 2025 telah disederhanakan. Harapannya masyarakat bisa menjalankan pelaporan pertanggungjawaban tersebut dengan baik dan mudah. “Kendala di masyarakat memang pelaporan pertanggungjawaban dan tahun ini sudah kita sederhanakan dan yang paling penting harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. #agustina #semarang #jateng #semaranghits

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya