23 Semarang Shopping Center Resmi Dibuka, Marina Semarang Bersiap Jadi Magnet Ekonomi Baru Jawa Tengah

FOLKSTIME.ID – Mal 23 Semarang Shopping Center resmi diluncurkan di kawasan Marina, Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026), melalui kolaborasi strategis antara PARADISE INDONESIA dan BINA NUSANTARA Group (BINUS). Kehadiran pusat gaya hidup baru tersebut diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi lokal Semarang sekaligus memperluas ruang pertumbuhan bagi UMKM Jawa Tengah.

Peresmian 23 Semarang Shopping Center dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Pemerintah Kota Semarang yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari. Fasilitas komersial tersebut dikembangkan melalui perusahaan patungan PT Swarna Kanaka Parigraha dengan konsep kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi retail, kuliner, hiburan, dan ruang publik terbuka.

Sebagai destinasi gaya hidup modern, 23 Semarang Shopping Center dirancang tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas kota, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal Semarang, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di ibu kota Jawa Tengah.

“23 Semarang Shopping Center merupakan wujud kolaborasi strategis antara PARADISE INDONESIA dan BINUS dalam menghadirkan destinasi gaya hidup yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan UMKM, pengembangan komunitas, dan keberlanjutan. Kami berharap kehadiran 23 Semarang Shopping Center dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Kota Semarang ke depan,” ujar President Director & CEO PARADISE INDONESIA, Anthony P. Susilo.

Dorong Pertumbuhan UMKM Jawa Tengah

Lebih dari 50 tenant UMKM dan merek lokal dari berbagai sektor usaha telah dilibatkan dalam pengembangan kawasan tersebut. Ruang usaha permanen maupun area pameran dan bazar juga disediakan untuk memperluas akses pemasaran produk-produk lokal Jawa Tengah.

Melalui konsep tersebut, 23 Semarang Shopping Center diharapkan dapat berfungsi sebagai katalisator ekonomi baru yang mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah sekaligus memperluas peluang pasar bagi UMKM.

Aktivitas perdagangan yang lebih dinamis juga diperkirakan akan tercipta melalui peningkatan kunjungan masyarakat dan terbukanya peluang kolaborasi antara pelaku usaha lokal dengan berbagai tenant nasional yang beroperasi di kawasan tersebut.

Hyatt Place Semarang Mulai Dibangun

Dalam momentum yang sama, peletakan batu pertama atau groundbreaking Hyatt Place Semarang juga dilakukan sebagai penanda dimulainya pembangunan hotel berstandar internasional yang akan berdiri berdampingan dengan 23 Semarang Shopping Center.

Pengembangan Hyatt Place Semarang dilakukan sebagai bagian dari rencana jangka panjang BINUS dalam memperkuat kawasan terpadu yang menghubungkan fungsi komersial, hospitality, dan gaya hidup dalam satu destinasi.

Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri yang merupakan bagian dari BINA NUSANTARA Group, Lawrence Wibisono, menyatakan proyek tersebut dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan kota.

“Bagi BINUS, 23 Semarang dan Hyatt Place Semarang merupakan wujud nyata bagaimana kolaborasi strategis dapat menciptakan dampak yang melampaui aspek bisnis. Kami percaya kehadiran proyek ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta menghadirkan identitas baru yang memperkaya karakter Kota Semarang ke depan,” kata Lawrence.

Terapkan Energi Terbarukan

Prinsip pembangunan berkelanjutan juga diterapkan dalam pengembangan kawasan melalui pemanfaatan panel surya berkapasitas hingga 1,86 megawatt peak (MWp) yang dipasang pada area atap dan kanopi bangunan.

Sistem energi terbarukan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 2,6 juta kilowatt hour (kWh) energi bersih pada tahun pertama operasional. Sebanyak 23,5 persen kebutuhan energi kawasan juga ditargetkan dapat dipenuhi dari sumber energi ramah lingkungan tersebut.

Melalui penerapan teknologi itu, jejak karbon operasional kawasan diharapkan dapat ditekan sekaligus memperkuat posisi 23 Semarang Shopping Center sebagai destinasi gaya hidup yang mengedepankan aspek keberlanjutan.

Perkuat Kawasan Marina Semarang

Keberadaan 23 Semarang Shopping Center juga diperkirakan akan memperkuat kawasan Marina sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Semarang. Investasi lanjutan, peningkatan mobilitas masyarakat, hingga terciptanya peluang kerja baru diproyeksikan akan muncul seiring beroperasinya kawasan tersebut.

Efek berganda atau multiplier effect terhadap sektor pendukung, termasuk jasa, transportasi, pariwisata, dan perdagangan, juga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Dengan diresmikannya 23 Semarang Shopping Center dan dimulainya pembangunan Hyatt Place Semarang, komitmen bersama PARADISE INDONESIA dan BINUS dalam membangun ekosistem kota yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan ditegaskan kembali. Sinergi antara pengembang destinasi gaya hidup dan institusi pendidikan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai kota modern yang berdaya saing di tingkat nasional.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Deru mesin kendaraan roda tiga memecah suasana Kota Semarang pada Rabu petang (10/6/2026). Satu per satu, sebanyak 20 unit Bajaj RE berwarna cerah berbaris rapi meninggalkan halaman Bajaj Showroom & Maxride Semarang di Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan Kidul. Bukan sekadar iring-iringan kendaraan. Konvoi tersebut menjadi simbol optimisme baru yang tengah tumbuh di Kota Atlas. Di balik kemudi para pengemudi, tersimpan cerita perjuangan mencari nafkah. Di kursi penumpang, hadir harapan akan peluang usaha yang menjanjikan di tengah perkembangan kota yang terus bergerak maju. Perjalanan dimulai menjelang senja. Rombongan bergerak melewati Jalan Wolter Monginsidi menuju Stadion Citarum. Suara khas mesin Bajaj mengundang perhatian warga yang berdiri di tepi jalan. Beberapa pengendara melambatkan laju kendaraan mereka, sementara anak-anak melambaikan tangan ketika iring-iringan kendaraan roda tiga itu melintas. Ketika memasuki kawasan Kota Lama Semarang, suasana semakin terasa istimewa. Bangunan-bangunan bersejarah menjadi latar perjalanan armada yang membawa semangat transportasi modern. Cahaya matahari yang mulai redup memantul di bodi kendaraan, menciptakan pemandangan yang menarik perhatian wisatawan maupun masyarakat yang tengah menikmati sore. Slamet Mulyono, salah satu pengemudi Bajaj Semarang, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, konvoi tersebut bukan hanya acara perusahaan, melainkan bukti perjalanan hidup yang berubah sejak menjadi mitra pengemudi. “Saya senang sekali bisa ikut konvoi ini. Dulu penghasilan saya tidak menentu, sekarang lebih stabil. Kebutuhan keluarga lebih tercukupi. Saat melihat banyak Bajaj beriringan di jalan, saya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar,” ujarnya sambil tersenyum. Menurut Slamet, tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan Bajaj di Semarang membuat para pengemudi kerap kewalahan menerima pesanan, terutama pada jam-jam sibuk. Karena itu, rencana ekspansi ke sejumlah wilayah baru menjadi kabar yang disambut antusias para mitra pengemudi. Perjalanan kemudian berlanjut melewati Gedung Keuangan Negara, Jalan Pemuda, Balai Kota Semarang, hingga kawasan Lawangsewu dan Tugu Muda. Di sejumlah titik, warga terlihat mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka. Di salah satu kendaraan, Ali Maghfur, juragan Bajaj pertama di Semarang, turut mengikuti perjalanan tersebut. Ia mengaku merasakan kebanggaan tersendiri melihat perkembangan armada Bajaj yang kini semakin dikenal masyarakat. “Banyak orang awalnya hanya melihat Bajaj sebagai kendaraan. Tapi bagi kami, ini juga peluang usaha yang nyata. Ketika melihat konvoi ini melintasi pusat kota, saya merasa optimistis bahwa potensi Bajaj di Semarang masih sangat besar,” katanya. Kesan serupa juga dirasakan sejumlah calon investor yang ikut menjadi penumpang selama konvoi berlangsung. Mereka berkesempatan melihat langsung bagaimana armada Bajaj diterima masyarakat di berbagai sudut kota. Seorang peserta mengaku terkejut melihat banyaknya warga yang memperhatikan rombongan kendaraan tersebut. “Saya baru pertama kali naik Bajaj modern seperti ini. Ternyata nyaman dan respons masyarakat juga sangat positif. Saya jadi lebih memahami kenapa bisnis ini dianggap memiliki prospek yang menarik,” ujarnya. Bagi Muhammad Rio, Regional Manager Jawa Tengah dan DIY Bajaj Indonesia, konvoi tersebut menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Bajaj bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Saat malam mulai turun, rombongan akhirnya tiba di Openair Pantai Marina Semarang. Lampu-lampu kendaraan menyala di tepi pantai, menandai berakhirnya perjalanan yang menempuh sejumlah ikon kota. Selengkapnya… https://folkstime.id/menjemput-harapan-di-tiga-roda-konvoi-bajaj-warnai-senja-semarang-dan-bawa-mimpi-baru-warganya/ #bajaj #maxride #semarang #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya