Hotel Ciputra Semarang memasuki babak baru dengan menunjuk Ila Indriana sebagai Director of Sales & Marketing. Berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun, ia akan memperkuat strategi bisnis, pasar MICE, korporasi, pemerintahan, hingga pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing hotel.

Hotel Ciputra Semarang memasuki babak baru dengan menunjuk Ila Indriana sebagai Director of Sales & Marketing. Berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun, ia akan memperkuat strategi bisnis, pasar MICE, korporasi, pemerintahan, hingga pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing hotel.

FOLKSTIME.ID – Industri perhotelan Indonesia memasuki fase baru yang ditandai oleh perubahan perilaku konsumen, meningkatnya persaingan, serta tuntutan terhadap pengalaman tamu yang semakin personal. Di tengah dinamika tersebut, fungsi penjualan dan pemasaran tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan okupansi, tetapi menjadi penggerak utama strategi bisnis yang menentukan keberlanjutan sebuah hotel.

Momentum tersebut menjadi fokus utama Hotel Ciputra Semarang melalui penunjukan Ila Indriana sebagai Director of Sales & Marketing pada Juli 2026. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri hospitality, Ila dipercaya memimpin strategi komersial hotel dalam memperkuat daya saing sekaligus mengawal transformasi Hotel Ciputra Semarang sebagai hotel independen.

Transformasi tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Hotel Ciputra Semarang. Sebagai hotel independen, perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menentukan arah bisnis, membangun positioning merek, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Namun di sisi lain, perubahan ini juga menuntut kemampuan organisasi untuk memperkuat diferensiasi, menjaga loyalitas pelanggan, dan memperluas jaringan bisnis tanpa bergantung pada sistem jaringan internasional.

Dalam konteks tersebut, Departemen Sales & Marketing memegang peranan yang semakin strategis. Selain bertanggung jawab terhadap pencapaian pendapatan, fungsi komersial kini berperan dalam membaca tren pasar, mengembangkan peluang bisnis baru, memperkuat hubungan dengan korporasi, pemerintah, komunitas, penyelenggara kegiatan (MICE), serta mengoptimalkan kanal distribusi digital yang semakin kompetitif.

Berkarier di industri hospitality sejak 2003, Ila memulai perjalanannya dengan membangun pengalaman di berbagai aspek operasional dan komersial. Setelah bergabung dengan Hotel Ciputra Semarang pada 2012 di Departemen Sales, ia dipercaya menjadi Director of Sales pada 2019 sebelum akhirnya mengemban tanggung jawab sebagai Director of Sales & Marketing pada 2026.

Baginya, pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh strategi penjualan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi untuk beradaptasi terhadap perubahan.

“Perubahan perilaku pelanggan berlangsung sangat cepat. Mereka tidak hanya mencari tempat menginap, tetapi juga pengalaman yang relevan, pelayanan yang personal, dan nilai yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena itu, kami harus terus berinovasi, membangun kolaborasi, dan memahami pasar secara lebih mendalam agar mampu memberikan solusi yang tepat,” ujar Ila Indriana.

Di bawah kepemimpinannya, Hotel Ciputra Semarang memperkuat strategi komersial melalui pengembangan pasar korporasi, pemerintahan, MICE, serta segmen leisure. Pendekatan tersebut dipadukan dengan peningkatan kualitas hubungan dengan pelanggan, pengembangan kemitraan strategis, serta optimalisasi aktivitas pemasaran yang mengintegrasikan kanal digital dan pemasaran konvensional.

Lebih dari sekadar mengejar pertumbuhan pendapatan, Ila juga menempatkan penguatan budaya organisasi sebagai bagian penting dari strategi bisnis. Menurutnya, keberhasilan tim Sales & Marketing sangat ditentukan oleh kemampuan setiap individu untuk berkolaborasi, beradaptasi, dan memiliki orientasi pelayanan yang kuat.

“Tantangan terbesar seorang pemimpin bukan hanya mencapai target bisnis, tetapi bagaimana membangun tim yang memiliki tujuan yang sama, mampu berkembang bersama, serta siap menghadapi perubahan industri yang sangat dinamis,” tambahnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan Hotel Ciputra Semarang yang mengedepankan kolaborasi lintas fungsi, inovasi berkelanjutan, dan pengambilan keputusan berbasis kebutuhan pelanggan. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi hotel sebagai salah satu destinasi bisnis dan leisure pilihan di Kota Semarang.

Di tengah persaingan industri hospitality yang semakin kompetitif, keberhasilan sebuah hotel tidak lagi hanya diukur dari tingkat okupansi atau pendapatan, tetapi juga dari kemampuannya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, menghadirkan pengalaman yang konsisten, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari transformasi Hotel Ciputra Semarang melalui tema “The New Era Begins”, yang tidak hanya mencerminkan perubahan identitas organisasi, tetapi juga komitmen perusahaan untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan industri, memperkuat daya saing, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Zulhas mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih masih menghadapi sejumlah kendala. Meski begitu, pemerintah menargetkan separuh persoalan selesai dalam satu bulan. “Kasih makan 80 juta sampai 82 juta orang itu tidak mudah. Ada masalah iya, tapi kami selesaikan,” ujar Menko Pangan. Pemerintah juga menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih, namun hingga kini baru terealisasi sekitar 30–35 ribu koperasi. Di sisi lain, Zulhas memastikan stok pangan nasional tetap aman menghadapi musim kemarau. “Pangan aman, stok beras banyak, ikan banyak, telur banyak, ayam banyak,” tegasnya. Selengkapnya di Folkstime.id #folkstime #mbg #zulhas #kopdes #prabowo

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *