Makam Raden Mas Joyokusumo di Bintoro, Demak, menyimpan jejak sejarah prajurit elite Patangpuluhan Kesultanan Demak.

Makam Raden Mas Joyokusumo di Bintoro, Demak, menyimpan jejak sejarah prajurit elite Patangpuluhan Kesultanan Demak.

FOLKSTIME.ID – Keberadaan makam Raden Mas Joyokusumo di Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, dinilai perlu diangkat sebagai bagian penting dari sejarah Kesultanan Demak karena diyakini menjadi jejak seorang prajurit elit Pasukan Patangpuluhan yang selama ini belum banyak mendapat perhatian dalam kajian sejarah maupun pengembangan wisata religi.

Makam tersebut dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Raden Mas Joyokusumo yang dikenal sebagai punggawa Kesultanan Demak. Tokoh tersebut diyakini menjadi anggota Pasukan Patangpuluhan, yakni satuan beranggotakan 40 prajurit pilihan yang diberi tugas menjaga keamanan kerajaan serta merawat persenjataan pada masa Kesultanan Demak.

Keberadaan situs sejarah itu disebut masih menyimpan nilai historis tinggi, terlebih lokasinya berada di kawasan yang dahulu dikenal sebagai kompleks Kaputren-Balekambang. Meski demikian, sebagian besar jejak sejarah di kawasan tersebut dilaporkan telah hilang seiring berjalannya waktu sehingga kini hanya tersisa makam Raden Mas Joyokusumo.

“Lokasi makam berada di kawasan yang pada masa Kesultanan Demak dikenal sebagai kompleks Kaputren-Balekambang. Pada era 1990-an hingga awal 2000-an kawasan tersebut masih dipenuhi sejumlah batu nisan kuno. Namun, seiring berjalannya waktu sebagian besar nisan itu hilang hingga kini hanya tersisa makam Raden Mas Joyokusumo. Warga kemudian bersepakat agar lahan di sekitar makam dimanfaatkan untuk pembangunan masjid. Kampung ini belum memiliki masjid maupun musala, sehingga sejak 2018 hingga 2019 beberapa kali dilakukan musyawarah yang juga dihadiri Lurah Bintoro. Hasilnya disepakati pembangunan masjid agar dapat digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus menjaga kelestarian makam sebagai lokasi ziarah dan mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar tokoh masyarakat setempat, Drs. H. Mulyani M. Noor, M.Pd., Rabu (8/7/2026).

Pelestarian Situs Sejarah Dinilai Mendesak

Pembangunan masjid di sekitar kompleks makam disebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana ibadah masyarakat, tetapi juga dipandang sebagai langkah menjaga keberadaan situs sejarah agar tetap terpelihara. Dengan adanya aktivitas keagamaan di kawasan tersebut, keberlangsungan makam sebagai lokasi ziarah dinilai dapat lebih terjaga.

Dukungan terhadap pelestarian makam juga disampaikan pemerhati sejarah Demak, Dr. M. Kholidul Adib. Menurutnya, keberadaan masjid di sekitar makam menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang Kesultanan Demak sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Keberadaan masjid di sekitar makam tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat untuk beribadah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para leluhur dan pejuang Kesultanan Demak,” kata Adib.

Kajian Sejarah Dinilai Masih Berfokus pada Tokoh Utama

Adib menilai sejarah Kesultanan Demak selama ini lebih banyak ditulis dari sudut pandang para sultan, wali, patih, permaisuri maupun keluarga kerajaan. Sementara kiprah para pejuang lapisan menengah, seperti tumenggung, adipati hingga prajurit Patangpuluhan, disebut masih minim diteliti dan dipublikasikan.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak tokoh penting yang memiliki kontribusi terhadap perjalanan Kesultanan Demak belum dikenal luas oleh masyarakat.

“Masih banyak sisi sejarah Demak yang belum terungkap secara utuh. Kajian sejarah selama ini lebih banyak berfokus pada tokoh-tokoh utama, sedangkan para pejuang di lapisan menengah masih minim penelitian dan publikasi,” ujarnya.

Banyak Makam Bersejarah Dinilai Layak Mendapat Perhatian

Selain makam Raden Mas Joyokusumo, Adib menyebut masih terdapat sejumlah makam tokoh era Kesultanan Demak yang dinilai memiliki nilai sejarah tinggi dan layak mendapat perhatian lebih serius.

Beberapa di antaranya ialah makam Syekh Jumadil Kubro, Kyai Singkil, Kyai Jebat, Kyai Mughni, Mbah Brojodento di kawasan RSUD, Mbah Singo di depan Masjid Agung Demak, hingga Sunan Geseng di Sorogenen.

“Kalau tidak dirawat dan tidak diekspos, generasi mendatang akan semakin jauh dari sejarah Demak. Padahal banyak situs yang memiliki nilai historis tinggi. Termasuk keberadaan makam Arya Penangsang yang hingga kini masih memiliki beberapa versi lokasi dan perlu dikaji lebih mendalam, baik yang berada di sebelah barat makam Sultan Fatah maupun yang berada di Kadilangu,” katanya.

Pelestarian sejarah Kesultanan Demak diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui perawatan situs, penguatan kajian ilmiah, serta publikasi yang lebih luas. Langkah tersebut dinilai penting agar warisan sejarah, termasuk jejak para prajurit elit Patangpuluhan seperti Raden Mas Joyokusumo, tetap terjaga sebagai sumber pembelajaran sejarah, wisata religi, sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat Demak.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Ledakan hebat disertai kebakaran mengguncang sebuah pabrik di Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.56 WIB. Peristiwa yang diduga dipicu meledaknya tabung sterilisasi itu menewaskan satu orang pekerja dan menyebabkan tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar. Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengatakan ledakan terjadi saat aktivitas produksi sedang berlangsung. «”Untuk sementara, saat proses produksi berlangsung diduga tabung sterilisasi meledak lalu memicu kebakaran. Korban satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka bakar,” kata Aliet.» Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Tugurejo Semarang untuk mendapatkan perawatan. Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Aparat juga belum memastikan jenis produksi pabrik tersebut, termasuk informasi yang menyebut pabrik memproduksi bahan herbal. Lokasi kejadian telah dipasang garis polisi dan operasional pabrik dihentikan sementara. Penanganan kasus selanjutnya dilimpahkan ke Satreskrim Polrestabes Semarang yang akan mendalami penyebab ledakan, kondisi operasional, hingga perizinan perusahaan. #semarang #viral #jateng #semarangviral #kerja

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

1 thought on “Jejak Prajurit Elite Kesultanan Demak Terungkap, Makam Raden Mas Joyokusumo Dinilai Layak Menjadi Wisata Sejarah Religi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *