FOLKSTIME.ID — Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah UIN Salatiga melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung terkait strategi pengentasan kemiskinan, dinamika pendataan sosial, serta kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesejahteraan sosial.
KKL Jadi Jembatan Akademisi dan Praktisi
Rombongan mahasiswa didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Roviin dan Rifqi Fairuz, serta tenaga pendamping lainnya.
Dalam sambutannya, Roviin menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat.
“KKL ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan praktisi. Harapannya, terbangun kolaborasi yang lebih erat antara kampus dan pemerintah,” ujarnya.
Dinsos Dorong Peran Strategis Mahasiswa
Mewakili Dinsos Jateng, Elliya Chariroh menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai mahasiswa PMI memiliki peran strategis dalam menerjemahkan ilmu akademik menjadi program nyata di masyarakat.
“Mahasiswa bisa berkontribusi dalam program pengentasan kemiskinan dan pembangunan sosial secara langsung,” jelasnya.
Program KUBE dan UEP Jadi Andalan
Dalam pemaparan materi, Dinsos Jateng mengulas program unggulan seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
Program KUBE, misalnya, memberikan stimulus modal kepada kelompok masyarakat miskin untuk meningkatkan pendapatan.
Salah satu contoh keberhasilan disebutkan terjadi di Kendal, ketika kelompok penerima manfaat mampu mengembangkan budidaya ikan bandeng hingga mencapai hasil signifikan.
“Strateginya adalah meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat,” tambah Elliya.
DTSEN dan Tantangan Data Sosial
Sementara itu, staf Pokja Pendataan, Tolanda Prayogo, menyoroti pentingnya akurasi data dalam program bantuan sosial.
Ia menjelaskan implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta penggunaan aplikasi Cek Bansos untuk meminimalkan kesalahan penyaluran.
“Data sosial bersifat dinamis. Kondisi masyarakat bisa berubah cepat, sehingga pemutakhiran harus dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Tolanda juga mengungkapkan tantangan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data, yang kerap baru disadari saat terjadi persoalan bantuan sosial.
Buka Wawasan dan Peluang Karier
Kegiatan KKL ditutup dengan diskusi interaktif yang memperkaya wawasan mahasiswa terkait kompleksitas penanganan kemiskinan.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan gambaran nyata tentang peluang karier di sektor kesejahteraan sosial, mulai dari pekerja sosial hingga analis kebijakan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PMI diharapkan mampu mempersiapkan diri sebagai SDM profesional yang siap berkontribusi dalam pembangunan sosial di Indonesia. (Rin)







