FOLKSTIME.ID – Kawasan Pasar Johar terus diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Semarang. Tidak hanya sebagai lokasi perdagangan, kawasan bersejarah tersebut kini diproyeksikan berkembang menjadi ruang ekonomi kreatif, sentra kuliner, hingga tempat berbagai kegiatan seni dan komunitas.
Langkah itu ditandai dengan dibukanya kawasan New PM (New Pasar Maling) di kompleks Pasar Johar yang diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus memberikan peluang usaha bagi ratusan pedagang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan keberadaan New PM menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Johar yang selama ini menjadi salah satu ikon perdagangan Kota Semarang.
“Ya mudah-mudahan menjadi tambahan pedagang dan keramaian. Saya ingin Pasar Johar ramai dengan berbagai macam kegiatan yang tidak hanya berjualan, tetapi juga ada kegiatan seni, olahraga, dan lain-lain,” ujar Agustina saat meninjau kawasan New PM.
Pasar Johar Didorong Beradaptasi dengan Perubahan Pola Belanja
Menurut Agustina, tantangan pasar tradisional saat ini semakin kompleks karena masyarakat mulai beralih ke sistem belanja digital. Kondisi tersebut membuat pasar konvensional harus mampu beradaptasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat.
Ia menilai konsep pasar modern berbasis pengalaman menjadi salah satu solusi untuk menjaga daya tarik Pasar Johar di tengah perkembangan perdagangan daring.
“Sekarang zamannya online. Banyak yang meninggalkan Pasar Johar karena berjualan secara online. Karena itu pasar harus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.
Karena itu, pengembangan kawasan New PM tidak hanya difokuskan pada aktivitas jual beli, tetapi juga diarahkan menjadi ruang publik yang menghadirkan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.
New PM Disiapkan Jadi Ruang UMKM dan Kreativitas
Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan sejumlah inovasi untuk mengoptimalkan fungsi kawasan tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan area kosong di bagian atas bangunan sebagai etalase produk UMKM yang ditampilkan secara berkala.
Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan ruang promosi lebih luas bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan kunjungan masyarakat ke Pasar Johar.
“Yang kosong di ujung sana akan saya jadikan etalase berkala. Bisa gantian setiap minggu. Teman-teman pedagang di sini juga bisa ikut. Pelatihan juga bisa dilakukan di sini, jadi tidak perlu ke hotel,” jelas Agustina.
Selain menjadi ruang promosi UMKM, kawasan tersebut juga direncanakan dapat digunakan untuk kegiatan pelatihan, workshop, hingga aktivitas komunitas yang melibatkan masyarakat.
Sentra Kuliner Khas Semarang Jadi Daya Tarik Baru
Pemkot Semarang juga tengah mengkaji konsep pengembangan kawasan kuliner terpadu di New PM. Berbagai makanan khas Kota Semarang direncanakan dikumpulkan dalam satu area sehingga memudahkan wisatawan maupun masyarakat menikmati beragam kuliner lokal.
Konsep tersebut diyakini dapat memperkuat posisi Pasar Johar sebagai destinasi wisata belanja sekaligus wisata kuliner.
“Mungkin bisa jadi kumpulan makanan khas Kota Semarang jadi satu. Ini sedang dicari formatnya. Karena pasar itu harus menyesuaikan dengan keinginan pelanggan,” tambahnya.
Lebih dari 900 Pedagang Daftar Menempati New PM
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengungkapkan minat pedagang terhadap kawasan New PM cukup tinggi. Hingga saat ini sebanyak 912 pedagang telah mendaftarkan diri untuk menempati lapak yang tersedia.
Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan optimisme para pelaku usaha terhadap masa depan kawasan perdagangan baru tersebut.
“Ada 912 pedagang yang mendaftar. Harapan kami New PM ini bisa mengembalikan kejayaan Pasar Maling yang dulu menjadi ikon Kota Semarang,” kata Aniceto.
Ia menjelaskan bahwa konsep New PM tetap mempertahankan identitas Pasar Maling yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun, namun hadir dengan fasilitas dan penataan yang lebih modern.
“New PM itu Pasar Maling model baru. Jadi identitasnya tetap ada, hanya dikembangkan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Tingkat Keterisian Lapak Tembus 80 Persen
Saat ini tingkat keterisian lapak di kawasan New PM telah mencapai lebih dari 80 persen. Dari total kapasitas yang tersedia, sekitar 800 pedagang telah aktif berjualan dengan dominasi usaha pakaian dan kuliner.
Pemerintah Kota Semarang menargetkan seluruh lantai di kawasan tersebut dapat terisi secara bertahap sehingga aktivitas ekonomi semakin berkembang.
“Yang sudah mengisi lebih banyak pakaian dan kuliner campuran. Nanti lantai 2, lantai 3, dan lantai 4 akan kita isi semua,” jelas Aniceto.
Promosi New PM Akan Diperkuat Lewat Influencer dan Media
Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, Dinas Perdagangan Kota Semarang menyiapkan sejumlah strategi promosi. Selain menjaga harga tetap kompetitif, promosi melalui media dan influencer juga akan diperluas agar masyarakat mengetahui keberadaan wajah baru Pasar Johar.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat kebangkitan kawasan perdagangan legendaris yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting perekonomian Kota Semarang.
“Kita akan menggandeng influencer dan media untuk memperkenalkan bahwa di Pasar Johar sekarang ada hal baru, yaitu New PM,” pungkasnya.(tya)







