FOLKSTIME.ID – Pabrik baru kendaraan listrik milik perusahaan Ofero resmi dioperasikan di Kota Semarang pada Selasa (26/5/2026) untuk memperkuat produksi kendaraan listrik nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar Asia Tenggara. Fasilitas produksi tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi kendaraan listrik ke berbagai wilayah Indonesia hingga negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Thailand.
Pabrik yang mulai beroperasi sejak awal Januari 2026 itu dipindahkan dari kawasan Tangerang dan kini berdiri secara independen di Semarang. Lokasi di ibu kota Jawa Tengah dipilih karena dinilai strategis sebagai jalur distribusi kendaraan listrik nasional, terutama melalui akses logistik Pelabuhan Tanjung Emas.
Kapasitas produksi kendaraan listrik Ofero juga disebut terus meningkat seiring tingginya permintaan pasar. Penjualan seluruh unit kendaraan listrik perusahaan tersebut diklaim telah menembus lebih dari 20 ribu unit setiap bulan.
“Pabrik Semarang ini kita baru berdiri sekitar awal Januari 2026. Sebelumnya pabrik kita ada di Tangerang, tapi sekarang sudah pindah ke sini dan independen hanya Ofero saja,” kata Training Manager Ofero, Deby Setiabudi.
Semarang Dipilih Jadi Pusat Distribusi Kendaraan Listrik
Keberadaan pabrik kendaraan listrik di Semarang disebut menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperluas jaringan distribusi nasional. Posisi geografis Semarang yang berada di tengah Pulau Jawa dianggap mempermudah pengiriman kendaraan listrik ke wilayah Sumatera maupun Indonesia Timur.
“Semarang ini potensinya besar karena kawasan industrinya berkembang dan posisinya ada di tengah Indonesia. Jadi lebih mudah untuk distribusi ke Sumatera maupun Indonesia Timur melalui Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Deby.
Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, produksi kendaraan listrik dari pabrik Semarang juga diarahkan untuk pasar regional Asia Tenggara. Negara tujuan distribusi di antaranya Filipina dan Thailand.
“Selain di Indonesia, kita juga melayani pasar Southeast Asia seperti Filipina dan Thailand,” katanya.
Penjualan Tembus 20 Ribu Unit per Bulan
Permintaan kendaraan listrik yang terus meningkat disebut turut mendorong ekspansi produksi perusahaan. Ofero mengklaim penjualan seluruh lini produknya saat ini mampu melampaui 20 ribu unit per bulan.
“Penjualan all unit per bulan bisa di atas 20 ribu unit,” ungkap Deby.
Pada tahun 2026, pengembangan produk kendaraan listrik difokuskan pada empat model baru. Meski demikian, perusahaan juga disebut tengah menyiapkan sejumlah produk tambahan untuk memperkuat persaingan pasar kendaraan listrik nasional.
“Kita memang maksimalkan di empat produk tahun ini, tapi tentu ada beberapa surprise lain yang sedang disiapkan,” ujarnya.
Stareer 3 dan Stareer 5 Jadi Produk Terlaris
Untuk kategori motor listrik, Ofero sebelumnya telah menghadirkan dua tipe utama yakni Picasso dan Stareer. Dari seluruh produk yang dipasarkan, tipe Stareer 3 dan Stareer 5 disebut menjadi model paling diminati konsumen.
“Best seller sampai saat ini adalah Stareer 5 dan Stareer 3. Walaupun harganya premium, ternyata market Ofero memang banyak di middle up,” kata Deby.
Kedua tipe motor listrik tersebut dilengkapi sistem dua baterai yang memungkinkan jarak tempuh hingga 130 kilometer dalam sekali penggunaan.
“Kalau baterai pertama habis tinggal switch ke baterai kedua. Jarak tempuhnya bisa sampai 130 kilometer,” jelasnya.
Edukasi Keselamatan Pengguna Sepeda Listrik
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat pengguna sepeda listrik juga diingatkan untuk tetap mematuhi aturan keselamatan berkendara. Penggunaan helm disebut wajib dilakukan saat berkendara menggunakan sepeda listrik.
Selain itu, penggunaan sepeda listrik diminta tidak dilakukan di jalan protokol atau jalur utama kendaraan bermotor.
“Yang pertama wajib pakai helm. Kemudian untuk sepeda listrik digunakan di jalan lingkungan atau jalan kecil, bukan jalan protokol,” tegas Deby.
Deby turut menjelaskan perbedaan antara sepeda listrik dan motor listrik yang diproduksi Ofero. Perbedaan utama disebut terletak pada kapasitas dinamo serta kelengkapan administrasi kendaraan.
“Sepeda listrik rata-rata di bawah 1.200 watt dan tidak menggunakan plat nomor. Sedangkan motor listrik rata-rata di atas 1.500 watt,” ujarnya.(tya)







