Patriot Ketahanan Pangan GP Ansor: Addin Jauharuddin Dorong Kader Jadi Pelaku Utama Ekonomi Desa

FOLKSTIME.IDKetua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharuddin, menegaskan komitmen organisasinya dalam membangun kemandirian ekonomi kader melalui program Patriot Ketahanan Pangan.

Program tersebut dirancang sebagai gerakan strategis untuk mendorong kader Ansor dan Banser menjadi pelaku utama dalam sektor pangan nasional, bukan sekadar penonton dalam pembangunan.

Menurut Addin, lahirnya Patriot Ketahanan Pangan berangkat dari realitas bahwa sebagian besar kader GP Ansor dan Banser hidup di desa-desa dan memiliki kedekatan dengan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Potensi tersebut dinilai sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis masyarakat.

“Ketahanan pangan ini punya agenda besar karena latar belakang barisan kita banyak tinggal di desa-desa dan berhubungan langsung dengan sektor pertanian, perkebunan, maupun perikanan. Maka Patriot Ketahanan Pangan menjadi wadah untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha-usaha pangan dari bawah,” ujar Addin, Jum’at (14/5/2026).

Ia menjelaskan, melalui Patriot Ketahanan Pangan, GP Ansor ingin menciptakan ekosistem ekonomi kader yang terorganisir. Kader didorong tidak hanya menjadi petani tradisional, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha pangan modern, pengelola distribusi logistik, hingga pengusaha transportasi hasil pertanian di daerah.

Addin menilai arah kebijakan pemerintah saat ini juga membuka peluang besar bagi kader Ansor dan Banser untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis pangan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya kader mengambil peran aktif di berbagai sektor strategis.

“Jangan biarkan kader menjadi penonton dalam pembangunan nasional, tapi harus menjadi pelaku,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, GP Ansor telah menjalankan sejumlah program konkret untuk mendukung gerakan tersebut. Di antaranya distribusi bantuan traktor dari Kementerian Pertanian melalui jaringan Ansor dan Banser, program pembelian jagung, pengembangan kopi, hingga berbagai kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Seluruh program itu nantinya akan diorganisasi secara bertahap menjadi klaster-klaster pengembangan ekonomi agar lebih terarah dan berkelanjutan.

Addin menuturkan, seluruh struktur Banser yang terlibat dalam Patriot Ketahanan Pangan diharapkan mampu memanfaatkan potensi lahan di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kesejahteraan kader dan masyarakat sekitar.

“Seluruh struktur Banser yang menjadi bagian dari patroli pangan ini terus terlibat memanfaatkan potensi lahan masing-masing sehingga sahabat-sahabat bisa tumbuh ekonominya,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pengolahan pangan yang mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan. Menurutnya, tiga sektor tersebut harus dimaksimalkan potensinya karena memiliki prospek ekonomi yang besar, terutama dengan hadirnya berbagai program pemerintah yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.

Addin menyebut peluang tersebut dapat dimanfaatkan kader Ansor untuk menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi berbagai program nasional. Dengan basis kader yang mayoritas memiliki pengalaman sebagai petani di kampung-kampung, ia optimistis Ansor mampu melahirkan pengusaha-pengusaha pertanian baru dari desa.

“Saya yakin sahabat-sahabat yang memang aktivisnya sebagai petani di kampung-kampung itu bisa menjadi pengusaha-pengusaha pertanian,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya