FOLKSTIME.ID — PT Pegadaian memperluas strategi pemberdayaan UMKM dengan mendorong pelaku usaha masuk ke ekosistem digital melalui program Gadepreneur 2026.
Di tengah meningkatnya persaingan pasar dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan pelat merah itu fokus memperkuat branding, literasi bisnis, dan daya saing UMKM nasional.
Program Gadepreneur 2026 yang digelar di Aston Inn Semarang, Jumat (15/5/2026). Merupakan program tahunan yang memasuki tahun keempat ini, menjadi langkah Pegadaian dalam memperkuat kapasitas bisnis pelaku UMKM di tengah persaingan pasar digital yang semakin agresif.
Tidak hanya memberikan pelatihan usaha, Pegadaian juga mendorong pelaku UMKM memperkuat branding, meningkatkan kualitas produk, hingga memperluas pasar melalui ekosistem digital.
Sebanyak 360 peserta terpilih mengikuti program ini setelah lolos seleksi dari total 4.800 pendaftar yang berasal dari 12 kantor wilayah Pegadaian di seluruh Indonesia.
Pegadaian Fokus Cetak UMKM Naik Kelas
Deputy Area Semarang PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Anwar Yusuf, mengatakan Gadepreneur dirancang sebagai ruang pengembangan bisnis bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di era ekonomi modern.
Menurutnya, peserta berasal dari berbagai sektor seperti kuliner, fashion, kerajinan, hingga industri kreatif yang memiliki potensi pasar besar.
“Tujuan utama Gadepreneur adalah memberikan pelatihan bisnis sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM, baik secara online maupun offline,” ujarnya.
Ia menegaskan, materi pelatihan tahun ini dibuat lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi dan tren bisnis digital yang berkembang cepat.
“Pelatihan kami sesuaikan dengan kondisi makro ekonomi dan tantangan usaha saat ini agar UMKM bisa berkembang lebih cepat dan naik kelas,” katanya.
UMKM Didorong Masuk Ekosistem Bisnis Digital
Pemimpin Wilayah Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, menilai banyak UMKM masih menghadapi persoalan mendasar, mulai dari pengelolaan keuangan, standarisasi produk, hingga lemahnya branding usaha.
Karena itu, Pegadaian menghadirkan pelatihan yang tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih kuat dan kompetitif.
Melalui Gadepreneur 2026, peserta mendapatkan pembekalan terkait literasi bisnis, digitalisasi usaha, strategi pemasaran, hingga penguatan identitas merek.
“UMKM harus mampu masuk ke ekosistem digital dan memiliki daya saing dengan produk-produk besar. Itu yang terus kami dorong melalui Gadepreneur,” ujar Aries.
Antusiasme Pelaku UMKM Terus Melonjak
Pegadaian mencatat minat pelaku UMKM terhadap program Gadepreneur terus meningkat sejak pertama kali digelar pada 2023.
Jika pada penyelenggaraan awal jumlah peserta masih terbatas, kini ribuan UMKM dari berbagai daerah bersaing mengikuti seleksi program tersebut.
“Antusiasme ini menunjukkan pelaku UMKM memiliki semangat besar untuk berkembang dan menjadi penggerak ekonomi di daerahnya,” kata Anwar.
Program ini memprioritaskan UMKM padat karya yang memiliki dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat serta mempunyai peluang pengembangan bisnis yang kuat.
Pegadaian juga membatasi skala usaha peserta dengan omzet maksimal Rp15 miliar agar program tepat sasaran bagi pelaku usaha menengah dan berkembang.
Pelaku UMKM Mulai Tinggalkan Zona Nyaman
Salah satu peserta Gadepreneur 2026, Puput Anggraeni, pemilik usaha kuliner “Es Marem Bu Ning Jaganlan Semarang”, mengaku mendapatkan perspektif baru dalam mengembangkan bisnis keluarga yang telah berjalan sejak 1978.
Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan mengenai pentingnya inovasi produk, promosi digital, dan rebranding usaha agar tetap relevan di tengah persaingan pasar.
“Saya ikut Gadepreneur karena ingin meningkatkan penjualan dan membawa usaha ini naik kelas,” ujarnya.
Puput mengaku mulai terdorong melakukan perubahan dalam strategi bisnisnya, termasuk memperbarui kemasan produk dan memperluas promosi melalui media digital.
“Selama ini saya terlalu nyaman karena usaha sudah berjalan lama. Setelah ikut pelatihan ini, saya sadar usaha harus terus beradaptasi supaya tidak tertinggal,” katanya.
Pegadaian Siapkan UMKM Terbaik Masuk Tahap Lanjutan
Pegadaian memastikan program Gadepreneur 2026 tidak berhenti pada pelatihan awal. Program akan dilanjutkan dengan sesi kopdar, mentoring, dan rebranding usaha yang nantinya memilih 24 UMKM terbaik untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.
Melalui program tersebut, Pegadaian berharap pelaku UMKM mampu memperkuat branding, memperluas distribusi, meningkatkan kualitas produk, serta membangun bisnis yang lebih adaptif dan kompetitif di era ekonomi digital. (Rin)







