
Empat ruang kelas SDN Pendrikan Lor 02 Semarang mengalami kerusakan berat akibat rayap. Sebanyak 298 siswa terpaksa belajar berpindah tempat
FOLKSTIME.ID – SDN Pendrikan Lor 02 Semarang dipastikan masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi Pemerintah Kota Semarang pada 2026 setelah empat ruangan sekolah mengalami kerusakan akibat atap lapuk dan kusen yang hancur dimakan rayap sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan demi menjaga keselamatan siswa.
Kerusakan bangunan terjadi pada ruang kelas 2A, kelas 2B, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta perpustakaan. Sejumlah bagian kusen kayu dilaporkan telah habis dimakan rayap, sementara rangka atap dan plafon mengalami pelapukan yang dinilai berpotensi membahayakan guru maupun peserta didik apabila tetap digunakan.
Akibat kondisi tersebut, proses pembelajaran tidak lagi dilaksanakan di ruang yang rusak. Kegiatan belajar sementara dipindahkan ke ruang kelas lain, musala, hingga area terbuka di lingkungan sekolah agar aktivitas pendidikan tetap berjalan.
Kepala SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih, mengatakan kerusakan yang terjadi sudah berada pada kondisi mengkhawatirkan sehingga langkah pemindahan siswa harus dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan.
“Banyak kerusakannya. Terutama untuk kelas 2A, kelas 2B, UKS, serta perpustakaannya. Bagian kayu-kayunya, terutama kusennya, sudah habis dimakan rayap. Kemudian atap-atapnya juga sangat berbahaya bagi siswa-siswa,” ujar Dwi.
Menurutnya, seluruh siswa dari ruang yang terdampak telah dipindahkan ke tempat yang dinilai lebih aman agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
“Akhirnya saya ungsikan anak-anak ke kelas yang lebih aman. Saya ungsikan di sana, tetapi aktivitas belajar mengajar tetap berjalan, termasuk perpustakaannya,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pembelajaran kini disesuaikan dengan kondisi ruang yang tersedia sehingga siswa belajar secara bergantian di beberapa lokasi di dalam lingkungan sekolah.
“Kadang mereka belajar di mushola, kadang di luar kelas. Yang penting masih di lingkungan sekolah dan proses belajar tetap berlangsung,” ungkapnya.
Kondisi bangunan sekolah disebut telah mengalami penurunan kualitas dalam waktu cukup lama. Pada Desember tahun lalu, sebagian genting ruang kelas bahkan sempat roboh akibat rangka atap yang sudah lapuk.
Perbaikan darurat telah dilakukan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun perbaikan tersebut hanya mampu mengatasi kerusakan dalam skala terbatas.
“Kami sudah menambal menggunakan dana BOS, tetapi itu hanya untuk perbaikan sementara. Untuk memperbaiki seluruh bangunan tentu dana BOS tidak mencukupi,” jelas Dwi.
Ia menambahkan, bangunan sekolah terakhir kali memperoleh renovasi besar pada era 1990-an. Saat ini sebanyak 298 siswa masih menjalani proses belajar di sekolah tersebut dengan dua rombongan belajar pada setiap jenjang kelas.
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut tetap berjalan normal tanpa kendala.
“Kami berharap pemerintah bisa segera membangun kembali sekolah ini agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, memastikan rehabilitasi SDN Pendrikan Lor 02 telah dimasukkan ke dalam program prioritas perbaikan pada 2026.
“SD Negeri Pendrikan Lor 02 sudah masuk skema perbaikan tahun 2026. Harapannya, setelah diperbaiki nanti proses pembelajaran menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” kata Ahsan.
Ia menjelaskan, tingkat kerusakan bangunan masih terus diidentifikasi oleh tim sarana dan prasarana untuk menentukan metode penanganan yang akan dilakukan.
“Ada bagian yang masuk kategori sedang dan ada yang berat. Semua akan kami asesmen terlebih dahulu agar penanganannya sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Menurut Ahsan, rehabilitasi tidak hanya dilakukan di SDN Pendrikan Lor 02, tetapi juga mencakup puluhan sekolah dasar lain yang mengalami kerusakan sedang hingga berat di Kota Semarang.
“Tahun ini sudah ada puluhan titik yang masuk program rehabilitasi. Sebagian sudah berproses, baik tahap lelang maupun mulai dikerjakan. Kami berharap seluruh perbaikan bisa berjalan sesuai jadwal sehingga sekolah-sekolah yang rusak dapat kembali memberikan rasa aman bagi peserta didik,” pungkasnya.(tya)
