Sekolah Swasta Gratis Jadi Solusi, Pemprov Jateng Gandeng 139 SMA/SMK Tampung Siswa Kurang Mampu

FOLKSTIME.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa kurang mampu di tengah terbatasnya daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027. Salah satunya melalui Program Sekolah Kemitraan gratis yang melibatkan 139 SMA dan SMK swasta di berbagai daerah.

Program tersebut menjadi solusi alternatif di tengah tingginya jumlah lulusan SMP sederajat yang mencapai sekitar 567.500 siswa, sementara kapasitas sekolah negeri hanya tersedia 231.399 kursi atau sekitar 40,77 persen.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan program kemitraan diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 pada DTSEN.

“Tahun ini ada 139 sekolah tingkat SMA dan SMK yang melaksanakan program sekolah kemitraan secara gratis,” ujar Sunarto di Semarang, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan seluruh biaya pendidikan peserta program ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sehingga sekolah tidak diperbolehkan menarik pungutan tambahan kepada siswa.

“Pemprov memberikan bantuan sebesar Rp2 juta per siswa per tahun,” katanya.

Total daya tampung program sekolah kemitraan tahun ini mencapai 5.004 kursi. Program tersebut diharapkan mampu membantu siswa dari keluarga prasejahtera tetap mendapatkan akses pendidikan menengah meski tidak diterima di sekolah negeri.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga bersiap membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 3 Juni 2026 secara online melalui laman spmb.jatengprov.go.id.

Tahapan diawali dengan pembuatan akun pada 3–12 Juni 2026, verifikasi berkas dan aktivasi akun 4–13 Juni 2026, kemudian pendaftaran dan pemilihan sekolah 15–18 Juni 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 21 Juni 2026 dan tahun ajaran baru dimulai 13 Juli 2026.

Untuk SMA Negeri, penerimaan dibagi melalui jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Sedangkan SMK Negeri menggunakan seleksi prestasi, afirmasi, dan domisili terdekat.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga masih membuka peluang pendidikan vokasi melalui tiga SMK boarding di Semarang, Pati, dan Purbalingga serta 15 SMK semi boarding di berbagai wilayah Jawa Tengah dengan total kuota 759 kursi.

Sunarto menyebut, pemerintah juga menyiapkan posko layanan dan call center di seluruh cabang dinas pendidikan guna membantu masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung.

“Semua layanan kami siapkan agar masyarakat mendapatkan kemudahan akses informasi dan pendampingan selama proses SPMB,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya