TNI AL Klaim Selamatkan 25 Juta Jiwa dari Ancaman Narkoba Jalur Laut

FOLKSTIME.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengklaim berhasil menyelamatkan sekitar 25 juta jiwa masyarakat Indonesia melalui penggagalan berbagai upaya penyelundupan narkoba di wilayah perairan Indonesia sepanjang 2025.

Keberhasilan tersebut diungkap Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Denih Hendrata, dalam jumpa pers di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/05/2026).

Menurut Denih, capaian besar itu merupakan hasil sinergi lintas instansi yang terus diperkuat dalam memberantas jaringan narkotika internasional yang memanfaatkan jalur laut Indonesia.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara TNI Angkatan Laut dengan Bea Cukai, Polri, Bakamla RI, pemerintah daerah, instansi terkait lainnya, serta masyarakat,” kata Denih.

Ia menjelaskan, pengungkapan terbesar kasus penyelundupan narkoba melalui jalur laut terjadi pada Juni 2025. Dalam operasi tersebut, jumlah narkoba yang berhasil diamankan diperkirakan mampu menyelamatkan hingga 24.488.162 jiwa.

Denih mengungkapkan, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengelabui aparat. Mulai dari memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan kecil yang minim pengawasan hingga melakukan transaksi di tengah laut dengan jaringan lain.

Untuk mengantisipasi pola penyelundupan tersebut, TNI AL mengerahkan seluruh kekuatan armadanya, termasuk Koarmada, pangkalan TNI AL (Lanal), hingga pos-pos pengamanan laut di berbagai wilayah Indonesia.

Patroli laut intensif disebut terus dilakukan guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional yang mencoba masuk melalui perairan Indonesia.

Tak hanya sepanjang 2025, operasi pemberantasan narkoba juga masih berlangsung selama 2026. Hingga Mei 2026, TNI AL mengklaim telah menyelamatkan sedikitnya 6.715 jiwa dari penggagalan peredaran narkoba di laut.

Selain itu, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut turut berperan dalam menggagalkan penyelundupan narkoba yang diperkirakan menyelamatkan 51.588 jiwa sepanjang 2026.

Denih memastikan TNI AL akan terus memperkuat pengamanan laut melalui peningkatan operasi patroli, deteksi dini, hingga penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan maritim.

“Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasi, deteksi dini, cegah dini, dan tindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan maritim di wilayah perairan Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada aparat demi memutus rantai peredaran narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa.

Artikel Menarik Lainnya