Semarang Borong 6 WBTB Nasional Jelang HUT ke-479, Dari Wingko Babat hingga Barongsai

FOLKSTIME.ID – Pengakuan terhadap Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kota Semarang kembali ditegaskan melalui perolehan enam penghargaan tingkat nasional yang diserahkan dalam kegiatan revitalisasi ekosistem kebudayaan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Agenda tersebut digelar di kawasan Kabupaten Semarang pada Selasa malam dan dihadiri sejumlah perwakilan daerah.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk legitimasi negara terhadap karya budaya yang telah melalui proses kurasi dan verifikasi ketat. Penyerahan apresiasi dilakukan kepada perwakilan Pemerintah Kota Semarang yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai simbol pengakuan atas kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan.

Kehadiran unsur pemerintah daerah diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang ditugaskan untuk menerima penghargaan atas nama Wali Kota Semarang. Momentum ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi kota sebagai pusat kebudayaan berbasis keberagaman.

“Penetapan enam karya budaya ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda nasional adalah bentuk penghormatan negara terhadap identitas masyarakat kota Semarang. Ini sekaligus menjadi kado bagi kami menjelang peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang tanggal 2 Mei nanti,” ungkap Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Ragam Budaya Jadi Representasi Akulturasi

Enam karya budaya yang telah ditetapkan mencakup sektor kuliner tradisional hingga seni pertunjukan dan ekspresi budaya lintas etnis. Produk seperti Wingko Babat, Ganjel Rel, Bubur Khoja, serta Lam Kowan masuk dalam kategori kuliner, sementara Barongsai dan Kaligrafi China mewakili seni budaya yang berkembang di tengah masyarakat multikultural.

Keberagaman tersebut dinilai sebagai refleksi akulturasi yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Identitas kota tidak hanya dibentuk oleh budaya lokal semata, tetapi juga oleh interaksi berbagai etnis yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Kami merasa sangat bangga karena tahun ini kota Semarang mendominasi dengan enam karya yang diakui sekaligus. Mulai dari kudapan seperti Wingko Babat dan Ganjel Rel hingga seni Barongsai dan Kaligrafi China, semuanya membuktikan bahwa ekosistem kebudayaan kita sangat inklusif. Penghargaan ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus menggali potensi budaya lain yang masih tersembunyi,” tambahnya.

Dampak ke Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pencapaian tersebut disebut tidak terlepas dari konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman. Proses panjang yang dilalui sejak tahap pengusulan hingga penetapan menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Selain sebagai bentuk pengakuan, status WBTB juga diyakini akan memberikan dampak terhadap peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Produk budaya yang telah diakui secara nasional dinilai memiliki nilai tambah dalam menarik minat wisatawan.

“Dengan status WBTB ini, kuliner seperti Bubur Khoja dan Lam Kowan kini memiliki posisi tawar yang lebih tinggi sebagai daya tarik wisata kuliner. Kami ingin masyarakat dunia melihat Semarang sebagai kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga sangat kaya akan keragaman etnis dan tradisi yang terpelihara dengan sangat baik,” pungkasnya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyoroti tegas praktik parkir liar yang mematok tarif hingga Rp40 ribu di kawasan Kota Lama Semarang. Ia menilai pungutan tersebut meresahkan wisatawan dan mencoreng citra destinasi unggulan Kota Semarang. Menurut Agustina, kawasan Kota Lama seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan ramah bagi pengunjung. Namun, ulah oknum juru parkir tidak resmi justru menciptakan pengalaman negatif bagi wisatawan yang datang. Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, akan memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku parkir liar. Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan dinas terkait juga akan ditingkatkan untuk memastikan sistem parkir berjalan sesuai aturan. #semarang #kotalama #parkir #viral

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya