Kartini “Hidup” di Bandara Semarang: Fashion Show Monokrom & Tari Dugderan Sulap Terminal Jadi Panggung Budaya

FOLKSTIME.IDSemangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini kembali dihidupkan dalam balutan modern di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Dalam rangka peringatan Hari Kartini, sebuah gelaran budaya bertajuk “Kartini Masa Kini Bersinar di Bandara Semarang melalui Gelaran Fashion Show dan Tarian Nusantara” telah dihadirkan dan disambut antusias oleh para penumpang serta pengunjung.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (21/4) tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas nasional di ruang publik modern. Kolaborasi antara PT Angkasa Pura Indonesia, Anantari Boutique, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang telah dilakukan untuk menghadirkan pengalaman berbeda di tengah aktivitas perjalanan udara.


Fashion Show Kartini Masa Kini Jadi Daya Tarik Utama

Suasana terminal keberangkatan telah disulap menjadi panggung budaya yang dinamis. Fashion show bernuansa monokrom ditampilkan dengan elegan oleh para model binaan Denok Kenang, yang merupakan representasi generasi muda kreatif Kota Semarang.

Busana yang diperagakan tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga dinilai sebagai simbol transformasi perempuan Indonesia masa kini anggun, berdaya, dan berkarakter kuat.

“Kegiatan yang berlangsung di area terminal keberangkatan ini menampilkan fashion show busana bernuansa monokrom yang diperagakan oleh para model binaan Denok Kenang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Selain itu, pengunjung bandara turut disuguhkan pertunjukan tari tradisional khas Semarang bertajuk Dugderan yang memukau serta kaya akan nilai budaya,” ujar General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto.


Tarian Dugderan Hidupkan Nuansa Budaya di Bandara

Tidak hanya fashion show, pertunjukan tari tradisional Dugderan juga telah dipentaskan dan berhasil mencuri perhatian. Tarian khas Semarang tersebut sarat akan nilai historis dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Gerakan dinamis dan kostum yang penuh warna telah memberikan pengalaman visual yang kuat bagi para penonton. Nuansa budaya pun terasa semakin kental meski berada di lingkungan bandara yang identik dengan mobilitas tinggi.

Atraksi budaya ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkenalkan kekayaan seni Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

@folkstime.id

FOLKSTIME- Klarifikasi Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 berjanji tidak akan mengulanginya lagi sikap yang bukan identik dengan pesepakbola profesional. Paslanya, ia dirujak netizen di media sosial setelah melakukan tendangan kungfu ke salah satu pemain Dewa United U-20. Peristiwa tersebut terjadi pada pekan ke-32 Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Fadly Alberto meminta maaf karena perilakunya menimbulkan momen yang sangat merugikan untuk sepak bola Indonesia. #pssi #alberto #timnas #indonesia

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Momentum Hari Kartini untuk Inspirasi Perempuan Indonesia

Peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkembang.

Semangat perjuangan Kartini telah diangkat kembali melalui kegiatan ini, yang dirancang untuk mendorong perempuan agar aktif berkarya dan berkontribusi di berbagai bidang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan semangat Kartini masa kini yang tidak hanya anggun dalam penampilan, tetapi juga kuat dalam berkarya serta berkontribusi dalam melestarikan budaya bangsa,” ucap Sulistyo Yulianto.


Antusiasme Pengunjung Tinggi, Budaya Jadi Daya Tarik Baru

Sepanjang acara berlangsung, antusiasme tinggi telah ditunjukkan oleh penumpang dan pengunjung bandara. Momen-momen menarik banyak diabadikan melalui kamera ponsel, sementara apresiasi juga diberikan atas inisiatif menghadirkan budaya di ruang publik transportasi.

Kehadiran acara ini dinilai mampu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan. Bandara tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi juga ruang interaksi budaya yang hidup.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, komitmen Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai penyedia jasa kebandarudaraan sekaligus ruang promosi budaya telah ditegaskan.(tya)

Artikel Menarik Lainnya