SIP Nakes Semarang Kini Bisa Terbit Satu Jam, Pemkot Luncurkan Layanan L1ON

FOLKSTIME.ID – Pengurusan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga kesehatan di Kota Semarang kini dipastikan hanya membutuhkan waktu satu jam melalui layanan One Hour Named dan Nakes (L1ON) yang diluncurkan Pemerintah Kota Semarang, Jumat (29/5).

Percepatan layanan SIP tenaga kesehatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari reformasi birokrasi pelayanan publik di bidang kesehatan yang sebelumnya memerlukan waktu hingga empat hari kerja. Sistem baru itu diterapkan untuk memangkas antrean administrasi tanpa mengurangi proses verifikasi kompetensi tenaga kesehatan.

Kebijakan percepatan izin praktik nakes itu diperkenalkan saat kegiatan peluncuran L1ON di Padma Plaza Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng diwakili Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto dalam agenda tersebut.

“Kalau dulu ada jargon lama birokrasi yang berbunyi ‘kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah’, maka kalimat itu sama sekali tidak berlaku lagi di Kota Semarang. Hari ini kami buktikan bahwa pengurusan izin praktik dijamin selesai dalam waktu satu jam,” kata Handi Priyanto saat membacakan pernyataan Wali Kota Semarang.

Menurutnya, hambatan utama dalam penerbitan SIP selama ini bukan berasal dari kompetensi tenaga kesehatan, melainkan panjangnya alur administrasi dalam sistem lama yang dinilai tidak efisien.

Reformasi Layanan SIP Nakes

Melalui layanan L1ON, proses penerbitan SIP tenaga kesehatan disebut telah dirancang lebih ringkas dengan mengandalkan integrasi data digital nasional. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan publik di sektor kesehatan dapat berlangsung lebih cepat dan akurat.

“SIP ini adalah fondasi legalitas bahwa orang yang menangani pasien benar-benar memiliki kewenangan, terverifikasi, dan bisa dimintai pertanggungjawaban hukum,” ujar Handi.

Ia menegaskan, keberadaan SIP bukan hanya menjadi kebutuhan administratif bagi tenaga kesehatan, tetapi juga berfungsi sebagai perlindungan hukum bagi tenaga medis dan jaminan keselamatan pasien.

Dalam pelaksanaannya, sistem L1ON didukung integrasi platform nasional seperti Satu Sehat dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK). Integrasi tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat validasi dan verifikasi data pemohon izin praktik.

Kolaborasi lintas sektor juga disebut telah dilakukan antara Dinas Kesehatan Kota Semarang, DPMPTSP Kota Semarang, Kementerian PAN-RB, serta Kementerian Kesehatan RI untuk memastikan proses penerbitan SIP berjalan lebih akurat dan efisien.

Jadi Kado Hari Jadi Kota Semarang

Program L1ON turut dimasukkan sebagai salah satu dari 17 Kado Hebat Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Program itu disiapkan khusus untuk mendukung tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas dan legal adalah hak setiap warga negara. Saya berharap inovasi L1ON ini menjadi standardisasi baru pelayanan publik di Kota Semarang,” lanjutnya.

Kemudahan pengurusan SIP tenaga kesehatan tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Semarang. Dengan kepastian hukum dan administrasi yang lebih cepat, tenaga kesehatan dinilai dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemkot Semarang juga berharap sistem layanan satu jam tersebut dapat dijalankan secara konsisten dan menjadi model pelayanan publik berbasis digital di daerah lain.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 1.098 sapi kurban untuk Iduladha 2026 dengan total anggaran APBN mencapai Rp100 miliar. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan harga sapi berbeda di tiap daerah karena dipengaruhi bobot dan lokasi pembelian. Khusus di Masjid Istiqlal, Presiden menyumbangkan sapi jenis Simental berbobot 1,3 ton untuk perayaan Iduladha tahun ini. #PrabowoSubianto #Iduladha2026 #SapiKurban #KurbanPresiden #sapipresiden

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya