Susbanpim Jadi Kawah Candradimuka Banser, Shidqon Prabowo Serukan Lahirnya Pemimpin Penjaga Bangsa

FOLKSTIME.IDKader-kader terbaik Banser dari berbagai penjuru Indonesia mulai ditempa dalam Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdiklat Binmas/Lemdiklat Polri Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).

Pembukaan pendidikan elite Banser itu berlangsung penuh semangat setelah Ketua GP Ansor Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Nasional, M Shidqon Prabowo, menyerukan pentingnya melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam organisasi, tetapi juga siap menjadi penjaga umat dan bangsa.

Di hadapan 105 peserta dari Aceh, Sumatera, Kalimantan, Bali, NTB, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Jawa Tengah, Shidqon menegaskan bahwa Susbanpim merupakan ruang pembentukan pemimpin masa depan Banser yang telah melewati proses seleksi panjang dan ketat.

Menurutnya, para peserta bukan sekadar kader biasa, melainkan sosok-sosok pilihan yang dipersiapkan untuk memegang tanggung jawab besar di masa depan.

“Untuk mencapai tahapan calon Perwira Tinggi ini, sahabat-sahabat telah lolos seleksi secara alamiah dari jutaan kader Banser di seluruh dunia. Maka saya tegaskan, panjenengan semua adalah kader terpilih dan kader istimewa!” tegasnya disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Berintegritas, Berwawasan dan Responsif”, Susbanpim Angkatan VIII digelar selama 12–17 Mei 2026. Pendidikan tersebut diarahkan untuk mencetak kader Banser yang mampu bergerak cepat menghadapi tantangan sosial, kebangsaan, dan dinamika zaman.

Shidqon menekankan bahwa Banser membutuhkan pemimpin yang memiliki keteguhan moral, kecakapan berpikir, serta keberanian mengambil keputusan demi kepentingan umat dan negara.

“Susbanpim ini bukan hanya mencetak pemimpin organisasi. Kita sedang membentuk kader yang kuat moralitasnya, luas cara pandangnya, cepat bertindak untuk umat, dan siap menjaga bangsa,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Shidqon juga mengungkap bahwa Banyubiru dipilih bukan semata karena faktor teknis, melainkan melalui proses spiritual dan istikharah yang dilakukan bersama jajaran PW GP Ansor Jawa Tengah.

Ia menyebut, dalam proses tersebut pihaknya berulang kali mendapatkan isyarah mengenai simbol Polri yang berada di kawasan pegunungan dan rawa, yang kemudian diyakini merujuk pada lokasi Pusdiklat Binmas Lemdiklat Polri Banyubiru.

“Karena itu kami meyakini tempat ini adalah tempat pilihan yang ditunjukkan Allah SWT untuk melahirkan pemimpin-pemimpin Banser masa depan,” katanya.

Keyakinan itu membuat Banyubiru disebut sebagai “kawah candradimuka” tempat lahirnya kader-kader Banser yang presisi, disiplin, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Kita ditempa di ruang yang istimewa, di provinsi yang istimewa, maka kita harus lulus dengan hasil yang istimewa!” serunya penuh semangat.

Shidqon juga menegaskan komitmen GP Ansor Jawa Tengah untuk tetap berada dalam satu garis perjuangan bersama pimpinan pusat GP Ansor dan Kasatkornas Banser guna memperkuat sistem kaderisasi nasional.

“Kami sampaikan, Jawa Tengah selalu siap satu komando Ketua Umum,” tandasnya.

Di akhir sambutan, ia meminta seluruh peserta menjalani setiap tahapan pendidikan dengan kedisiplinan dan kesungguhan penuh agar mampu membuktikan diri sebagai pemimpin yang layak menjadi pelayan umat.

“Tunjukkan kepada seluruh kader Ansor Banser bahwa panjenengan layak disebut pemimpin sekaligus khodimul ummah, pelayan umat!” pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya