Tampil Memukau di Kendal, Fairuz asal Cepu Raih Juara Solo Majoret Jawa Tengah

FOLKSTIME.ID – Bintang Solo Majoret asal Cepu, Fairuz Alfino Arsa Joeniar, berhasil dinobatkan sebagai juara dalam ajang Jateng Open Drumband dan Marching Band Competition 2026 yang digelar di Kendal Sport Centre, Minggu (17/5/2026). Prestasi tersebut diraih setelah penampilannya dinilai unggul dalam aspek visual, musikalitas, serta teknik solo majoret di tingkat provinsi Jawa Tengah.

Kompetisi drumband tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Persatuan Drum Band Indonesia Jawa Tengah itu diikuti 31 kontingen dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Ajang tersebut turut menjadi perhatian karena mempertemukan atlet-atlet muda drumband terbaik dari kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

Nama Fairuz Alfino Arsa Joeniar, siswa SMP Negeri 2 Cepu, disebut menjadi salah satu peserta yang tampil mencuri perhatian juri sejak awal perlombaan. Penampilan energik dan penuh ekspresi yang diperagakan di arena Kendal Sport Centre dinilai mampu menunjukkan kualitas solo majoret yang matang.

“Harapan kami, peserta bisa tampil dengan kemampuan terbaik, sehingga hasilnya sesuai harapan,” ujar Dyah Kartika Permanasari saat membuka Jateng Open Drumband dan Marching Band Competition 2026. Ia menegaskan, kemampuan teknis, kreativitas, kekompakan, hingga mental bertanding menjadi faktor penting dalam olahraga drumband.

Perjalanan Fairuz Menuju Juara Provinsi

Prestasi yang diraih Fairuz disebut bukan diperoleh secara instan. Siswa asal Cepu, Kabupaten Blora itu diketahui telah aktif mengikuti kompetisi drumband sejak duduk di bangku kelas 7 SMP dan beberapa kali meraih penghargaan tingkat kabupaten.

Kemenangan di ajang tingkat provinsi tersebut disebut menjadi pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya di dunia drumband dan solo majoret. Latihan rutin dan dukungan dari lingkungan sekolah dinilai menjadi faktor penting di balik keberhasilannya.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia bisa meraih juara di tingkat provinsi. Ini adalah impian saya sejak lama,” kata Fairuz Alfino Arsa Joeniar usai menerima penghargaan.

Ia menyampaikan bahwa dukungan keluarga, guru, serta rekan-rekan sekolah memiliki peran besar dalam proses persiapannya menghadapi kompetisi tingkat Jawa Tengah tersebut.

“Dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman di SMP 2 Cepu sangat berarti. Mereka selalu memotivasi saya untuk terus berlatih dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Drumband Dinilai Jadi Cabang Olahraga Berprestasi

Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, drumband kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki peluang prestasi besar di tingkat nasional.

“Kejuaraan ini merupakan langkah bagus untuk meraih prestasi,” kata Sujarwanto.

Ia juga menyebut cabang olahraga drumband Jawa Tengah sebelumnya berhasil menyumbangkan dua medali emas pada PON ke-22 di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024.

Menurut Fairuz, drumband tidak hanya mengajarkan teknik pertunjukan, namun juga membentuk karakter disiplin dan mental bertanding. Pengalaman selama latihan dan perlombaan disebut menjadi proses pembelajaran penting dalam kehidupannya.

“Drumband mengajarkan saya banyak hal, mulai dari disiplin, kerja sama tim, hingga bagaimana menghadapi tekanan dan bangkit dari kegagalan,” ungkapnya.

“Setiap latihan adalah proses belajar, dan setiap penampilan adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Yang terpenting adalah menikmati setiap momen dan selalu menjunjung tinggi sportivitas,” sambung Fairuz.

Inspirasi Generasi Muda

Keberhasilan Fairuz di ajang Jateng Open Drumband dan Marching Band Competition 2026 disebut menjadi kebanggaan bagi sekolah dan masyarakat Cepu, Kabupaten Blora. Prestasi tersebut juga diharapkan mampu memotivasi pelajar lain untuk mengembangkan bakat di bidang seni pertunjukan dan olahraga drumband.

“Jangan pernah ragu untuk mencoba hal baru dan jangan takut gagal. Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga. Teruslah berlatih, percaya pada diri sendiri, dan yang paling penting, nikmati prosesnya,” pesan Fairuz.(tya)

@folkstime.id

Folkstime.id- Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang pada Jumat (15/5/2026) petang membuat sungai Silandak, Semarang Barat tak mampu menampung air. Hingga meluap ke rumah warga. #banjir #banjirsemarang #semarang #sungaisilandak #sungaimeluap

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya