FOLKSTIME.ID – Banjir kembali merendam wilayah Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan dan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Jumat (15/5) malam, setelah tanggul Sungai Plumbon dilaporkan jebol dan limpasan Sungai Beringin meluap ke permukiman warga.
Seorang warga lanjut usia di Mangkang Kulon dinyatakan hilang diduga tersapu arus banjir, sementara seorang warga lain di Wonosari harus dievakuasi ke rumah sakit akibat mengalami dislokasi bahu saat menyelamatkan barang berharga dari rumahnya yang terendam air.
Ratusan rumah, fasilitas umum hingga akses lingkungan warga terdampak banjir yang kembali berulang di kawasan pesisir barat Kota Semarang tersebut. Di sejumlah titik, genangan dilaporkan mencapai lebih dari satu meter.
“Tititk terparah ada di RW 2 Perumahan Gunungjati, dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter,” ujar Lurah Wonosari, Muhammad Tiqfar.
Ia mengatakan banjir di Wonosari terjadi akibat limpasan dua sungai, yakni Sungai Beringin dan Sungai Plumbon. Kawasan terdampak disebut tersebar di RW 1, RW 2, RW 6 dan RW 7.
“Selain rumah warga, ada fasilitas umum yang ikut terdampak seperti masjid, taman kanak-kanak dan SD Wonosari 01,” katanya.
Menurut Tiqfar, seorang warga di RW 2 harus dilarikan ke RSUD Tugurejo setelah terjatuh ketika mencoba menyelamatkan barang-barang dari genangan banjir.
“Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tugurejo karena mengalami dislokasi bahu,” tuturnya.
Tanggul Sungai Plumbon Jebol
Di wilayah Mangkang Kulon, banjir disebut dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Plumbon sepanjang sekitar 40 meter. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima RW dilaporkan terendam.
Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi, menyebut banjir merata terjadi dari RW 1 hingga RW 5 dengan total 313 kepala keluarga terdampak.
“Di Mangkang Kulon ini merata, dari RW 1 sampai RW 5, dengan jumlah KK yang terdampak 313 KK,” ujarnya.
Selain merendam rumah warga, satu orang lansia bernama Maryam, warga RT 1 RW 1, hingga kini masih dalam pencarian setelah diduga tersapu arus banjir.
“Ada pula warga kami yang hilang, saat ini masih dilakukan pencarian karena diduga tersapu air banjir,” katanya.
Rumah korban diketahui berada tepat di depan lokasi tanggul yang jebol. Hingga Jumat malam, proses pencarian masih dilakukan oleh warga bersama petugas gabungan.
Mirzaq mengatakan penanganan darurat akan dilakukan melalui pemasangan sand bag dan trucuk bambu dengan dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai.
“Penanganan tanggul nanti akan ada bantuan dari BBWS untuk memasang sand bag dan trucuk bambu. Kita juga lakukan pembersihan di area terdampak,” jelasnya.
DPRD Soroti Normalisasi Sungai Plumbon
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, menilai banjir akibat jebolnya Sungai Plumbon yang terus berulang perlu segera ditangani secara permanen melalui normalisasi sungai.
“Ini jebolnya bergeser ke arah selatan. Dua pekan lalu juga jebol. Sekarang ada warga yang hanyut dan masih dicari,” kata pria yang akrab disapa Pilus saat meninjau lokasi banjir.
Menurutnya, warga mulai merasa cemas karena banjir terus terjadi setiap hujan deras dan tanggul sungai kembali mengalami kerusakan.
“Harapan warga adanya normalisasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Bahkan sekarang sampai memakan korban,” ujarnya.
Ia mengungkapkan rencana normalisasi Sungai Plumbon sebenarnya pernah dibahas beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.
“Mudah-mudahan segera direspons. Kalau jebol memang langsung ditambal, tapi ini terus berulang. Jalan keluarnya memang harus dilakukan normalisasi,” pungkasnya.(tya)







