FOLKSTIME.ID – Program pengembangan talenta digital berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui IndonesiaNEXT ke-10 kembali digelar oleh Telkomsel untuk menjawab kebutuhan industri yang terus meningkat, sekaligus menyiapkan mahasiswa Indonesia menjadi talenta digital masa depan yang siap kerja.
Memasuki satu dekade pelaksanaan, program IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, serta telah mencetak lebih dari 9.000 talenta digital bersertifikat industri.
Penguatan kurikulum berbasis AI disebut telah dilakukan guna menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, seiring meningkatnya adopsi teknologi Artificial Intelligence di berbagai sektor bisnis.
“Telkomsel berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui IndonesiaNEXT. Program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan pembelajaran berbasis AI yang aplikatif, eksposur langsung terhadap perspektif industri, serta proses pendampingan yang konsisten,” ujar Gamada, GM Mobile Consumer Business Region Jateng-DIY.
Penguatan Kurikulum Berbasis AI
Program IndonesiaNEXT ke-10 diketahui telah diperkuat dengan sejumlah pendekatan baru yang difokuskan pada kesiapan karier peserta di era digital.
Sejumlah skema pembelajaran berbasis praktik telah disiapkan, mulai dari hackathon untuk menyelesaikan tantangan digital secara kreatif, hingga role-oriented tutoring yang memungkinkan peserta merasakan langsung ritme kerja sesuai peran yang dipilih.
Selain itu, pembekalan juga diberikan melalui career coaching yang membuka akses ke jaringan industri, serta sesi 1-on-1 mentoring bersama pakar berpengalaman untuk mempercepat penguasaan keterampilan.
Pendekatan berbasis peran juga terus diterapkan, di mana peserta dibina sebagai Hustler (Project Manager), Hipster (UI/UX Designer), dan Hacker (Programmer) dalam ekosistem pembelajaran terstruktur.
Kesenjangan Talenta Digital Masih Terjadi
Kebutuhan talenta digital di Indonesia disebut masih sangat tinggi, dengan estimasi mencapai sekitar 400 ribu tenaga baru setiap tahun.
Di sisi lain, sekitar 70 persen perusahaan telah mulai mengadopsi teknologi AI dalam operasional bisnis mereka, sementara integrasi AI di dunia pendidikan tinggi dinilai masih terbatas.
Kondisi tersebut dinilai telah menciptakan kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kesiapan lulusan, sehingga program seperti IndonesiaNEXT diposisikan sebagai jembatan penghubung antara keduanya.
Roadshow Kampus Nasional Digelar
Pelaksanaan IndonesiaNEXT ke-10 telah diawali melalui rangkaian roadshow ke sejumlah kampus nasional.
Kegiatan tersebut dimulai di Institut Teknologi Bandung pada 14 April 2026, kemudian dilanjutkan ke Universitas Gadjah Mada pada 30 April 2026.
Roadshow berikutnya dijadwalkan berlangsung di BINUS University Bekasi pada 7 Mei 2026, serta di Universitas Brawijaya pada 12 Mei 2026.
Kegiatan ini disebut sebagai upaya mendekatkan akses pengembangan talenta digital langsung ke lingkungan kampus.
Target Talenta Siap Industri
Pada tahap akhir program, peserta terbaik akan diseleksi dan ditetapkan dalam sejumlah kategori, yakni The Best Hustler, The Best Hipster, The Best Hacker, serta tim dengan solusi paling inovatif.
Seleksi dilakukan secara berlapis melalui tahapan placement test, ideation bootcamp, hingga digitalent academy, dengan fokus pada pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Program ini juga diarahkan untuk menghasilkan individu dengan tingkat komitmen tinggi terhadap industri digital, serta memiliki kesiapan kerja yang terukur melalui sertifikasi lanjutan.
Pendaftaran Dibuka hingga Akhir Mei
Pendaftaran IndonesiaNEXT ke-10 telah dibuka hingga 31 Mei 2026 dan dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Telkomsel.
“Memasuki satu dekade perjalanan IndonesiaNEXT, program ini ingin terus dipastikan relevan dan berdampak melalui pengalaman pembelajaran menyeluruh, dari penguatan kompetensi AI hingga kesiapan karier,” kata Gamada.
Program tersebut diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penciptaan talenta digital unggul. (tya)







