
Peremajaan 132 armada Trans Semarang sepanjang 2026 menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Dinas Perhubungan Kota Semarang meraih Transportasi Indonesia Award 2026.
FOLKSTIME.ID – Peremajaan armada Trans Semarang yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan mengantarkan instansi tersebut meraih penghargaan tingkat nasional pada ajang Transportasi Indonesia Award 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya peningkatan layanan transportasi publik yang dilakukan secara berkelanjutan di Kota Semarang.
Penghargaan tersebut diterima Dinas Perhubungan Kota Semarang dalam acara yang digelar di Gedung Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (30/7). Capaian itu dinilai menjadi pengakuan atas berbagai langkah pembenahan yang dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan hingga percepatan peremajaan armada Trans Semarang.
Peremajaan armada Trans Semarang menjadi salah satu fokus utama yang terus dipercepat pada 2026. Dari total 284 unit armada yang beroperasi, sebanyak 132 unit ditargetkan diremajakan sepanjang tahun ini, termasuk pengadaan 27 unit bus besar listrik sebagai bagian dari transformasi transportasi publik yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik sekaligus mempercepat program peremajaan armada Trans Semarang.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas berbagai upaya pembenahan yang terus kami lakukan. Karena itu, kami akan terus melanjutkan peningkatan kualitas pelayanan, termasuk mempercepat peremajaan armada agar masyarakat semakin merasakan layanan Trans Semarang yang aman, nyaman, dan andal,” kata Danang.
Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 73 unit armada telah berhasil diremajakan atau sekitar 55 persen dari target tahunan. Armada yang telah diperbarui merupakan bus berbahan bakar diesel dengan spesifikasi pelayanan yang lebih modern, sedangkan pengadaan bus besar listrik akan dilakukan secara bertahap sesuai rencana yang telah disusun.
Menurut Danang, program peremajaan armada tidak hanya dilakukan untuk mengganti kendaraan yang telah berusia tua, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari transformasi sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Tahun ini kami menargetkan peremajaan 132 armada, termasuk 27 bus besar listrik. Hingga akhir Juli, sebanyak 73 armada atau sekitar 55 persen target telah direalisasikan. Kami optimistis seluruh target dapat tercapai sehingga layanan Trans Semarang semakin modern, nyaman, aman, sekaligus lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain modernisasi armada, peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga terus diperkuat. Berbagai fasilitas telah disediakan, di antaranya ruang khusus pengguna kursi roda di setiap armada, pengoperasian bus ramah disabilitas di sejumlah koridor, penyediaan jalur akses di halte, hingga pengembangan halte berkonsep low deck agar lebih mudah diakses seluruh pengguna layanan.
Upaya tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan transportasi publik yang inklusif melalui program Semarang Inklusif. Sebelumnya, Trans Semarang juga telah memperoleh Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2024 untuk kategori Transportasi Ramah Disabilitas sebagai bentuk apresiasi terhadap layanan yang mengedepankan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peningkatan kualitas layanan Trans Semarang dipastikan akan terus dilanjutkan melalui percepatan modernisasi armada, penguatan fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta pengembangan berbagai inovasi pelayanan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi publik yang aman, nyaman, mudah diakses, serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Kota Semarang.(tya)
