
Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperkuat diplomasi bahasa Indonesia di China melalui pengiriman dua dosen sebagai visiting lecturer di Fuzhou University.
FOLKSTIME.ID – Diplomasi bahasa Indonesia di tingkat internasional kembali diperkuat melalui pengiriman dua dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai dosen tamu di Fuzhou University, China. Program visiting lecturer tersebut dilaksanakan pada 30 Juni hingga 1 Juli 2024 sebagai bagian dari pengembangan kerja sama akademik sekaligus penguatan Bahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi luar negeri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dr. Imam Baehaqie dari Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia serta Dr. Wati Istanti dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES. Selama berada di Fuzhou University, materi bahasa Indonesia dan budaya Indonesia diberikan kepada sivitas akademika sebagai bagian dari diplomasi bahasa dan penguatan jejaring pendidikan.
Kunjungan akademik itu turut disambut oleh Dekan School of Law Fuzhou University, Prof. Li Zhi, bersama Kepala International Office, Prof. Shao. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas peluang pengembangan kerja sama pendidikan, penelitian, serta penguatan pembelajaran bahasa Indonesia yang berkaitan dengan studi hukum internasional.
“Kegiatan ini menjadi inisiasi kolaborasi kerja sama khususnya untuk bidang bahasa hukum, mengingat di School of Law, Fuzhou University memiliki mata kuliah Hukum Internasional,” kata Dr. Wati Istanti.
Menurut Wati, penguatan bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung pemahaman mahasiswa asing terhadap sistem hukum Indonesia. Bahasa dinilai menjadi pintu masuk untuk memahami budaya, norma, serta karakter hukum yang berkembang di suatu negara.
“Pengenalan bahasa dan budaya Indonesia bagi mahasiswa Fuzhou University perlu diberikan untuk membekali mereka memahami konteks hukum tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Fakultas Hukum Fuzhou University telah memiliki perhatian terhadap kajian hukum internasional, termasuk berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan Indonesia. Karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia dipandang sebagai kebutuhan akademik yang mendukung proses pembelajaran lintas negara.
Kerja sama akademik yang mulai dijajaki tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bentuk pertukaran dosen, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, maupun peningkatan kapasitas mahasiswa di bidang bahasa dan hukum internasional.
UNNES sendiri selama ini dikenal memiliki komitmen dalam memperluas diplomasi budaya melalui pengembangan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Berbagai program internasional secara konsisten telah dijalankan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat dunia.
Melalui pusat studi BIPA, pengajar UNNES secara berkala telah dikirim ke berbagai negara guna memperkuat pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi mitra. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi.
Selain mengirim dosen, mahasiswa UNNES juga telah diberangkatkan mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional. Dalam program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalani perkuliahan, tetapi juga berperan mengenalkan bahasa serta budaya Indonesia kepada sivitas akademika di universitas tujuan.
Penguatan diplomasi bahasa melalui kolaborasi internasional tersebut diharapkan semakin memperluas pengakuan bahasa Indonesia di dunia akademik global sekaligus membuka peluang kerja sama pendidikan yang berkelanjutan antara UNNES dan Fuzhou University.(tya)

1 thought on “UNNES Perkuat Diplomasi Bahasa Indonesia di China, Fuzhou University Siapkan Kolaborasi Hukum Internasional”