• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

WTP ke-10 Kota Semarang, Agustina: APBD Bukan Sekadar Angka, Harus Kembali Menjadi Manfaat untuk Warga

setiawan by setiawan
11 Juni 2026
in Semarang
1
Pemerintah Kota Semarang kembali meraih opini WTP dari BPK RI atas LKPD 2025 untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.
Pemerintah Kota Semarang kembali meraih opini WTP dari BPK RI atas LKPD 2025 untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.

Pemerintah Kota Semarang kembali meraih opini WTP dari BPK RI atas LKPD 2025 untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kembali diraih Pemerintah Kota Semarang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, sehingga capaian tersebut menandai keberhasilan Kota Semarang mempertahankan predikat tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah selama 10 kali berturut-turut.

Raihan WTP Kota Semarang tersebut dinilai memperlihatkan bahwa tata kelola keuangan daerah telah dijalankan secara akuntabel, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga disebut terus diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Capaian WTP 10 kali berturut-turut itu diterima Pemerintah Kota Semarang setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025 diserahkan oleh BPK RI kepada jajaran pemerintah daerah, Rabu (11/6).

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang, DPRD, dan berbagai pihak yang terus mengawal jalannya pemerintahan. Namun bagi saya, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan WTP, melainkan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya,” ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng usai menerima LHP BPK.

Menurut Agustina, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah tidak boleh dipandang hanya sebagai keberhasilan administratif. Anggaran daerah, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.

Siapkan Tenaga Kerja Unggul Industri Otomotif, Pos AHASS TEFA Resmi Beroperasi di SMK Muhammadiyah 3 Weleri 

APBD Diarahkan untuk Program Prioritas

Sepanjang tahun 2025, anggaran daerah disebut telah diarahkan pada sejumlah program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program tersebut meliputi pembangunan jalan dan drainase, penanganan banjir, peningkatan kualitas permukiman, pelayanan kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga perlindungan sosial.

Berbagai program tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memastikan manfaat APBD dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Kota Semarang.

“Warga ingin melihat jalan yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, pelayanan yang semakin cepat, serta kesempatan ekonomi yang semakin terbuka. Karena itu saya selalu menekankan bahwa setiap rupiah APBD harus bekerja untuk rakyat dan hasilnya harus bisa dirasakan masyarakat,” tegas Agustina.

Ia menilai, ukuran keberhasilan tata kelola keuangan daerah bukan ditentukan oleh banyaknya penghargaan yang diperoleh pemerintah maupun tebalnya laporan keuangan yang dihasilkan. Sebaliknya, manfaat nyata yang diterima masyarakat disebut menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan anggaran.

Tata Kelola Keuangan Jadi Fondasi Pembangunan

Lebih lanjut, pengelolaan keuangan yang sehat disebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan Kota Semarang. Dengan kemampuan fiskal yang kuat, berbagai kebutuhan masyarakat dinilai dapat dijawab secara lebih optimal melalui program pembangunan yang berkelanjutan.

Kondisi tersebut juga diyakini akan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menjaga stabilitas pelayanan publik di berbagai sektor.

Agustina menegaskan, capaian WTP yang kembali diraih tidak boleh membuat seluruh perangkat daerah berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan tersebut harus dijadikan pemacu untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan anggaran.

“Saya ingin budaya pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab terus menjadi nafas pemerintahan di Kota Semarang. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja yang nyata dan pengelolaan anggaran yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga,” katanya.

Komitmen Hadirkan Pemerintahan Bersih

Raihan opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025 sekaligus dinilai memperkuat komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ke depan, kualitas pengelolaan keuangan daerah diharapkan tidak hanya tercermin dalam laporan keuangan yang baik, tetapi juga ditunjukkan melalui meningkatnya kualitas hidup masyarakat, membaiknya layanan publik, serta bertambahnya manfaat pembangunan yang dirasakan warga Kota Semarang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026. Temuan tersebut merupakan hasil dari peningkatan kegiatan skrining, perluasan akses layanan tes HIV, serta penguatan penemuan kasus secara aktif (_active case finding_) di fasilitas pelayanan kesehatan dan kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko. Tingginya temuan kasus HIV di Kota Semarang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau layanan pemeriksaan dan deteksi dini, bukan semata-mata mencerminkan peningkatan penularan HIV di masyarakat. Upaya deteksi dini yang semakin luas memungkinkan kasus HIV ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan dapat ditekan. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Semarang, kelompok risiko dengan proporsi temuan tertinggi berasal dari Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) sebesar 44%, diikuti pasien Tuberkulosis (TBC) 12%, pasangan risiko tinggi 11%, populasi umum 11%, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) 9%, pelanggan pekerja seks 5%, dan wanita pekerja seks 2%. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Hakam, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara peningkatan temuan kasus dengan peningkatan penularan kasus. “Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu berarti penularan HIV meningkat. Justru hal ini menunjukkan bahwa layanan skrining semakin menjangkau kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi. Semakin banyak masyarakat yang melakukan tes HIV, maka semakin besar peluang kasus ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan dapat dicegah,” jelas Hakam. Ia menambahkan bahwa deteksi dini merupakan salah satu kunci utama pengendalian HIV. Dengan mengetahui status HIV sedini mungkin, seseorang dapat segera memperoleh terapi antiretroviral (ARV) sehingga tidak berkembang menjadi AIDS, tetap produktif menjalani kehidupan sehari-hari, serta memiliki kualitas hidup yang baik. “Saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Semakin cepat diketahui, semakin baik hasil pengobatannya dan semakin kecil risiko penularannya kepada orang lain,” tambahnya. Sebagai bentuk komitmen menin akses layanan, Dinas Kesehatan Kota Semarang memiliki program LIDYA DIMARI (Layanan Tes HIV dan Layanan ARV di malam hari). Layanan ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses layanan kesehatan pada jam kerja. Dinas Kesehatan Kota Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada Orang Dengan HIV (ODHIV). HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi peralatan makan, bekerja bersama, maupun aktivitas sosial lainnya. ODHIV dapat tetap hidup sehat, produktif, dan beraktivitas normal selama menjalani pengobatan ARV secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Berbagai upaya pencegahan dan pengendalian HIV terus dilakukan melalui peningkatan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, perluasan layanan konseling dan tes HIV, penyediaan pengobatan ARV bagi seluruh ODHIV, pencegahan penularan dari ibu ke anak, pendampingan kepatuhan pengobatan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor bersama fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dan komunitas peduli HIV/AIDS. Masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko atau ingin mengetahui status kesehatannya diimbau untuk memanfaatkan layanan tes HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan terdekat. Seluruh layanan tes HIV dan pengobatan ARV di Kota Semarang dilaksanakan dengan prinsip kerahasiaan, keamanan, serta tanpa diskriminasi. #semarang #agustina #jateng #hiv #aids

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: AgustinaAPBDBPKKeuangan DaerahLKPDPemkot SemarangsemarangTransparansiWTP
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya