• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Waspada ‘Udan Kethek’ di Jateng! Ancaman Silau, Aspal Licin hingga Crosswind Intai Pemotor

setiawan by setiawan
22 Mei 2026
in Travel
0
Fenomena “Udan Kethek” atau hujan lokal saat matahari masih bersinar menjadi ancaman serius bagi pemotor di Jawa Tengah.
Fenomena “Udan Kethek” atau hujan lokal saat matahari masih bersinar menjadi ancaman serius bagi pemotor di Jawa Tengah.

Fenomena “Udan Kethek” atau hujan lokal saat matahari masih bersinar menjadi ancaman serius bagi pemotor di Jawa Tengah.

0
SHARES
0
VIEWS

Folkstime.id – Bagi para pemotor di Jawa Tengah, istilah “Udan Kethek” bukan sekadar ungkapan turun-temurun. Fenomena hujan lokal yang turun saat matahari masih bersinar terik itu kini menjadi ancaman nyata, terutama di jalur padat seperti Jalur Pantura maupun ruas berkelok di Jalur Selatan Jawa. Cuaca yang berubah cepat dalam beberapa waktu terakhir membuat pengendara tak cukup hanya mengandalkan jas hujan—kesiapan mental dan teknis menjadi kunci keselamatan.

Bentang geografis Jawa Tengah menghadirkan karakter jalan yang kontras. Di wilayah utara, Jalur Pantura yang relatif terbuka dan didominasi kendaraan besar seperti truk serta bus menyimpan ancaman angin samping (crosswind) yang kencang ketika hujan turun. Sementara di lintas selatan yang berbukit dan berkelok, risiko utama justru datang dari kabut tebal yang membatasi jarak pandang dan permukaan jalan yang tak rata sehingga rawan aquaplaning.

“Udan Kethek sering kali terjadi tiba-tiba. Matahari masih terlihat, tapi hujan turun ringan. Di situlah persepsi aman muncul, padahal risiko justru meningkat,” ungkap Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan basah atau kering. Kontras cahaya ekstrem menjadi faktor utama yang kerap diabaikan pengendara.

Menurut Oke, salah satu persoalan paling berbahaya dari Udan Kethek adalah efek pembiasan cahaya. Tetesan air yang jatuh di bawah sinar matahari menciptakan efek silau yang menyilaukan mata. Permukaan aspal tampak “menghilang” karena pantulan cahaya yang tidak merata.

Air hujan yang menempel pada visor helm dapat memantulkan sinar matahari menjadi flare atau pendaran cahaya yang menutup pandangan, terutama jika kaca helm sudah tergores.

“Gunakan helm dengan double visor atau smoke visor berkualitas. Jika memakai visor bening, pastikan tidak ada baret. Cahaya matahari yang memantul pada kaca tergores saat hujan bisa sangat mengganggu visibilitas,” jelasnya.

Dalam kondisi seperti ini, reaksi sepersekian detik dapat menentukan keselamatan.

Ancaman lain muncul dari kombinasi air hujan dengan kotoran jalan. Di Jalur Pantura, tumpahan solar, oli, dan debu pekat kerap menempel di aspal. Saat hujan pertama turun—terlebih hujan ringan seperti Udan Kethek—air bercampur dengan residu tersebut dan membentuk lapisan tipis menyerupai pelumas.

Lapisan inilah yang membuat ban kehilangan daya cengkeram. Risiko tergelincir meningkat, bahkan pada kecepatan sedang.

Solusi yang disarankan adalah mengurangi kecepatan secara bertahap (gradual), bukan mendadak. Pengereman keras (hard braking) justru memperbesar potensi ban selip karena permukaan jalan belum sepenuhnya bersih dari campuran oli dan debu.

“Kurangi kecepatan perlahan, jaga jarak aman, dan hindari manuver mendadak. Jalan yang tampak biasa saja bisa berubah sangat licin dalam hitungan detik,” tambah Oke.

Berbeda dengan Pantura, jalur selatan menyimpan tantangan lain. Kontur perbukitan memicu kabut turun dengan cepat saat suhu berubah. Jarak pandang menyempit drastis, terutama ketika hujan turun bersamaan.

Permukaan jalan yang bergelombang juga memicu genangan tipis yang sulit terlihat. Dalam kecepatan tertentu, ban bisa kehilangan kontak dengan aspal akibat lapisan air—fenomena yang dikenal sebagai aquaplaning.

Kondisi ini membuat pengendara seolah “melayang” tanpa kendali. Risiko meningkat di tikungan panjang dan turunan.

Satu pelajaran penting dari Udan Kethek adalah jebakan psikologis. Ketika matahari masih bersinar, banyak pengendara enggan memperlambat laju kendaraan. Padahal, kombinasi panas, hujan ringan, dan pantulan cahaya justru menciptakan kondisi paling berbahaya.

“Kondisi jalan tidak pernah peduli seberapa mahir seseorang berkendara. Udan Kethek menipu persepsi kita. Karena matahari masih terlihat, kita merasa aman dan enggan menurunkan kecepatan,” tegas Oke.

Ia menambahkan, keselamatan di jalan bukan soal siapa yang paling cepat sampai tujuan, melainkan siapa yang paling cermat membaca tanda-tanda alam.

“Menembus cuaca ekstrem di Jawa Tengah bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang paling cerdas membaca tanda-tanda alam. Udan Kethek mungkin tak terhindarkan, namun risiko kecelakaan bisa kita turunkan dengan persiapan yang matang,” ujarnya.

Fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi menjadi alarm bagi para pemotor untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemeriksaan kondisi ban, tekanan angin yang sesuai, rem yang optimal, serta visor helm yang bersih dan tidak tergores menjadi langkah sederhana namun krusial.

Di tengah perubahan iklim yang memicu cuaca tak menentu, literasi keselamatan berkendara menjadi kebutuhan mendesak. Udan Kethek bukan lagi sekadar istilah lokal, melainkan simbol tantangan baru di jalan raya.

Bagi pemotor di Jawa Tengah, membaca langit dan memahami karakter jalan bisa menjadi pembeda antara perjalanan yang selamat dan insiden yang tak diinginkan.(tya)

setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya