Operasi Ketupat Candi 2026 Disiapkan, Wali Kota Semarang Pastikan Kota Aman dan Ramah bagi Pemudik

FOLKSTIME.ID — Pemerintah Kota Semarang bersama jajaran TNI dan Polri memperkuat koordinasi pengamanan menjelang arus mudik dan perayaan Lebaran 2026. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026” yang digelar di Lapangan Pratisarawirya, Polrestabes Semarang, Kamis (12/3).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan aparat keamanan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas dan ketertiban kota menjelang Idul Fitri.

Menurutnya, kesiapsiagaan aparat tidak hanya terlihat dari persiapan pengamanan arus mudik, tetapi juga dari berbagai operasi yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir untuk menekan potensi gangguan keamanan.

“Dalam tiga bulan terakhir, kami melihat kinerja luar biasa dari jajaran kepolisian dan TNI, khususnya dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba serta operasi pemberantasan minuman keras. Ini menjadi langkah penting untuk mensterilkan kota sebelum memasuki periode mudik,” kata Agustina.

Ia juga menyinggung peran aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas kota pada berbagai situasi sebelumnya, termasuk ketika terjadi gelombang demonstrasi yang sempat berlangsung pada tahun lalu. Menurutnya, koordinasi yang solid antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah.

“Dengan pengamanan yang solid seperti ini, kami optimistis kondisi Kota Semarang tetap kondusif hingga puncak perayaan Lebaran nanti,” ujarnya.

Selain penguatan keamanan, Pemkot Semarang juga melakukan langkah manajerial melalui pertemuan koordinasi tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM) bersama instansi terkait. Dalam pertemuan tersebut disepakati tiga fokus utama dalam menghadapi arus mudik tahun ini.

Pertama, memastikan kenyamanan pemudik pada seluruh fase perjalanan, mulai dari masa keberangkatan mudik, hari raya, hingga arus balik. Kedua, menjaga stabilitas harga bahan pokok untuk menekan potensi inflasi menjelang Lebaran. Ketiga, membangun posko bersama lintas instansi untuk mempercepat koordinasi dan distribusi informasi di lapangan.

Agustina menjelaskan bahwa posko bersama tersebut akan menjadi pusat integrasi informasi bagi berbagai instansi yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan masyarakat selama periode Lebaran.

“Kami sepakat membentuk posko bersama agar semua informasi dan langkah di lapangan dapat tersinkronisasi dengan baik. Bahkan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Semarang telah memastikan masjid-masjid di jalur mudik bersih, nyaman, dan informasinya terhubung dengan sistem Info Lebaran milik Pemkot,” jelasnya.

Salah satu inovasi yang disiapkan tahun ini adalah integrasi sistem informasi antara aplikasi milik pemerintah kota dengan aplikasi kepolisian. Sistem tersebut memungkinkan pemudik memperoleh berbagai informasi penting secara real-time selama perjalanan.

Aplikasi milik Polrestabes Semarang, yaitu Libas (Polisi Hebat Semarang), akan terhubung dengan sistem informasi Lebaran yang dikelola pemerintah kota.

Melalui integrasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai data seperti lokasi masjid terdekat, titik parkir park and ride, hingga pemantauan kamera pengawas di sejumlah lokasi strategis.

“Integrasi aplikasi ini memudahkan pemudik. Misalnya jika ada anak yang terpisah dari orang tuanya di rest area, masyarakat bisa langsung mengunduh aplikasi Libas dan memantau rekaman CCTV pada waktu kejadian. Informasi park and ride juga akan tersedia dalam satu sistem,” ungkap Agustina.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan respons cepat aparat sekaligus memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melintas atau singgah di Semarang.

Pemerintah Kota Semarang menilai sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait menjadi kunci keberhasilan pengamanan Lebaran tahun ini.

Selain menjamin keamanan, upaya tersebut juga diharapkan mampu menciptakan pengalaman positif bagi masyarakat yang datang atau melintas di ibu kota Jawa Tengah.

“Ini merupakan kerja sama yang sangat baik dalam mempersiapkan perayaan besar Idul Fitri di Kota Semarang. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang datang, tinggal, ataupun hanya melintas dapat merasakan suasana yang aman, nyaman, dan membahagiakan,” pungkas Agustina.(tya)

Artikel Menarik Lainnya