FOLKSTIME.ID – Pemerintah diminta menyiapkan langkah darurat guna mengantisipasi ledakan volume sampah pasca Lebaran.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri diperkirakan akan memicu lonjakan sampah rumah tangga secara drastis yang berpotensi membebani kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA).
“Karena itu, sudah semestinya masalah sampah ini juga dipikirkan bagaimana antisipasinya agar tidak menumpuk, karena sudah pasti volumenya akan ada lonjakan,” ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif mmenjelaskan lonjakan sampah musiman ini tidak boleh lagi dianggap sebagai rutinitas biasa.
“Terlebih, Indonesia baru saja berduka atas tragedi longsornya gunungan sampah di TPA Bantargebang di Bekasi yang memakan tujuh korban jiwa,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Tragedi Bantargebang, jelas Kakung, adalah cermin kedaruratan pengelolaan sampah yang selama ini juga masih mirip di daerah-daerah lain.
“Ketergantungan pada TPA sebagai solusi tunggal sudah tidak lagi memadai dan cenderung berbahaya,” jelasnya.
Tanpa reformasi tata kelola yang cepat, menurut Kakung, penumpukan sampah yang tidak terkendali dapat memicu risiko bencana lingkungan maupun keselamatan manusia.
“TPA tidak boleh lagi menjadi satu-satunya solusi. Kita butuh langkah nyata, mulai dari peningkatan kapasitas pengangkutan hingga optimalisasi pengolahan sampah,” terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung meminta pemerintah provinsi dan daerah meningkatkan koordinasi intensif untuk memperkuat sistem pemilahan dan pengolahan sampah modern di sumbernya.
“Hal ini bertujuan agar beban di TPA tidak mencapai titik kritis saat puncak arus sampah pasca Lebaran terjadi,” katanya.
Pemerintah, lanjut Kakung, harus bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas sektor agar lonjakan sampah pasca Lebaran ini dapat ditangani secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak lingkungan. (mus)






