FOLKSTIME.ID – Malam yang seharusnya berjalan tenang berubah menjadi momen penuh kecemasan bagi sebuah keluarga di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Minggu (22/3/2026).
Seorang pasien membutuhkan penanganan medis segera, sementara waktu terasa berjalan begitu cepat.
Dalam kondisi panik, Rudi (52) mengambil keputusan penting. Ia menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110, berharap ada bantuan untuk mempercepat perjalanan menuju rumah sakit.
Panggilan tersebut diterima oleh Bripda Adi Cahyono, operator Call Center 110 Polres Wonogiri yang tengah bertugas malam itu. Mendengar suara penuh kepanikan dari seberang telepon, ia segera memahami bahwa situasi tersebut mendesak dan membutuhkan respons cepat.
Tanpa menunda waktu, Bripda Adi langsung meneruskan informasi kepada petugas di lapangan. Koordinasi dilakukan dalam hitungan menit. Personel kepolisian bergerak cepat, mengawal kendaraan yang membawa pasien menuju rumah sakit dengan sirine yang memecah keheningan malam.
Di tengah jalanan yang relatif lengang, pengawalan tersebut menjadi kunci agar perjalanan dapat ditempuh dengan lebih cepat dan aman. Setiap detik menjadi sangat berarti dalam upaya menyelamatkan nyawa.
Akhirnya, pasien berhasil tiba di RS Dr. Oen Solo Baru dan langsung mendapatkan penanganan medis. Rasa cemas yang sebelumnya menyelimuti keluarga pun perlahan berubah menjadi kelegaan.
“Alhamdulillah… kami sangat berterima kasih. Kalau tidak ada bantuan dari kepolisian, kami tidak tahu harus bagaimana,” ujar Rudi dengan suara bergetar.
Di balik keberhasilan tersebut, peran operator Call Center 110 menjadi bagian penting yang sering tak terlihat. Bripda Adi mengungkapkan bahwa tugas sebagai operator membutuhkan kesiapsiagaan penuh, terutama saat bertugas di malam hari.
“Kadang rasa lelah itu ada, apalagi kalau piket malam. Tapi begitu ada telepon masuk, semuanya harus langsung fokus. Karena kita tahu, di balik telepon itu ada orang yang sedang butuh pertolongan,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengaku ada kepuasan tersendiri ketika dapat membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.
“Rasanya lega dan senang kalau kita bisa membantu. Apalagi kalau menyangkut keselamatan orang. Itu yang bikin kami tetap semangat,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026, Kombes Pol. Artanto, menegaskan bahwa layanan 110 merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Setiap panggilan yang masuk adalah amanah yang harus dijawab dengan cepat dan profesional. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak pernah merasa sendiri saat menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan 110 sebagai sarana komunikasi cepat dengan kepolisian.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa di balik satu panggilan telepon, terdapat harapan yang disambut dengan respons cepat. Di balik koordinasi yang sigap, ada nyawa yang berhasil diselamatkan serta dedikasi tanpa henti dari aparat kepolisian yang selalu siap hadir di saat genting.






