FOLKSTIME.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendorong percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pondok pesantren.
Hal itu disampaikan saat kunjungannya ke kawasan Tambakberas, Jombang, Kamis (9/4/2026).
Dalam agenda tersebut, Zulkifli Hasan mengunjungi sejumlah pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Terpadu Chasbullah, Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah 2, serta Pondok Pesantren As-Sa’idiyyah 2 Bahrul Ulum.
Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi antara pemerintah dan pimpinan pesantren terkait implementasi program pangan nasional, khususnya MBG bagi santri dan siswa di sekolah berbasis agama.
Cakupan MBG Masih Rendah
Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di pesantren masih perlu dipercepat dan diperluas.
Ia menyebut, berdasarkan data Kementerian Agama, saat ini baru sekitar 10 persen pesantren di Indonesia yang telah menerima manfaat program tersebut.
“Program MBG akan terus kami percepat dan perluas jangkauannya, karena saat ini baru sekitar 10 persen pesantren yang terlayani,” ujarnya.
Menurutnya, pesantren harus mendapatkan perhatian lebih dalam program pemenuhan gizi nasional.
Pasalnya, para santri juga membutuhkan asupan makanan bergizi yang berkelanjutan untuk mendukung kesehatan dan proses belajar.
Pesantren Jadi Prioritas Ketahanan Pangan
Selain membahas distribusi MBG, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan, terutama di tengah dinamika global yang terus berubah.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, termasuk dalam menciptakan kemandirian pangan di lingkungan pendidikan berbasis agama.
“Pesantren perlu menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan, sekaligus memastikan para santri mendapatkan akses gizi yang cukup,” katanya.
Target Pemerataan Program
Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap distribusi Program Makan Bergizi Gratis dapat semakin merata, khususnya di pesantren dan sekolah berbasis agama.
Percepatan ini juga menjadi bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia agar program MBG tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. (Rin)







