FOLKSTIME.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kawasan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Kamis (9/4/2026).
Kunjungan ini tidak sekadar agenda seremonial. Menko Pangan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat silaturahmi dengan kalangan pesantren sekaligus membahas strategi ketahanan pangan nasional.
Ziarah ke makam Gus Dur menjadi momen reflektif bagi pemerintah. Menurut Zulkifli Hasan, pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat.
Pesantren Jadi Pilar Kemandirian Pangan
Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH Abdul Hakim Mahfudz.
Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.
Pesantren dinilai mampu mendorong kemandirian melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan nilai gotong royong.
“Pesantren bisa menjadi motor penggerak kemandirian pangan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sektor pangan di pesantren juga sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi umat yang terus didorong pemerintah.
Program MBG Dipercepat di Lingkungan Pesantren
Selain membahas ketahanan pangan, pemerintah juga mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren.
Program ini menjadi bagian penting dalam memastikan pemenuhan gizi santri sekaligus memperkuat ekosistem pangan nasional.
“Kita masih dan akan terus mempercepat implementasi MBG di pesantren, sebagai bagian dari pemenuhan gizi santri dan penguatan ketahanan pangan,” kata Zulkifli Hasan.
Respons terhadap Tantangan Global
Menko Pangan juga menyoroti tantangan global yang dapat memengaruhi stabilitas pangan nasional, termasuk ketegangan geopolitik yang berdampak pada rantai pasok.
Ia menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kemandirian pangan agar tidak bergantung pada kondisi eksternal.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kita harus memperkuat kemandirian pangan nasional. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu sinergi dengan ulama dan masyarakat,” tegasnya.
Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Pesantren
Kunjungan ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan inklusif.
Dengan sinergi tersebut, pemerintah optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis komunitas. (Rin)







