FOLKSTIME. ID – Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah menggelar rangkaian kegiatan Forum Group Discussion (FGD), Halal Bihalal, dan Fun Football bersama pengurus, kader, serta anggota se-Jawa Tengah di Al-Muchsin Sport Arena, Pegandon, Kabupaten Kendal, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan solidaritas internal organisasi di tengah dinamika global yang turut memengaruhi kondisi nasional.
Hadir dalam acara tersebut putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang turut memberikan pandangannya terkait dampak konflik di Timur Tengah terhadap situasi politik dan ekonomi di Indonesia.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. H. Shidqon Prabowo, menegaskan pentingnya peran strategis Ansor dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, baik yang dipicu oleh faktor global maupun persoalan internal.
“Ansor harus hadir sebagai solusi dengan mengimplementasikan prinsip Khadimul Ummah, yakni melayani masyarakat di berbagai sektor, mulai dari keagamaan, pendidikan, ekonomi, hingga advokasi hukum melalui LBH Ansor untuk masyarakat kecil yang tertindas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Khalid Abdillah, menyebut kegiatan ini dirancang untuk mempererat kebersamaan antar pengurus dan kader.
“Fun football ini menjadi ajang kebersamaan yang sangat cair. Setelah itu dilanjutkan dengan sarasehan dan Halal Bihalal dalam momentum Syawal. Harapannya, kita semakin guyub, solid, dan bersinergi,” kata Khalid.
Ia juga menyoroti lokasi kegiatan yang berada di kawasan Yayasan Al-Muchsin, sebuah lingkungan pesantren mandiri seluas sekitar 2,5 hektare yang mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga agribisnis.
Di kawasan tersebut terdapat asrama pesantren, koperasi, kafe, fasilitas olahraga, hingga unit usaha seperti kebun kelengkeng, greenhouse untuk sayuran dan melon premium, peternakan ayam dan kambing, serta sistem bioflok untuk budidaya lele.
“Ini contoh kemandirian pesantren. Tidak hanya mencetak generasi penerus ulama, tetapi juga membekali santri dengan kemampuan ekonomi agar mandiri setelah lulus,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Tim Media PW GP Ansor Jawa Tengah, M. Nur Huda, menyoroti tantangan besar dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi era digital.
“SDM kita masih belum mampu mengejar standar digital yang seharusnya bisa kita capai. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PW GP Ansor Jawa Tengah menjadikan pembangunan Laboratorium Santri Digital sebagai salah satu program prioritas, yang akan difungsikan sebagai pusat pelatihan teknologi informasi di Jawa Tengah.
Melalui rangkaian kegiatan ini, GP Ansor Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi dalam merespons tantangan zaman.







