Mahasiswa KIP-K UNNES Didorong Jadi Generasi Berdampak, 1.267 Peserta Ikuti Pembinaan Karakter dan Prestasi

FOLKSTIME.ID – Sebanyak 1.267 mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan afirmasi di Universitas Negeri Semarang dibekali penguatan karakter, motivasi belajar, dan pengembangan diri melalui program Pembinaan Mahasiswa Peraih Beasiswa KIP-K dan Afirmasi Tahun 2026 yang digelar, Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut difokuskan untuk menyiapkan mahasiswa berdampak yang mampu berprestasi sekaligus menyelesaikan studi tepat waktu.

Program pembinaan yang diselenggarakan Direktorat Akademik, Kemahasiswaan dan Konservasi UNNES itu diarahkan untuk memperkuat kesiapan akademik mahasiswa penerima beasiswa. Penguatan juga diberikan terkait pentingnya membangun karakter unggul, aktif dalam organisasi, hingga meningkatkan kontribusi sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Mahasiswa penerima KIP-K dan afirmasi disebut memiliki tanggung jawab menjaga amanah beasiswa melalui kesungguhan belajar, kedisiplinan, dan pencapaian prestasi akademik maupun nonakademik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga didorong agar mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap tantangan serta memiliki daya saing global.

Wakil Rektor I UNNES, Zaenuri, menegaskan bahwa mahasiswa penerima KIP-K harus mampu menunjukkan prestasi sekaligus menjaga komitmen menyelesaikan studi tepat waktu.

“Mahasiswa KIP-K harus memiliki langkah cerdas, yaitu berprestasi akademik, aktif berorganisasi, dan siap lulus tepat waktu. Beasiswa yang diterima bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kesungguhan belajar, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang,” tegasnya.

Pengembangan Karakter Mahasiswa KIP-K

Menurut Zaenuri, mahasiswa penerima beasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik. Kapasitas diri juga dinilai perlu dikembangkan melalui pengalaman organisasi, kepemimpinan, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial.

“Mahasiswa harus berani bertumbuh dan siap menghadapi tantangan. Jadilah pribadi yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga mampu memberi dampak dan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam mencetak mahasiswa berdampak yang memiliki kemampuan akademik, karakter kuat, dan kepedulian sosial. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu menjaga performa akademik hingga akhir masa studi.

“Mahasiswa penerima beasiswa harus mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan masa depan,” tambahnya.

Sharing Session dan Inspirasi Program Internasional

Selain mendapatkan pembinaan dari pimpinan universitas, peserta juga mengikuti sesi berbagi pengalaman bersama para Wakil Dekan I dari seluruh fakultas di lingkungan UNNES. Dalam sesi tersebut, berbagai strategi pengembangan diri, pencapaian prestasi, dan manajemen studi turut dibagikan kepada mahasiswa.

Kegiatan itu juga menghadirkan Sepi sebagai narasumber inspiratif. Ia membagikan pengalaman akademik hingga berhasil memperoleh beasiswa Pemerintah Prancis dan mengikuti program internasional di La Rochelle University.

“Kesempatan untuk berkembang selalu terbuka ketika mahasiswa mau disiplin, aktif mencari pengalaman, dan menjaga semangat belajar. Tantangan selama kuliah justru menjadi proses untuk meningkatkan kapasitas diri,” kata Sepi dalam sesi diskusi tersebut.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung, terutama saat pembahasan mengenai strategi meraih prestasi, pengembangan kapasitas diri, hingga menjaga motivasi agar dapat menyelesaikan studi secara tepat waktu.

Melalui program pembinaan itu, UNNES berharap mahasiswa penerima KIP-K dan afirmasi dapat tumbuh menjadi lulusan unggul yang tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.(tya)

@folkstime.id

FINAL LCC EMPAT PILAR MPR RI KALBAR DISOROT, KOMISI X DPR USUL PERTANDINGAN DIULANG FOLKSTIME.ID- Kontroversi mewarnai babak final Lomba Cerdas Cermat atau LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keputusan dewan juri yang dianggap tidak objektif memicu protes luas dari publik hingga mendapat perhatian langsung dari Komisi X DPR RI. Polemik bermula saat sesi rebutan berlangsung. Tim dari SMAN 1 Pontianak mendapat pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK. Meski dinilai telah menyampaikan substansi jawaban yang benar, jawaban tersebut justru dianggap salah oleh dewan juri dengan alasan artikulasi penyebutan. Situasi ini memicu sorotan karena tim dari sekolah lain yang memberikan jawaban dengan substansi serupa justru dinyatakan benar dan memperoleh poin. Perbedaan penilaian tersebut langsung memancing reaksi peserta, guru pendamping, hingga warganet di media sosial. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong agar babak final diulang demi menjaga objektivitas dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap kredibilitas kompetisi yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Menurutnya, ajang pendidikan seperti LCC Empat Pilar harus menjunjung tinggi keadilan dan profesionalisme, terutama karena membawa nama institusi negara serta menjadi wadah pembelajaran demokrasi bagi pelajar. Merespons polemik yang terus meluas, Sekretariat Jenderal MPR RI juga telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan juri dan MC yang bertugas saat insiden terjadi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi sekaligus menjaga integritas pelaksanaan lomba. Kasus ini kini menjadi perhatian nasional dan memunculkan harapan agar proses penilaian dalam kompetisi pendidikan dilakukan secara lebih transparan, konsisten, dan akuntabel. #LCCEmpatPilar #mprri #komisix #hetifahsjaifudian #SMAN1Pontianak

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya