FOLKSTIME.ID – Telkomsel resmi menutup rangkaian Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 bertema “Level Up The Future with AI” di SMK Negeri 8 Surakarta, Selasa (13/5). Program literasi digital tahunan tersebut kembali digelar untuk membekali pelajar SMA dan SMK dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara kreatif, aman, dan produktif.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan itu telah dijalankan sejak 2016 dan mengusung prinsip BAIK, yakni Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif. Pada penyelenggaraan tahun ini, ribuan pelajar dikenalkan pada pemanfaatan AI melalui pelatihan, workshop, hingga diskusi interaktif bersama praktisi teknologi dan pegiat literasi digital.
GM CSR Telkomsel, Andry P Santoso mengatakan program tersebut selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, kegiatan juga disebut mendukung upaya perlindungan anak di ruang digital sesuai regulasi pemerintah.
“Inisiatif IBFEST ini sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, serta Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya untuk memastikan generasi muda terlindungi dan berkembang secara positif di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Rizki Ameliah mengapresiasi konsistensi Telkomsel dalam menghadirkan edukasi digital bagi generasi muda.
“Kami berharap pelajar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Ini menjadi langkah penting untuk mencetak inovator yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa,” katanya.
Tiga Jalur Kreativitas Berbasis AI
Dalam IBFEST Series 10, peserta dibagi ke dalam tiga jalur pembelajaran berbasis AI agar materi yang diterima lebih fokus dan sesuai minat masing-masing.
Jalur Creativa diperuntukkan bagi pelajar yang tertarik pada seni digital berbasis AI, mulai dari pembuatan musik, film pendek, poster bergerak, hingga ilustrasi digital.
Sementara jalur Syntech difokuskan pada pengembangan inovasi dan solusi digital. Peserta diajak membuat aplikasi sederhana, mini games edukatif, hingga prototipe produk berbasis teknologi.
Adapun Cyberlite menghadirkan edukasi keamanan digital dengan pendekatan kreatif, seperti kampanye bahaya deepfake, gerakan “Saring Before Sharing”, hingga pembuatan poster anti-penipuan digital.
Guru dan Orang Tua Ikut Dilibatkan
Tidak hanya menyasar pelajar, IBFEST juga melibatkan guru dan orang tua melalui AI Workshop yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing kelompok.
Bagi pelajar, materi Generative AI 101 diberikan untuk mengenalkan penggunaan AI secara etis dan kreatif. Para guru memperoleh pelatihan mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan sekaligus penguatan keamanan digital di lingkungan sekolah.
Sementara itu, orang tua mendapatkan pembekalan melalui sesi Safe & Smart Parenting di Era AI guna memahami pola pendampingan anak dalam penggunaan internet dan teknologi kecerdasan buatan.
Satu Dekade Program Literasi Digital
Memasuki tahun ke-10 pelaksanaan, program Internet BAIK disebut terus menunjukkan dampak positif di berbagai daerah. Pada penyelenggaraan Series 9, lebih dari 10 ribu pelajar dari 124 kota dan kabupaten tercatat mengikuti program tersebut.
Secara keseluruhan sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41 ribu pelajar di 1.484 sekolah, melibatkan ribuan guru, orang tua, serta komunitas di hampir 300 kota dan kabupaten di Indonesia.
Program itu juga telah melahirkan lebih dari 1.600 Internet BAIK Agents of Change dan ribuan karya konten kreatif digital dari kalangan pelajar.(tya)







