Dugderan dan Imlek Semawis 2026 Beriringan, Semarang Satukan Tradisi dan Dongkrak UMKM

SEMARANG, Flokstime.id – Kota Semarang kembali menghadirkan dua agenda budaya besar yang digelar hampir bersamaan, yakni Pasar Dugderan dan Pasar Imlek Semawis. Kedua event ikonik tersebut diproyeksikan menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM, menjelang Ramadan dan perayaan Imlek 2026.

Pasar Dugderan, yang merupakan tradisi tahunan menyambut bulan suci Ramadan, dijadwalkan berlangsung pada 7–16 Februari 2026. Lokasinya terpusat di Alun-alun Masjid Agung Kauman hingga Jalan Ki Narto Sabdo, dengan konsep pasar malam rakyat yang menyajikan beragam kuliner, wahana hiburan, serta atraksi budaya khas Semarang.

Sementara itu, Pasar Imlek Semawis akan digelar lebih singkat, yakni pada 13–15 Februari 2026, berlokasi di kawasan Pecinan Semarang. Event ini rutin menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek dan dikenal dengan sajian kuliner khas Tionghoa serta pertunjukan seni budaya.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, menilai berdekatan dan beririsan waktunya dua event besar tersebut justru menjadi peluang untuk memperkuat daya tarik wisata kota.

“Mudah-mudahan bisa saling bersinergi. Budaya Tionghoa dan budaya Islam Jawa bisa sama-sama meramaikan Kota Semarang. Orang jadi tertarik datang ke Pasar Imlek Semawis maupun Pasar Dugderan, dan suasananya justru semakin seru,” ujar Harjanto saat ditemui di Kelenteng Tay Kak Sie, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, Pasar Imlek Semawis tahun ini akan menghadirkan ratusan stan kuliner, termasuk produk-produk UMKM baru. Selain itu, sejumlah atraksi budaya seperti wayang potehi dan barongsai turut disiapkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

“Kondisi ekonomi di 2025 memang terasa menurun, tapi di 2026 ini banyak UMKM dan produk baru yang bermunculan. Yang paling penting, semangat keberagaman tetap kita junjung,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menegaskan bahwa aspek keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama mengingat potensi lonjakan pengunjung di dua lokasi yang jaraknya relatif berdekatan.

“Pesan dari Ibu Wali Kota kepada seluruh panitia adalah menjaga keamanan dan ketertiban. Karena event-nya berlangsung bersamaan, pengaturannya harus matang supaya pengunjung tetap nyaman,” kata Indriyasar.

Ia berharap penyelenggaraan Pasar Dugderan dan Pasar Imlek Semawis dapat menjadi momentum positif bagi kebangkitan sektor pariwisata Semarang, sekaligus mendongkrak pendapatan para pedagang.

“Semoga UMKM yang berjualan di kedua event ini bisa laku semua, baik yang di Pasar Dugderan maupun di Pasar Imlek Semawis,” ujarnya.Lebih lanjut, Indriyasari menekankan bahwa kedua agenda tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana pelestarian tradisi dan simbol kuat toleransi antarumat beragama di Kota Semarang.

“Selain unsur keagamaan, event ini menunjukkan bagaimana Semarang menghargai keberagaman. Tahun lalu target kunjungan wisata tercapai 8,9 juta orang, dan kami berharap ke depan pariwisata Semarang bisa tumbuh lebih berkualitas,” tandasnya. (WAN)

Artikel Menarik Lainnya