• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Satu Tahun Agustina–Iswar di Kota Atlas: Ujian Banjir, Perburuan PAD, dan Taruhan Reformasi Tata Ruang

Muso by Muso
22 Mei 2026
in News
0
Satu Tahun Agustina–Iswar di Kota Atlas: Ujian Banjir, Perburuan PAD, dan Taruhan Reformasi Tata Ruang
0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menjadi periode konsolidasi yang sarat ujian bagi Semarang.

Di tengah keterbatasan fiskal, pasangan ini mengklaim tetap mendorong pembangunan manusia dan infrastruktur, dengan menumpukan harapan pada penguatan ekonomi kerakyatan serta pembenahan tata kelola kota yang selama ini menyisakan persoalan klasik: banjir.

Pemaparan itu disampaikan Agustina dalam konferensi pers “Satu Tahun Kepemimpinan Agustina–Iswar” di Kecamatan Semarang Timur, Jumat, 20 Februari 2026.

Di forum tersebut, ia membuka capaian sekaligus kegelisahan, mulai dari optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), kebocoran retribusi, hingga langkah tegas menata ulang jalur air dan perizinan bangunan.

Ekonomi Kerakyatan sebagai Penopang Fiskal

Dalam satu tahun terakhir, denyut ekonomi riil masyarakat disebut menjadi bantalan utama fiskal kota. Realisasi pajak hiburan menembus 106,38 persen dari target, sementara pajak restoran mencapai 104,31 persen.

Angka itu menandakan geliat konsumsi dan aktivitas usaha yang relatif stabil.

“Pendapatan terbesar kita hari ini dari pajak restoran sudah masuk lumayan besar,” ujar Agustina.

Namun, ia tak menutup mata terhadap potensi kebocoran. PKL yang belum tertata, retribusi kebersihan yang belum optimal, serta sistem pemantauan pajak hotel dan restoran yang masih manual dinilai menyisakan ruang perbaikan.

Pemerintah kota menyiapkan pemasangan sistem geotagging untuk memantau transaksi pajak secara lebih akurat dan real time.

Langkah itu bukan semata mengejar angka, melainkan sebagai fondasi pembiayaan program prioritas terutama pengendalian banjir di wilayah timur kota yang selama bertahun-tahun menjadi titik rawan.

Membaca Ulang Akar Banjir Kota Pesisir

Sebagai kota pesisir dengan sejarah geologis yang dahulu berupa lautan dangkal, Semarang memiliki kerentanan alami terhadap banjir dan rob.

Kawasan Genuk, Kaligawe, Pengapon, hingga Teluk Lamong kerap menjadi langganan genangan panjang saat musim hujan.

Agustina mengakui, di awal masa jabatannya ia belum sepenuhnya memahami kompleksitas persoalan infrastruktur air.

“Saya memang sempat gagal memahami titik kendali banjir,” tuturnya jujur.

Setelah mempelajari rangkaian peristiwa, ia menyimpulkan bahwa salah satu titik krusial berada di muara.

Proyek pengendalian banjir yang disiapkan pemerintah pusat, termasuk pembangunan tanggul laut atau giant seawall, sempat terganggu percepatan konstruksi berupa jembatan tanah yang justru menghambat aliran air.

Akibatnya, limpasan kembali ke permukiman dan menyebabkan genangan hingga 10 hari di Genuk.Pembongkaran struktur tersebut menjadi titik balik.

Kini, ia mengklaim banjir yang terjadi lebih bersifat limpasan sesaat dan tidak lagi mengendap berhari-hari.

“Banjir itu pasti ada, karena air mengalir dari atas ke bawah. Tantangannya bagaimana kita mengendalikan,” katanya.

Road Map Infrastruktur dan Kolam Retensi Mikro

Strategi berikutnya adalah menyusun road map infrastruktur jalan dan saluran sungai lintas kewenangan baik milik pemerintah pusat, provinsi, maupun kota.

Pemerintah kota juga menginventarisasi aset tanah di sepanjang jalur air untuk dijadikan kolam-kolam kecil yang saling terhubung hingga ke muara.

Konsepnya sederhana namun sistemik, memecah debit air dalam satu jalur agar tak menumpuk di satu titik.

Kolam retensi mikro itu diharapkan menjadi simpul penahan sementara sebelum air dialirkan ke laut.

“Duitnya tidak banyak, fiskal kita cukup. Asal potensi pendapatan ini kita kelola,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, wilayah timur yang selama ini menjadi simbol kerentanan diharapkan perlahan bertransformasi menjadi kawasan yang lebih adaptif terhadap curah hujan ekstrem.

Integrasi Perizinan dan Disiplin Tata RuangSelain infrastruktur fisik, Agustina menyoroti tata ruang sebagai akar persoalan baru.

Banyak perumahan dibangun tanpa memperhatikan jalur air, mempersempit drainase alami dan menciptakan titik genangan baru.

Mulai 2026, sistem perizinan akan diintegrasikan antara Bapenda, DPMPTSP, Dinas Pekerjaan Umum, dan instansi teknis lain.

Setiap permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), KRK, hingga izin lingkungan akan diverifikasi ketat sesuai gambar tata kota.

Jika tidak sesuai, izin tidak akan diterbitkan.

“Sebagian besar banjir di permukiman akibat jalur air yang tak sesuai tata ruang,” ujarnya.

Kebijakan tegas juga menyasar kawasan Jalan Gajah yang selama ini berdiri lapak permanen di atas jalur banjir.

Pemerintah kota meminta maaf kepada masyarakat terdampak, namun menegaskan pelebaran dan pengerukan harus dilakukan demi kepentingan jangka panjang.

Pilihan itu berat, tetapi dianggap perlu agar kota tak terus terjebak siklus genangan.

Antara Populisme Anggaran dan Realitas Fiskal

Di sisi lain, dinamika politik anggaran mengemuka. Wacana penggelontoran Rp280 miliar untuk kegiatan sosial seperti halal bihalal dan perayaan 17 Agustus memicu perdebatan.

Agustina menyatakan keputusan akan bergantung pada kemampuan fiskal dan kajian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia juga mendorong pemberdayaan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan kecil secara mandiri misalnya perbaikan CCTV lingkungan atau sarana umum melalui skema dana Rp25 juta per titik.

Dengan begitu, APBD dapat difokuskan pada proyek-proyek besar yang berdampak luas.

Pendekatan ini memperlihatkan dilema klasik kepala daerah: menyeimbangkan kebutuhan seremonial dan aspirasi sosial dengan urgensi infrastruktur serta stabilitas keuangan daerah.

Refleksi Satu Tahun: Konsolidasi dan Taruhan KeberlanjutanSatu tahun Agustina – Iswar belum cukup untuk mengubah wajah kota secara drastis.

Namun periode ini menjadi fase konsolidasi mengurai benang kusut banjir, menutup kebocoran PAD, dan menata ulang disiplin tata ruang.

Keberhasilan ke depan sangat bergantung pada konsistensi implementasi: apakah sistem geotagging mampu meningkatkan kepatuhan pajak, apakah kolam retensi mikro efektif menahan debit air, dan apakah penegakan izin bangunan benar-benar bebas kompromi.

Di tengah tekanan perubahan iklim, pertumbuhan properti, dan keterbatasan anggaran, kepemimpinan Agustina – Iswar diuji bukan hanya oleh derasnya air hujan, tetapi juga oleh keberanian mengambil keputusan tak populer demi masa depan kota.

Bagi Semarang, pertaruhannya jelas: keluar dari stigma kota langganan banjir menuju kota pesisir yang tangguh, atau kembali terjebak dalam siklus genangan dan kebocoran tata kelola.

Satu tahun telah berlalu, dan arah itu mulai digambar meski jalan panjang masih membentang di depan.

Muso

Muso

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya