
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak Karang Taruna Kecamatan Tugu merawat 200 bibit cemara laut yang ditanam di Pulau Tirang.
FOLKSTIME.ID – Sebanyak 200 bibit cemara laut diserahkan kepada Karang Taruna Kecamatan Tugu untuk ditanam dan dirawat dalam aksi konservasi pesisir Pulau Tirang, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Minggu (12/7). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi sekaligus mendukung pengembangan Desa Wisata Mangrove Tapak.
Kegiatan bertajuk “Dari Pulau Tirang untuk Bumi: Kolaborasi Hijau untuk Desa Wisata Mangrove Tapak” itu dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng serta diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas Karang Taruna, komunitas lingkungan, pelajar, masyarakat, pelaku UMKM, dan unsur pemerintah. Penanaman cemara laut menjadi bagian dari gerakan pelestarian ekosistem pesisir yang terus didorong di wilayah barat Kota Semarang.
Komitmen bersama untuk menjaga lingkungan pesisir turut ditegaskan melalui penandatanganan deklarasi pelestarian kawasan pantai. Penandatanganan dilakukan lebih dahulu oleh Wali Kota Semarang sebelum diikuti perwakilan Karang Taruna dan elemen masyarakat lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi pesisir Pulau Tirang.
“Setelah ini Karang Taruna tugasnya merawat, ya. Nanti setahun lagi saya datang, harus sudah tumbuh,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menyerahkan bibit cemara laut secara simbolis kepada Ketua Karang Taruna Kecamatan Tugu.
Menurut Agustina, keberhasilan penanaman pohon tidak hanya ditentukan saat bibit ditanam, tetapi juga bergantung pada proses perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, tanggung jawab pemeliharaan diminta menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat.
Bibit yang telah ditanam diharapkan mampu tumbuh menjadi sabuk hijau yang berfungsi mengurangi dampak abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta memperkuat kawasan mangrove di Pulau Tirang.
Usai rangkaian kegiatan di kawasan Tapak Tugu, rombongan menyeberang menggunakan perahu menuju Pantai Tirang. Di lokasi tersebut, aksi bersih pantai dan penanaman cemara laut kembali dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh peserta sebagai bagian dari gerakan menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Aksi konservasi pesisir Pulau Tirang tersebut juga diarahkan untuk memperkuat potensi Desa Wisata Mangrove Tapak. Pelestarian lingkungan dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata berbasis alam sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Keterlibatan komunitas lingkungan, pelajar, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat dinilai menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif menjaga kawasan pantai. Sinergi lintas elemen itu diharapkan mampu menciptakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Dukungan terhadap gerakan pelestarian pesisir juga ditegaskan Pemerintah Kota Semarang melalui kolaborasi bersama masyarakat. Komitmen tersebut diarahkan untuk menjaga kawasan pantai dari ancaman kerusakan lingkungan sekaligus memperkuat masa depan Pulau Tirang sebagai destinasi wisata mangrove yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi bagi warga.(Tya)
