
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meresmikan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang di Tlogosari Wetan dengan panen perdana kelengkeng Super Itoh.
FOLKSTIME.ID – Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang di Tlogosari Wetan diresmikan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Minggu (12/7), sebagai langkah memperkuat pengembangan wisata pertanian Kota Semarang sekaligus mendukung persiapan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan panen perdana kelengkeng varietas Super Itoh New Kristal yang dibudidayakan di kawasan tersebut.
Peresmian Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang dinilai menjadi bagian dari strategi pengembangan agrowisata Kota Semarang yang akan diperkuat dalam beberapa tahun mendatang. Kawasan tersebut diproyeksikan tidak hanya menjadi lokasi budidaya tanaman buah, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis pertanian yang dapat dikunjungi masyarakat maupun pelajar.
Pengembangan wisata pertanian Kota Semarang juga diarahkan untuk mempercantik kawasan Masjid Agung Semarang menjelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Penataan lingkungan sekitar masjid disebut terus dimatangkan agar mampu mendukung penyelenggaraan agenda berskala nasional tersebut sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan.
“Ini juga persiapan dalam rangka MTQ Nasional. Pokoknya MTQ harus sukses,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat meresmikan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang.
Menurut Agustina, keberadaan agro eduwisata tersebut diharapkan menjadi salah satu contoh pengembangan sektor pariwisata berbasis pertanian yang akan terus diperluas oleh Pemerintah Kota Semarang. Program pengembangan agrowisata disebut akan menjadi salah satu fokus pembangunan sektor pariwisata mulai 2027 dengan melibatkan organisasi perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Pengembangan kawasan juga direncanakan tidak berhenti pada budidaya kelengkeng. Sejumlah potensi lain, seperti budidaya ikan lele dan nila, diusulkan untuk dihadirkan sehingga kawasan tersebut mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih lengkap kepada anak-anak maupun masyarakat yang datang berkunjung.
“Jadi sembari belajar bagaimana kelengkeng bisa berbuah dengan luar biasa besar, kita juga belajar yang lain-lainnya,” ujar Agustina.
Melalui penambahan berbagai jenis budidaya, kawasan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang diharapkan mampu menjadi pusat edukasi pertanian yang terintegrasi dengan wisata keluarga. Selain memberikan pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman dan perikanan, kawasan tersebut juga diproyeksikan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Manfaat ekonomi dan edukasi dinilai dapat berjalan beriringan melalui pengembangan agro eduwisata tersebut. Kehadiran destinasi baru itu diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Semarang sebagai kota yang tidak hanya berkembang di sektor perkotaan, tetapi juga mampu menghadirkan wisata berbasis pertanian yang berkelanjutan dan mendukung pengembangan pariwisata daerah.(tya)
