• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

setiawan by setiawan
5 Oktober 2026
in Entertainment
0
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID — Bagi sebagian anak, menari mungkin sekadar aktivitas untuk mengisi waktu bermain. Namun, bagi Ariendra Reiga Santoso, menari seolah menjadi kegemaran yang tumbuh secara alami sejak usia dini.

Di usianya yang baru menginjak 4,5 tahun, Reiga sudah terlihat luwes ketika mengikuti gerakan tari. Menariknya, kemampuan tersebut tidak diperoleh melalui sanggar ataupun latihan khusus. Ia justru belajar dengan cara sederhana, yakni dengan menonton berbagai video di YouTube dan memperhatikan pertunjukan kesenian yang ada di sekitarnya.

Kegemaran Reiga terhadap seni tari mulai terlihat ketika ia masih kecil dan kerap diajak sang kakek menonton berbagai pertunjukan kesenian di kampung tempat keluarga ibunya tinggal. Setiap kali ada kegiatan atau acara warga, hiburan seperti jaran kepang dan lengger kerap menjadi tontonan.

Dari sana, perhatian Reiga terhadap gerakan para penari mulai tumbuh. Ia tidak sekadar menonton, tetapi juga mencoba mengingat dan mempraktikkan kembali gerakan yang dilihatnya ketika sudah berada di rumah.

“Kalau di kampung istri itu setiap ada kegiatan atau acara, rata-rata hiburannya seni tari seperti jaran kepang dan lengger. Dia sering diajak nonton sama kakungnya. Biasanya memperhatikan terus, kemudian sampai rumah dipraktikkan, joget-joget seperti itu,” tutur ayah Reiga, Santoso (29).

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

Kegemaran tersebut ternyata tidak berhenti ketika keluarganya pindah ke Semarang. Santoso sempat mengira Reiga akan melupakan ketertarikannya terhadap dunia tari karena usianya masih kecil. Namun, perkiraan itu justru meleset.

Ketika diberi kesempatan memilih mainan, Reiga tetap menunjukkan ketertarikannya terhadap berbagai benda yang berkaitan dengan kesenian. Mulai dari pecot, kerincingan hingga gamelan berukuran kecil menjadi benda yang menarik perhatiannya.

“Setelah pindah ke Semarang, saya kira sudah lupa karena masih kecil. Ternyata masih sering minta dibelikan mainan seperti pecot, kerincingan, sama gamelan kecil. Jadi masih berlanjut,” kata Santoso.

Kebiasaan Reiga menari juga kerap terlihat ketika ia ikut orang tuanya berjualan di warung. Tanpa merasa canggung, Reiga terkadang berjoget meski berada di tengah banyak orang.

Kepercayaan dirinya semakin terlihat ketika lingkungan tempat tinggalnya menggelar kegiatan warga. Dalam sebuah acara perayaan Agustusan, misalnya, Reiga dengan percaya diri menyampaikan keinginannya untuk menari.

“Waktu awal di sini kebetulan ada acara Agustusan. Dia langsung bilang kepada saya, ‘Aku mau joget.’ Saya bilang, ya sudah, sana nanti,” ujar Santoso.

Hingga kini, Reiga telah beberapa kali tampil dalam kegiatan lingkungan. Ia pernah menunjukkan kemampuan menarinya dalam acara tingkat RT dan RW, termasuk kegiatan Agustusan. Penampilannya tersebut dilakukan tanpa latihan khusus.

Justru, sebagian besar gerakan yang ditampilkan Reiga dipelajarinya secara mandiri dari video-video yang ditontonnya di YouTube.

Bagi Santoso dan istrinya, Ernie Rihanah (29), kemampuan Reiga menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi, keduanya mengaku bukan orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi untuk tampil di depan banyak orang.

“Orang tua malah pemalu semua. Jadi kami juga tidak menyangka dia bisa seperti itu,” ungkap Santoso.

Di balik kelucuan Reiga ketika menari, kedua orang tuanya menyadari bahwa bakat anaknya masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Santoso tidak ingin terlalu membebani Reiga dengan target tertentu. Baginya, yang terpenting adalah membiarkan sang anak menikmati apa yang disukainya.

Ia juga belum mengetahui bagaimana kegemaran tersebut akan berkembang ketika Reiga semakin besar. Apakah tetap menyukai tari atau justru menemukan ketertarikan lain, semuanya masih menjadi bagian dari perjalanan Reiga.

“Belum tahu ke depannya bagaimana. Tidak tahu nanti semakin dewasa akan bosan atau tidak. Yang penting kalau sekarang masih percaya diri dan masih suka, ya kami lihat saja,” tuturnya.

Reiga sendiri kini tengah menempuh pendidikan di tingkat taman kanak-kanak. Di usia yang masih belia, ia sudah menunjukkan keberanian untuk tampil di hadapan orang lain sekaligus kemampuan mengikuti gerakan tari hanya dari apa yang ia lihat.

Bagi keluarga kecil Santoso dan Ernie, setiap penampilan Reiga bukan sekadar hiburan. Ada rasa bangga ketika melihat anak mereka berani tampil dan mengekspresikan dirinya melalui gerakan-gerakan tari yang dipelajarinya sendiri.

Santoso berharap kegemaran tersebut dapat terus berkembang seiring pertumbuhan Reiga. Ia tidak menuntut anaknya untuk menjadi penari ataupun mengejar prestasi tertentu. Harapannya sederhana, selama Reiga masih menyukai dunia tari, ia dapat terus mendapatkan ruang untuk belajar dan mengembangkan bakatnya.

“Semoga bakatnya bisa terus berkembang. Kalau memang dia masih suka dan masih percaya diri, kami sebagai orang tua tentu mendukung,” kata Santoso.

Dari kebiasaan sederhana menonton pertunjukan di kampung hingga belajar gerakan melalui YouTube, Reiga menunjukkan bahwa bakat terkadang tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan keseharian seorang anak. Tanpa latihan formal, tanpa paksaan, dan tanpa target besar, kecintaannya terhadap tari perlahan menjadi sesuatu yang membuat kedua orang tuanya bangga.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Kampung Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, diusulkan menjadi Kampung Redam atau Rekonsiliasi dan Perdamaian. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan, Kampung Redam menjadi upaya pemerintah mencegah konflik sosial sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dari tingkat kampung. Menurutnya, kampung merupakan titik paling dasar dalam membangun integrasi sosial. Kementerian HAM nantinya juga dapat menurunkan mediator HAM untuk membantu penyelesaian persoalan antarwarga. “Tujuannya adalah menghadirkan kedamaian, persatuan, keadilan, dan integritas sosial masyarakat,” kata Natalius. Penetapan Kampung Redam masih dalam tahap inventarisasi. Usulan dari pemerintah daerah akan diverifikasi dengan mempertimbangkan riwayat konflik maupun potensi friksi sosial di suatu wilayah. Bandarharjo menjadi salah satu lokasi yang dinilai memenuhi pertimbangan tersebut. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut kawasan itu pada masa lalu dikenal sebagai “Jalur Gaza” karena pertikaian yang berlangsung turun-temurun. “Di sini terkenal ada Jalur Gaza. Dulu di sini ruwet. Pertikaian di sini kan sudah turun-temurun. Nah, titik temunya kan rekonsiliasi,” ujar Agustina. Ia mengatakan, pengalaman masa lalu tersebut dapat dijadikan momentum membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan Semarang yang damai. “Kalau diizinkan kami akan buat Kampung Redam, Rekonsiliasi dan Perdamaian, di sini,” katanya. #viral #jateng #semarang #ham #nataliuspigai

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tags: anak pandai menariAriendra Reiga Santosobakat anak usia dinibakat menari anakbelajar tari dari YouTubebocah Semaranghuman interest Semarangjaran kepangkisah inspiratif anaklenggerseni tari tradisionaltari anak
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya