Agustina Tegaskan Semarang Siap Jadi Rumah Industri Kreatif dan Perfilman Lewat Gala Premiere Jangan Buang Ibu

FOLKSTIME.ID — Gala premiere film “Jangan Buang Ibu” menjadi ruang pertemuan antara seni, kemanusiaan, dan harapan besar tentang masa depan industri kreatif Kota Semarang.

Di balik gemerlap layar lebar dan antusiasme penonton yang memenuhi bioskop XXI Paragon Semarang, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah karya film.

Malam itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng hadir bersama jajaran Forkopimda, pelaku usaha, komunitas sosial, dan insan perfilman.

Namun, kehadirannya bukan hanya untuk menyaksikan sebuah film. Di hadapan para tamu undangan, Agustina menegaskan visi besar bahwa Semarang siap menjadi rumah bagi tumbuhnya industri kreatif dan perfilman nasional.

Film “Jangan Buang Ibu” garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu mengangkat kisah perjuangan seorang ibu tunggal yang mengorbankan banyak hal demi membesarkan anak-anaknya.

Cerita yang sarat nilai kasih sayang dan pengorbanan tersebut berhasil menyentuh emosi penonton sekaligus mengingatkan bahwa kekuatan terbesar dalam kehidupan sering kali lahir dari ketulusan dan pengabdian.

Bagi Agustina, pesan yang dibawa film tersebut memiliki relevansi dengan semangat pembangunan Kota Semarang.

Menurutnya, sebuah kota tidak hanya dibangun melalui beton, jalan raya, dan gedung-gedung tinggi, tetapi juga melalui karya, gagasan, serta kreativitas yang mampu menginspirasi masyarakat.

“Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi. Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk berkarya dan berkolaborasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah pembangunan yang kini mulai diperkuat Pemerintah Kota Semarang.

Di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi, sektor ekonomi kreatif dipandang sebagai salah satu kekuatan baru yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Industri perfilman menjadi salah satu subsektor yang memiliki efek berganda cukup besar.

Kehadiran sebuah produksi film tidak hanya melibatkan aktor dan kru, tetapi juga menggerakkan sektor lain seperti UMKM, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pariwisata.

Karena itu, semakin banyak kegiatan perfilman yang berlangsung di Kota Semarang diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang luas sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat kreativitas di Jawa Tengah.

“Kami ingin semakin banyak karya kreatif lahir dari Semarang. Ketika industri kreatif tumbuh, maka lapangan kerja baru tercipta, pelaku UMKM bergerak, dan ekonomi kota ikut berkembang,” kata Agustina.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Semarang memiliki berbagai modal yang dinilai mampu mendukung perkembangan industri kreatif.

Mulai dari komunitas kreatif yang aktif, keberagaman budaya, bangunan-bangunan heritage yang ikonik, hingga ruang publik yang dapat menjadi sumber inspirasi maupun lokasi produksi film dan konten kreatif lainnya.

Gala premiere “Jangan Buang Ibu” menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, dan dunia usaha mulai terbangun.

Kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem kreatif yang sehat dan berkelanjutan.

Agustina menegaskan bahwa pembangunan kota ke depan tidak hanya berfokus pada investasi konvensional dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada sektor kreatif yang mampu melahirkan inovasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami ingin ekonomi kreatif menjadi salah satu kekuatan utama Kota Semarang. Pemerintah hadir untuk mendukung ekosistemnya agar para kreator, sineas, dan anak-anak muda memiliki ruang untuk tumbuh dan menghasilkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui berbagai festival, pemutaran film, ruang kolaborasi kreatif, dan dukungan terhadap komunitas, Pemerintah Kota Semarang berharap semakin banyak karya lahir dari kota ini.

Bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus membawa nama Semarang semakin dikenal di tingkat nasional.

Dari sebuah film tentang perjuangan seorang ibu, Semarang mengirimkan pesan yang lebih luas: bahwa kreativitas, kolaborasi, dan keberanian berkarya adalah fondasi penting menuju masa depan kota yang lebih maju dan berdaya saing. (Rin)

Artikel Menarik Lainnya