• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Agustina Tegaskan Semarang Siap Jadi Rumah Industri Kreatif dan Perfilman Lewat Gala Premiere Jangan Buang Ibu

Rina by Rina
5 Juni 2026
in News
0
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menghadiri Gala Premiere di film Jangan Buang Ibu. (Dok.Folkstime)
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menghadiri Gala Premiere di film Jangan Buang Ibu. (Dok.Folkstime)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menghadiri Gala Premiere di film Jangan Buang Ibu. (Dok.Folkstime)

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID — Gala premiere film “Jangan Buang Ibu” menjadi ruang pertemuan antara seni, kemanusiaan, dan harapan besar tentang masa depan industri kreatif Kota Semarang.

Di balik gemerlap layar lebar dan antusiasme penonton yang memenuhi bioskop XXI Paragon Semarang, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah karya film.

Malam itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng hadir bersama jajaran Forkopimda, pelaku usaha, komunitas sosial, dan insan perfilman.

Namun, kehadirannya bukan hanya untuk menyaksikan sebuah film. Di hadapan para tamu undangan, Agustina menegaskan visi besar bahwa Semarang siap menjadi rumah bagi tumbuhnya industri kreatif dan perfilman nasional.

Film “Jangan Buang Ibu” garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu mengangkat kisah perjuangan seorang ibu tunggal yang mengorbankan banyak hal demi membesarkan anak-anaknya.

Cerita yang sarat nilai kasih sayang dan pengorbanan tersebut berhasil menyentuh emosi penonton sekaligus mengingatkan bahwa kekuatan terbesar dalam kehidupan sering kali lahir dari ketulusan dan pengabdian.

Bagi Agustina, pesan yang dibawa film tersebut memiliki relevansi dengan semangat pembangunan Kota Semarang.

Menurutnya, sebuah kota tidak hanya dibangun melalui beton, jalan raya, dan gedung-gedung tinggi, tetapi juga melalui karya, gagasan, serta kreativitas yang mampu menginspirasi masyarakat.

“Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi. Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk berkarya dan berkolaborasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah pembangunan yang kini mulai diperkuat Pemerintah Kota Semarang.

Di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi, sektor ekonomi kreatif dipandang sebagai salah satu kekuatan baru yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Industri perfilman menjadi salah satu subsektor yang memiliki efek berganda cukup besar.

Kehadiran sebuah produksi film tidak hanya melibatkan aktor dan kru, tetapi juga menggerakkan sektor lain seperti UMKM, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pariwisata.

Karena itu, semakin banyak kegiatan perfilman yang berlangsung di Kota Semarang diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang luas sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat kreativitas di Jawa Tengah.

“Kami ingin semakin banyak karya kreatif lahir dari Semarang. Ketika industri kreatif tumbuh, maka lapangan kerja baru tercipta, pelaku UMKM bergerak, dan ekonomi kota ikut berkembang,” kata Agustina.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Semarang memiliki berbagai modal yang dinilai mampu mendukung perkembangan industri kreatif.

Mulai dari komunitas kreatif yang aktif, keberagaman budaya, bangunan-bangunan heritage yang ikonik, hingga ruang publik yang dapat menjadi sumber inspirasi maupun lokasi produksi film dan konten kreatif lainnya.

Gala premiere “Jangan Buang Ibu” menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, dan dunia usaha mulai terbangun.

Kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem kreatif yang sehat dan berkelanjutan.

Agustina menegaskan bahwa pembangunan kota ke depan tidak hanya berfokus pada investasi konvensional dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada sektor kreatif yang mampu melahirkan inovasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami ingin ekonomi kreatif menjadi salah satu kekuatan utama Kota Semarang. Pemerintah hadir untuk mendukung ekosistemnya agar para kreator, sineas, dan anak-anak muda memiliki ruang untuk tumbuh dan menghasilkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui berbagai festival, pemutaran film, ruang kolaborasi kreatif, dan dukungan terhadap komunitas, Pemerintah Kota Semarang berharap semakin banyak karya lahir dari kota ini.

Bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus membawa nama Semarang semakin dikenal di tingkat nasional.

Dari sebuah film tentang perjuangan seorang ibu, Semarang mengirimkan pesan yang lebih luas: bahwa kreativitas, kolaborasi, dan keberanian berkarya adalah fondasi penting menuju masa depan kota yang lebih maju dan berdaya saing. (Rin)

Rina

Rina

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya