Domba Moreno Dominasi Pasar Kurban Semarang, Pedagang Sebut Penjualan Lampaui Kambing Jelang Idul Adha 2026

FOLKSTIME.ID– Penjualan domba kurban di Kota Semarang menjelang Idul Adha 2026 disebut mengalami peningkatan dan mendominasi dibanding kambing. Domba jenis Moreno asal Banjarnegara menjadi primadona karena ukuran tubuh yang besar serta tekstur daging yang dinilai lebih empuk oleh pembeli.

Puluhan hewan kurban didatangkan pedagang ke kawasan Sendangmulyo, Kota Semarang. Dari total stok yang tersedia, sebagian besar bahkan telah dipesan masyarakat sebelum hari raya kurban tiba.

Sebanyak 44 ekor kambing dan domba disiapkan untuk penjualan tahun ini. Domba dengan bobot sekitar 30 hingga hampir 90 kilogram dipasarkan dengan harga mulai Rp2,5 juta hingga Rp5,5 juta per ekor. Harga kambing berada pada kisaran serupa, menyesuaikan ukuran dan jenis hewan.

Penjual hewan kurban di kawasan Sendangmulyo, Sukron (55), mengatakan tren pembelian domba tahun ini dinilai lebih tinggi dibanding kambing. Menurutnya, mayoritas pembeli lebih tertarik memilih domba Moreno untuk kurban.

“Lebih banyak yang cari domba. Lebih dari separuh pembeli memilih domba daripada kambing,” kata Sukron, Minggu (25/5).

Ia menyebut hampir seluruh stok hewan kurban yang dibawanya telah memiliki pemesan. Domba berukuran besar dengan bobot mendekati 90 kilogram bahkan menjadi salah satu hewan yang paling diminati pembeli.

“Hampir semuanya sudah ada yang punya. Untuk domba yang paling besar beratnya hampir 90 kilogram, harganya sampai Rp5,5 juta,” ujarnya.

Tekstur Daging Jadi Alasan Pembeli

Meningkatnya minat masyarakat terhadap domba kurban disebut tidak hanya dipengaruhi ukuran tubuh, tetapi juga kualitas tekstur daging yang dianggap lebih lembut dibanding kambing.

“Kalau domba itu dagingnya lebih lembut. Kalau kambing teksturnya lebih keras seperti ayam kampung,” tutur Sukron.

Menurutnya, kondisi penjualan hewan kurban tahun ini masih tergolong stabil meski daya beli masyarakat sempat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jumlah stok yang dibawa juga dikurangi dibanding momentum Idul Adha tahun lalu.

“Sekarang memang stoknya tidak sebanyak tahun kemarin, tapi Alhamdulillah masih banyak yang minat,” katanya.

Pada Idul Adha tahun sebelumnya, lebih dari 70 ekor hewan kurban disebut sempat dibawa ke lokasi penjualan dan hampir seluruhnya habis terjual menjelang hari penyembelihan.

Permohonan SKKHH di Semarang Meningkat

Peningkatan aktivitas penjualan hewan kurban di Semarang juga disebut tercermin dari naiknya permohonan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKHH) menjelang Idul Adha 2026.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, mengatakan peningkatan permohonan surat kesehatan hewan menunjukkan tingginya peredaran hewan kurban di wilayah tersebut.

“Permohonan SKKHH di Kota Semarang cukup naik. Itu menunjukkan banyak hewan yang memang diperuntukkan sebagai hewan kurban,” kata Shoti’ah.

Menurutnya, meningkatnya permintaan surat kesehatan hewan juga menjadi indikator mulai tumbuhnya kesadaran pedagang dan masyarakat terhadap pentingnya kelayakan hewan kurban.

“Kami terus melakukan edukasi supaya masyarakat semakin memahami pentingnya kesehatan hewan kurban dan kelengkapan surat-suratnya,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban juga terus dilakukan Dinas Pertanian Kota Semarang di sejumlah titik penjualan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak disembelih saat Idul Adha 2026.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Penanganan banjir Mangkang Kulon akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kecamatan Tugu mulai diarahkan pada langkah permanen melalui normalisasi sungai, pelebaran alur air, pembangunan hunian sementara hingga pembebasan lahan yang kini dipercepat oleh pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah penanganan banjir Semarang tersebut disebut telah memasuki tahap darurat sekaligus perencanaan jangka panjang setelah sejumlah titik terdampak mulai surut dan proses pembersihan lingkungan warga dilakukan secara bertahap oleh petugas gabungan. Kolaborasi penanganan Sungai Plumbon itu melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Pemprov Jateng serta Pemkot Semarang guna menekan risiko banjir susulan di kawasan Mangkang Kulon, Ngaliyan hingga Semarang Barat. “Kami pastikan langkah darurat sudah dilakukan. BBWS telah menutup sementara titik tanggul yang jebol agar air tidak kembali masuk ke permukiman warga,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto saat meninjau lokasi banjir di Kota Semarang, Selasa (19/5). Menurut Suharyanto, penanganan permanen Sungai Plumbon akan difokuskan pada normalisasi dan pelebaran sungai karena kapasitas aliran dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras terjadi di wilayah hulu. “Setelah penanganan darurat selesai, akan dilakukan penanganan permanen supaya kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya. Selengkapnya… https://folkstime.id/banjir-mangkang-kulon-masuk-penanganan-permanen-sungai-plumbon-akan-diperlebar-hingga-25-meter/ #semarang #banjir #bnpb #mangkang #ngaliyan

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya