FOLKSTIME.ID – Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang mencatat realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) hingga akhir Mei 2026 telah mencapai 36,09 persen dari target tahunan sebesar Rp 995 miliar. Capaian tersebut berasal dari sektor pajak makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, parkir, hingga kesenian dan hiburan yang terus digenjot untuk mendukung pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang.
Optimalisasi penerimaan PBJT Kota Semarang itu dilakukan melalui berbagai strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak, salah satunya lewat program Ijolke atau Rejeki Jajan Dolan neng Kota Semarang. Program tersebut digelar dengan sistem undian hadiah bagi masyarakat yang mengunggah struk belanja melalui laman resmi Bapenda.
Program peningkatan PBJT tersebut diundi langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Minggu (25/5) malam di Gedung Moch Ikhsan Balai Kota Semarang. Langkah itu diyakini mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam meminta bukti transaksi dari pelaku usaha.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang, Diah Supartiningtias, mengatakan peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi fokus utama dalam mendongkrak realisasi PBJT tahun ini.
“Kita coba tingkatkan kepatuhan wajib pajak, khususnya pajak hiburan, restoran, hotel dan parkir lewat program ini. Caranya kita trigger dengan undian hadiah lewat program Ijolke,” kata Diah.
Program Ijolke Dongkrak Kepatuhan Pajak
Menurut Diah, program Ijolke rutin digelar dua kali dalam setahun dengan menyiapkan sejumlah hadiah elektronik untuk menarik partisipasi masyarakat. Hadiah utama yang disediakan berupa iPhone terbaru serta sejumlah smartphone lainnya.
“Masyarakat hanya perlu meng-upload struk belanja di website Bapenda,” ujarnya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam mengikuti program tersebut. Hingga akhir periode pengumpulan, tercatat sekitar 30 ribu struk transaksi telah diunggah warga.
“Total ada 30 ribu struk yang di-upload. Ada belasan hadiah menarik dengan hadiah utama iPhone 17,” tambahnya.
Diah menilai, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran meminta struk pembayaran mulai meningkat. Kondisi itu dinilai berdampak positif terhadap pengawasan pembayaran PBJT dari pelaku usaha di Kota Semarang.
PBJT Jadi Penyumbang PAD Terbesar Ketiga
Realisasi PBJT hingga Mei 2026 disebut telah mencapai lebih dari sepertiga target tahunan. Sektor tersebut juga masih menjadi salah satu tulang punggung penerimaan PAD Kota Semarang.
“Realisasinya sekitar 36,09 persen dari target tahun ini Rp 995 miliar. PBJT jadi pemasukan terbesar ketiga untuk PAD Kota Semarang,” beber Diah.
Selain PBJT, penerimaan terbesar PAD masih didominasi sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Untuk sektor PBB, Diah mengungkapkan realisasi sementara telah mencapai 33,98 persen dari target Rp 3,28 triliun pada tahun ini.
“Saat ini realisasi sudah tembus Rp 1 triliun. Kami berusaha target akan tercapai, apalagi banyak program diskon yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.(tya)







