HUT ke-476 Semarang: Layanan Kesehatan Gratis Digelar, Warga Berebut Kuota Deteksi Dini Penyakit

SEMARANG – Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit mulai digencarkan Pemerintah Kota Semarang dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476. Program layanan kesehatan gratis pun telah disiapkan, meski kuota yang tersedia masih dinilai terbatas.

Melalui Dinas Kesehatan, sejumlah layanan seperti pembersihan karang gigi, skrining kanker leher rahim, hingga deteksi tuberkulosis (TBC) telah mulai digelar sejak pertengahan April 2026 dan akan dilaksanakan secara bertahap hingga awal Mei mendatang.

Deteksi Dini Jadi Fokus Utama

Program tersebut disebut tidak sekadar seremonial, melainkan dijadikan langkah strategis untuk menekan angka penyakit yang kerap ditemukan dalam kondisi terlambat. Penanganan dini dinilai dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien secara signifikan.

“Fokus utama kami adalah deteksi dini. Banyak kasus ditemukan saat sudah masuk tahap lanjut, padahal jika diperiksa lebih awal bisa ditangani lebih baik,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, saat peluncuran rangkaian kegiatan di Balai Kota, Selasa (14/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 40 puskesmas dan dua rumah sakit daerah telah dilibatkan. Namun demikian, kapasitas layanan disesuaikan dengan ketersediaan tenaga medis serta peralatan yang dimiliki masing-masing fasilitas kesehatan.

Kuota Terbatas, Antusiasme Diprediksi Tinggi

Antusiasme masyarakat diperkirakan akan tinggi, tetapi dihadapkan pada keterbatasan kuota layanan. Pada layanan pembersihan karang gigi, misalnya, setiap fasilitas kesehatan hanya mampu melayani sekitar lima orang per hari.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan, sehingga masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan secara bijak sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Skrining HPV DNA Diutamakan

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah skrining kanker leher rahim menggunakan metode HPV DNA. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat dalam mendeteksi potensi kanker sejak dini, khususnya bagi perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Sebanyak 10.000 peserta ditargetkan dapat mengikuti skrining tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik apabila memperoleh hasil awal yang menunjukkan indikasi positif.

“Hasil positif belum tentu kanker. Bisa saja hanya infeksi atau peradangan yang masih bisa diobati,” kata Hakam.

Deteksi TBC Gunakan X-ray Portabel

Selain skrining kanker, deteksi TBC juga turut diperkuat melalui penggunaan alat X-ray portabel yang ditempatkan di enam puskesmas wilayah pinggiran, seperti Ngaliyan, Gunungpati, dan Mangkang.

Langkah ini diambil karena banyak kasus TBC tidak menunjukkan gejala yang jelas. Penurunan berat badan tanpa sebab yang pasti disebut sebagai salah satu tanda yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Upaya Pencegahan Diperluas

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus kanker pada perempuan di Kota Semarang masih didominasi oleh kanker payudara dan kanker leher rahim. Oleh karena itu, selain skrining, upaya pencegahan juga dilakukan melalui program vaksinasi bagi pelajar perempuan.

Melalui kombinasi deteksi dini dan vaksinasi sejak usia sekolah, diharapkan angka kasus kanker dapat ditekan secara bertahap. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin pun diharapkan semakin meningkat seiring pelaksanaan program ini.(tya)

Artikel Menarik Lainnya