FOLKSTIME.ID — Insiden tenggelamnya kapal nelayan KM Gajah Mada di perairan utara Batang, Selasa (14/4/2026), diduga dipicu gangguan keseimbangan kapal saat proses penarikan jaring. Meski kapal hilang, seluruh 15 awak berhasil selamat dari kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kapal berkapasitas 10 gross ton (GT) itu bertolak dari Pelabuhan Perikanan Batang sekitar pukul 00.30 WIB menuju lokasi penangkapan ikan. Namun sekitar pukul 05.30 WIB, saat berada di koordinat 6° 46′ 374″ LS dan 109° 45′ 167″ BT, situasi berubah darurat.
Saat proses hauling atau penarikan jaring berlangsung, kapal tiba-tiba mengalami kemiringan. Kondisi tersebut diduga akibat distribusi beban yang tidak seimbang. Dalam waktu singkat, air laut masuk ke dalam lambung kapal hingga menyebabkan kapal kehilangan stabilitas dan akhirnya terbalik.
Nahkoda Jumarno (48) bersama 14 anak buah kapal (ABK) lainnya langsung mengambil langkah penyelamatan dengan melompat ke laut. Para nelayan memanfaatkan alat seadanya berupa ban dalam mobil sebagai pelampung untuk bertahan di permukaan air.
Selama kurang lebih 1,5 jam, para korban bertahan di tengah laut sambil menunggu pertolongan. Beruntung, dua kapal nelayan yang melintas, KM Jaya Makmur dan KM Aji Jaya dari Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, melihat kondisi tersebut dan segera melakukan evakuasi.
Seluruh awak kapal berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat dan kemudian dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto untuk penanganan lebih lanjut. Kejadian ini juga telah dilaporkan kepada petugas TPI serta Pos TNI AL setempat.
KM Gajah Mada yang diketahui milik Ahmad Kozim, warga Kendal Sekucing, dilaporkan tenggelam dengan estimasi kerugian materiil mencapai sekitar Rp250 juta.
Tidak adanya korban jiwa dalam insiden ini memperkuat dugaan bahwa respons cepat awak kapal saat kondisi darurat menjadi faktor penting dalam keselamatan. Di sisi lain, peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi dalam aktivitas penangkapan ikan, khususnya pada tahap penarikan jaring yang membutuhkan stabilitas kapal secara optimal.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.







