Lomba Polsus, Satpam dan BUJP Teladan Digelar Polda Jateng, Profesionalisme Personel Pengamanan Diuji

FOLKSTIME.ID – Profesionalisme personel pengamanan dalam Lomba Polsus, Satpam dan BUJP Teladan Tingkat Polda Jawa Tengah mulai diuji dalam kegiatan yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jateng di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kemampuan, keterampilan, kedisiplinan, hingga integritas peserta dari unsur Kepolisian Khusus (Polsus), Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), dan Satuan Pengamanan (Satpam) dinilai melalui sejumlah tahapan yang telah disiapkan panitia. Ajang tersebut juga dijadikan sarana evaluasi untuk mengukur kualitas sumber daya manusia di bidang pengamanan swakarsa di Jawa Tengah.

Pembukaan lomba dilakukan oleh Wakil Direktur Binmas Polda Jateng AKBP Sugiyatmo yang mewakili Direktur Binmas Polda Jateng Kombes Pol Siti Rondhijah. Dalam amanat yang dibacakan, kegiatan tersebut disebut bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan bagian dari pembinaan dan penguatan profesionalisme personel pengamanan.

“Polsus, Satpam, dan BUJP adalah mitra strategis Polri yang berada di garis depan dalam menjaga harkamtibmas di lingkungan kerja masing-masing. Melalui lomba ini, kami ingin melahirkan figur-figur teladan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan mental, dan pemahaman hukum yang baik,” ujar Kombes Pol Siti Rondhijah dalam amanat yang dibacakan AKBP Sugiyatmo.

Berbagai Aspek Kompetensi Dinilai

Penilaian terhadap peserta dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan standar kompetensi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pengamanan.

Ketua Panitia yang juga Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Jateng AKBP Meyta Toliu menjelaskan, kategori Satpam dan Polsus dinilai dari aspek administrasi, pengetahuan, etika kerja, sikap, keterampilan baris-berbaris, penggunaan borgol dan tongkat Polri, kemampuan bela diri, hingga penguasaan standar operasional prosedur saat menghadapi kondisi darurat.

“Peserta dinilai melalui berbagai aspek secara komprehensif agar kemampuan teknis maupun sikap profesional yang dimiliki dapat terukur secara objektif,” kata AKBP Meyta Toliu.

Untuk kategori BUJP, penilaian difokuskan pada aspek manajemen operasional perusahaan, legalitas usaha, kualitas pelayanan, serta pembinaan personel pengamanan yang dilakukan masing-masing badan usaha.

Diikuti Perwakilan Berbagai Instansi

Peserta lomba berasal dari berbagai instansi dan perusahaan yang bergerak di bidang pengamanan di Jawa Tengah.

Kategori Polsus diikuti perwakilan dari Polhut Perhutani KPH Purwodadi, Polhut Perhutani KPH Pekalongan Barat, Lapas Kelas I Semarang, dan PT KAI Daop 4 Semarang. Sementara kategori Satpam diikuti personel terbaik yang telah melalui proses seleksi di lingkungan kerja masing-masing.

Selain itu, sejumlah perusahaan jasa pengamanan yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah turut ambil bagian dalam kategori BUJP untuk menunjukkan kualitas manajemen dan pembinaan sumber daya manusia yang dimiliki.

Diproyeksikan Wakili Jateng di Tingkat Nasional

Peserta yang berhasil meraih predikat terbaik akan diberikan penghargaan oleh Polda Jawa Tengah. Mereka juga diproyeksikan untuk mewakili Jawa Tengah pada ajang serupa di tingkat nasional yang diselenggarakan Mabes Polri.

Melalui kompetisi tersebut, peningkatan kualitas pelayanan, kompetensi, dan profesionalisme personel pengamanan diharapkan dapat terus didorong sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa pembinaan terhadap Satpam, Polsus, dan BUJP menjadi bagian penting dalam penguatan sistem keamanan melalui kemitraan antara Polri dengan unsur pengamanan swakarsa.

“Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengamanan agar semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat. Kami berharap kegiatan ini melahirkan figur-figur teladan yang mampu menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Kombes Pol Artanto.

Menurutnya, penyelenggaraan lomba tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan unsur pengamanan swakarsa dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif, serta lingkungan yang aman dan tertib di Jawa Tengah.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026. Temuan tersebut merupakan hasil dari peningkatan kegiatan skrining, perluasan akses layanan tes HIV, serta penguatan penemuan kasus secara aktif (_active case finding_) di fasilitas pelayanan kesehatan dan kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko. Tingginya temuan kasus HIV di Kota Semarang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau layanan pemeriksaan dan deteksi dini, bukan semata-mata mencerminkan peningkatan penularan HIV di masyarakat. Upaya deteksi dini yang semakin luas memungkinkan kasus HIV ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan dapat ditekan. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Semarang, kelompok risiko dengan proporsi temuan tertinggi berasal dari Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) sebesar 44%, diikuti pasien Tuberkulosis (TBC) 12%, pasangan risiko tinggi 11%, populasi umum 11%, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) 9%, pelanggan pekerja seks 5%, dan wanita pekerja seks 2%. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Hakam, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara peningkatan temuan kasus dengan peningkatan penularan kasus. “Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu berarti penularan HIV meningkat. Justru hal ini menunjukkan bahwa layanan skrining semakin menjangkau kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi. Semakin banyak masyarakat yang melakukan tes HIV, maka semakin besar peluang kasus ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan dapat dicegah,” jelas Hakam. Ia menambahkan bahwa deteksi dini merupakan salah satu kunci utama pengendalian HIV. Dengan mengetahui status HIV sedini mungkin, seseorang dapat segera memperoleh terapi antiretroviral (ARV) sehingga tidak berkembang menjadi AIDS, tetap produktif menjalani kehidupan sehari-hari, serta memiliki kualitas hidup yang baik. “Saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Semakin cepat diketahui, semakin baik hasil pengobatannya dan semakin kecil risiko penularannya kepada orang lain,” tambahnya. Sebagai bentuk komitmen menin akses layanan, Dinas Kesehatan Kota Semarang memiliki program LIDYA DIMARI (Layanan Tes HIV dan Layanan ARV di malam hari). Layanan ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses layanan kesehatan pada jam kerja. Dinas Kesehatan Kota Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada Orang Dengan HIV (ODHIV). HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi peralatan makan, bekerja bersama, maupun aktivitas sosial lainnya. ODHIV dapat tetap hidup sehat, produktif, dan beraktivitas normal selama menjalani pengobatan ARV secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Berbagai upaya pencegahan dan pengendalian HIV terus dilakukan melalui peningkatan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, perluasan layanan konseling dan tes HIV, penyediaan pengobatan ARV bagi seluruh ODHIV, pencegahan penularan dari ibu ke anak, pendampingan kepatuhan pengobatan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor bersama fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dan komunitas peduli HIV/AIDS. Masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko atau ingin mengetahui status kesehatannya diimbau untuk memanfaatkan layanan tes HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan terdekat. Seluruh layanan tes HIV dan pengobatan ARV di Kota Semarang dilaksanakan dengan prinsip kerahasiaan, keamanan, serta tanpa diskriminasi. #semarang #agustina #jateng #hiv #aids

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya