FOLKSTIME.ID – Pemerintah Kota Semarang mulai memberlakukan pengetatan akses bagi kendaraan bertonase besar di turunan Silayur, Jalan Prof Hamka, Ngaliyan. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan yang kembali terjadi di jalur tersebut dalam waktu berdekatan.
Langkah pengendalian dilakukan melalui pembatasan jam operasional kendaraan berat yang kini hanya diperbolehkan melintas pada malam hari. Selain itu, pemasangan portal pembatas di dua titik strategis juga tengah disiapkan guna memperkuat pengawasan di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyebutkan portal akan diberlakukan dengan sistem buka-tutup sesuai jadwal. Kendaraan besar hanya dapat melintas mulai pukul 23.00 hingga 05.00.
“Di luar jam tersebut, portal akan ditutup untuk mencegah kendaraan berat melintas di jalur turunan,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Tak hanya pembatasan jam, pemerintah juga menutup dua titik putar balik yang dinilai berisiko mengganggu sistem pengereman truk saat melintasi jalur menurun. Evaluasi ini dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan kepolisian sebagai bagian dari upaya menekan potensi kecelakaan.
Pengawasan di kawasan tersebut akan diperketat melalui pemasangan kamera CCTV serta penempatan petugas di lapangan. Langkah ini diambil menyusul masih ditemukannya pelanggaran oleh pengemudi meski operasi gabungan telah rutin dilakukan.
Selain itu, rambu larangan kendaraan bertonase tinggi akan dipasang di sejumlah akses menuju lokasi. Sosialisasi juga ditujukan kepada perusahaan logistik agar memastikan armada yang beroperasi memenuhi standar kelayakan jalan.
“Perusahaan harus memastikan kendaraan dalam kondisi laik, termasuk sistem pengereman. Jika terbukti lalai, tanggung jawab bisa dibebankan kepada perusahaan,” tegas Danang.
Dari sisi penegakan hukum, kepolisian memastikan penindakan terhadap pelanggaran akan semakin diperketat seiring penerapan sistem portal.
“Kendaraan sumbu tiga yang melanggar jam operasional akan ditindak tegas,” ujar KBO Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Sujid Riyanto.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kecelakaan terakhir di turunan Silayur masih berlangsung. Dugaan awal mengarah pada kegagalan fungsi rem, namun penyebab pasti masih menunggu hasil penyidikan kepolisian.







