• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Tradisi Larung Sesaji Tambaklorok Tetap Bertahan, Agustina Ajak Nelayan Jaga Laut Jawa

setiawan by setiawan
10 Mei 2026
in Semarang
2
Prosesi larung sesaji diikuti 400 kapal nelayan dan menjadi simbol kuat budaya pesisir Semarang serta harapan hasil tangkapan melimpah.
Prosesi larung sesaji diikuti 400 kapal nelayan dan menjadi simbol kuat budaya pesisir Semarang serta harapan hasil tangkapan melimpah.

Prosesi larung sesaji diikuti 400 kapal nelayan dan menjadi simbol kuat budaya pesisir Semarang serta harapan hasil tangkapan melimpah.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Deru mesin ratusan kapal nelayan terdengar memecah perairan Utara Kota Semarang, Minggu pagi. Di tengah semilir angin laut dan aroma asin pesisir, sebuah perahu hijau bertuliskan Izam Jaya perlahan bergerak menuju tengah laut. Di atas kapal itulah Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, berdiri di antara bangkrak berisi kepala kerbau, hasil bumi, serta berbagai sesaji yang akan dilarung dalam tradisi Sedekah Laut dan Bumi Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang.

Pemandangan itu terasa berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika pada pelaksanaan sebelumnya Agustina diantar menggunakan kapal perang milik TNI AL berukuran besar, kali ini ia justru memilih menaiki speedboat kecil agar dapat lebih dekat dengan nelayan.

Keputusan tersebut disebut sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat pesisir yang selama ini menjaga tradisi leluhur secara turun-temurun.

“Tahun lalu saya juga hadir di sini dan oleh Pak Danlanal waktu itu disiapkan kapal perang yang besar banget. Waktu itu saya minta, ‘Pak, bisa enggak kalau pas acara sedekah laut kita disiapkan kapal yang lebih kecil supaya bisa dekat dengan laut,’” kata Agustina di hadapan warga dan nelayan.

Sebanyak 400 Kapal Diberangkatkan ke Tengah Laut

Tradisi Sedekah Laut Tambaklorok tahun ini diikuti sekitar 400 kapal nelayan yang mulai diberangkatkan pukul 09.00 WIB menuju titik larung sejauh kurang lebih dua mil dari daratan.

Sebelum dilarung, sesaji lebih dahulu diarak dari masjid menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok. Kepala kerbau, hasil bumi, hingga aneka makanan tradisional dibawa bersama sebagai simbol rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki laut yang selama ini diberikan.

Tradisi tersebut disebut telah diwariskan oleh leluhur masyarakat pesisir Tambaklorok dan masih dipertahankan hingga sekarang meski zaman terus berubah.

Ketua Panitia Sedekah Laut dan Bumi Kampung Tambaklorok, Achmad Sujud, mengatakan tradisi itu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.

“Ini tradisi tahunan dari tinggalan leluhur kita. Kita cuma meneruskan sebagai anak muda. Bisa juga dikatakan sebagai rasa syukur kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa lantaran dari laut,” ujarnya.

Momentum Empati, Immoderma dan Semarang Donasi Rayakan Hardiknas Bersama Anak-Anak Semarang Barat

Tema “Biru Lautku” Diangkat untuk Kampanye Kebersihan Laut

Dalam pelaksanaan Sedekah Laut dan Bumi tahun ini, tema “Biru Lautku, Subur Bumiku, Makmur Rakyatku” diusung sebagai pesan moral bagi masyarakat pesisir.

Tema tersebut disebut mengandung ajakan untuk menjaga laut tetap bersih dari sampah sekaligus menjaga kesuburan bumi agar kesejahteraan nelayan tetap terjaga.

“Tema Biru Lautku itu menyimpulkan supaya kita bisa merawat atau membersihkan sampah supaya laut itu menjadi bersih. Terus Subur Bumiku itu supaya kita menjadi makmur,” kata Achmad Sujud.

Pesan mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut juga disampaikan langsung oleh Agustina dalam sambutannya di hadapan masyarakat nelayan Tambaklorok.

Menurutnya, laut bukan hanya tempat mencari nafkah, melainkan rumah besar yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi mendatang.

“Larung sesaji mengingatkan bagi kita semua bahwa kita punya tanggung jawab menjaga ekosistem laut agar tetap sehat. Jangan sampai anak cucu kita hanya mendengar cerita tentang kekayaan laut Tambak Lorok tanpa bisa menikmati sendiri,” ucapnya.

Tradisi Leluhur Dianggap Tetap Hidup di Tengah Modernisasi

Pelaksanaan Sedekah Laut Tambaklorok disebut menjadi bukti bahwa budaya pesisir masih bertahan di tengah modernisasi kawasan perkotaan.

Agustina mengaku bangga karena masyarakat nelayan Tambaklorok tetap menjaga tradisi leluhur meski perkembangan zaman terus berubah.

“Saya sangat khususnya pada masyarakat nelayan Tambak Lorok. Karena di tengah zaman modern ini panjenengan semua masih teguh menjaga tradisi leluhur yaitu sedekah laut dan bumi, larung sesaji,” katanya disambut tepuk tangan warga.

Tradisi itu, lanjut dia, merupakan gambaran hubungan manusia dengan alam yang selama ini menjadi identitas masyarakat pesisir Jawa.

“Tradisi ini bukti bahwa masyarakat tidak pernah lupa pada asal-usulnya. Larung sesaji ini menjadi cerita tentang budaya, tentang karya, karsa, dan rasa,” tuturnya.

Laut Disebut Sebagai Rumah dan Investasi Kehidupan

Dalam sambutannya, berbagai pesan filosofis mengenai kehidupan nelayan turut disampaikan oleh Wali Kota Semarang.

Laut disebut sebagai rumah bagi masyarakat pesisir. Ombak dianggap sebagai sahabat, sementara ikan dipandang sebagai sumber kehidupan masyarakat Indonesia.

“Laut adalah rumah kita. Ombak adalah teman. Dan ikan adalah kehidupan itu sendiri. Bukan hanya untuk keluarga panjenengan, tetapi untuk seluruh warga Indonesia,” ujar Agustina.

Ia juga mengingatkan bahwa hubungan manusia dan laut harus dijaga dengan penuh rasa hormat agar keseimbangan alam tetap berlangsung.

“Laut bukanlah pemisah melainkan cermin bagi jiwa kita semua,” katanya.

Nelayan Diingatkan Membaca Tanda Alam dan Mengutamakan Keselamatan

Di tengah perubahan cuaca yang belakangan sulit diprediksi, para nelayan Tambaklorok juga diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.

Fenomena cuaca panas pada siang hari yang kemudian disusul hujan deras pada sore hingga malam disebut membuat kondisi laut semakin sulit ditebak.

“Termasuk pintar-pintar moco sasmito atau membaca tanda-tanda alam. Apakah akhir-akhir ini cuaca sedang tidak menentu? Siang terasa sangat terik, kemudian sore malam sering turun hujan,” kata Agustina.

Ia meminta agar euforia perayaan tradisi tidak membuat masyarakat lalai terhadap faktor keselamatan di laut.

“Asas kehati-hatian menjadi nomor satu dan jangan sampai euforia membuat kita lalai. Kita ingin tradisi ini membawa berkah jadi pelaksanaannya harus tertib dan aman,” tegasnya.

Musim Cumi Disebut Sedang Melimpah

Di balik kemeriahan Sedekah Laut Tambaklorok, kondisi hasil tangkapan nelayan disebut sedang cukup baik. Musim cumi dan sejumlah hasil laut lainnya tengah memasuki masa panen.

“Alhamdulillah untuk hasil tangkapan saat ini nelayan bagus. Kita lagi panen musim cumi,” kata Achmad Sujud.

Meski demikian, persoalan distribusi solar untuk nelayan masih dikeluhkan. Sistem distribusi BBM yang hanya bergantung pada satu SPBU disebut membuat nelayan kesulitan ketika stok habis.

“Terkait solar mungkin dengan peraturan pemerintah yang sistem barkop itu dan kita menunjuk satu SPBU. Ketika SPBU itu sudah menyatakan kosong, dari nelayan juga ikut mengeluh,” ujarnya.

Karena itu, harapan agar tersedia SPBU khusus nelayan Tambaklorok kembali disampaikan agar aktivitas melaut tidak terganggu.

Sedekah Laut Tambaklorok Jadi Simbol Syukur dan Harapan

Tradisi larung sesaji di Tambaklorok bukan hanya dipandang sebagai seremoni budaya tahunan. Lebih dari itu, tradisi tersebut telah menjadi simbol hubungan spiritual masyarakat pesisir dengan alam laut yang selama ini menghidupi mereka.

Doa-doa keselamatan, harapan tangkapan melimpah, hingga permohonan agar seluruh nelayan dapat kembali ke rumah dengan selamat terus dipanjatkan sepanjang prosesi berlangsung.

“Yang penting nelayan melaut membawa hasil, amin. Dan kembali selamat menemui keluarganya,” ujar Agustina menutup sambutannya.

Dengan ratusan kapal yang berlayar bersama menuju tengah laut, Sedekah Laut Tambaklorok kembali menegaskan bahwa tradisi pesisir Jawa masih hidup, dijaga, dan diwariskan sebagai identitas budaya masyarakat nelayan Kota Semarang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Kericuhan hebat terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026) malam, usai laga play-off promosi Liga 2 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC. Kekalahan 0-1 yang dialami tim tuan rumah memicu kemarahan ribuan suporter hingga berujung aksi perusakan di dalam dan luar stadion. Hasil tersebut memastikan Persipura gagal kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional atau Super League musim depan. Kekecewaan suporter memuncak setelah pertandingan berakhir, ditambah ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, yang dinilai merugikan tim tuan rumah. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah suporter turun ke lapangan dan melakukan aksi anarkistis. Massa merusak berbagai fasilitas stadion, mulai dari bangku cadangan pemain, pagar stadion, hingga layar monitor VAR. Botol dan flare juga dilempar ke arah pemain serta perangkat pertandingan. Kericuhan kemudian meluas hingga ke area luar stadion. Berdasarkan data Polda Papua, sedikitnya 25 mobil mengalami kerusakan atau dibakar massa. Selain itu, sembilan unit sepeda motor turut dibakar dalam insiden tersebut. Tak hanya itu, polisi juga melaporkan sebanyak 27 sepeda motor milik anggota Polri hilang, yang diduga dicuri atau ikut dibakar saat situasi tidak terkendali. Seorang anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka saat berupaya mengamankan kerusuhan. Untuk membubarkan massa, aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata di area stadion. Hingga Sabtu (9/5/2026), Polres Jayapura telah mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, PSSI menyayangkan terjadinya kericuhan pascapertandingan. Insiden ini juga berpotensi membuat Persipura Jayapura mendapat sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI akibat kerusakan fasilitas dan aksi anarkistis suporter. #pssi #persipura #adhyaksa #sepakbola #suporterindonesia

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: AgustinaNelayanSedekah LautsemarangTambaklorok
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya