FOLKSTIME.ID – Dashboard SDGs Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi diluncurkan dalam rangkaian Dies Natalis ke-61 yang mengusung tema “UNNES Bergerak Berdampak”, sebagai upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat nasional maupun global.
Peluncuran Dashboard SDGs UNNES tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan tata kelola data pembangunan berkelanjutan yang selama ini telah dijalankan melalui berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga inovasi yang dikembangkan kampus konservasi tersebut.
Melalui platform yang dapat diakses melalui stdu.unnes.ac.id, berbagai capaian SDGs UNNES dapat dipantau secara terbuka. Data mengenai pendidikan berkualitas, kesetaraan akses, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga inovasi berkelanjutan ditampilkan secara terukur dan transparan guna mendukung target pembangunan global.
Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., mengatakan peluncuran Dashboard SDGs dilakukan sebagai bentuk komitmen UNNES dalam meningkatkan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan dunia.
“Dari riset, pengabdian hingga inovasi tercatat dengan akurat dan transparan. Dari pendidikan berkualitas hingga kesetaraan akses, setiap strategi bergerak selaras dengan target global. Akses melalui stdu.unnes.ac.id. UNNES bergerak berdampak,” ujar Martono Senin (8/6/2026).
Menurutnya, berbagai konsep program terkait implementasi SDGs di Indonesia telah berhasil dikoordinasikan sehingga kontribusi Indonesia pada tingkat global dapat terus ditingkatkan.
“Atas nama UNNES, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan UNNES,” katanya.
Apresiasi untuk Seluruh Pemangku Kepentingan
Penghargaan juga disampaikan kepada berbagai pihak yang dinilai telah berperan dalam perjalanan panjang pengembangan universitas. Apresiasi diberikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, para pendiri kampus, rektor senior, akademisi, tenaga kependidikan, hingga seluruh elemen yang selama ini turut membesarkan UNNES.
“Para pendiri, rektor senior, juga para senior telah memberikan fondasi yang mapan dalam memajukan UNNES. Seluruh pihak dengan penuh dedikasi turut membesarkan UNNES,” tutur Martono.
Tema “UNNES Bergerak Berdampak” disebut tidak hanya merepresentasikan pertumbuhan institusi akademik, tetapi juga menggambarkan komitmen universitas untuk tampil sebagai pusat solusi nyata bagi masyarakat dan bangsa dengan tetap berlandaskan wawasan konservasi yang menjadi identitas kampus.
Tantangan Menuju Universitas Bereputasi Dunia
Di tengah berbagai capaian yang telah diraih, sejumlah tantangan strategis masih dihadapi dalam mewujudkan visi sebagai universitas bereputasi dunia dan pelopor kecemerlangan pendidikan berwawasan konservasi.
Menurut Martono, penguatan reputasi internasional menjadi salah satu agenda utama yang akan terus didorong. Posisi UNNES ditargetkan dapat masuk dalam kelompok 1.000 universitas terbaik dunia melalui percepatan internasionalisasi yang dilakukan secara strategis dan terukur.
“Ke depan, posisi UNNES diharapkan masuk dalam pemeringkatan global 1.000 besar dunia. Kita perlu mempercepat internasionalisasi secara lebih strategis dan terukur melalui produktivitas riset dan publikasi,” ujarnya.
Selain itu, produktivitas riset dan inovasi juga dinilai masih perlu ditingkatkan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita harus mengakui masih ada jarak antara hasil-hasil penelitian dosen dan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian yang kita lakukan harus menghasilkan solusi konkret, produk bernilai ekonomi, atau kebijakan publik yang berdampak,” katanya.
Penguatan Pendidikan dan Kemandirian Finansial
Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), UNNES juga dinilai perlu memperkuat perannya sebagai model pendidikan nasional melalui berbagai inovasi pembelajaran yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia.
“Kita akan terus menghasilkan inovasi pembelajaran yang dapat berkontribusi positif bagi pendidikan di tanah air baik pada level konseptual, kebijakan maupun implementasi,” kata Martono.
Tantangan lain yang turut menjadi perhatian adalah penguatan kapasitas serta kemandirian finansial universitas. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), otonomi yang dimiliki UNNES dinilai harus diiringi dengan kemampuan pendanaan yang semakin kuat.
“Diversifikasi pendapatan dari optimalisasi aset, kerja sama industri dan pengembangan usaha perlu terus diakselerasi,” ujarnya.
Strategi UNNES Bergerak Berdampak
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, sejumlah strategi telah dirumuskan sebagai arah pengembangan universitas pada masa mendatang. Penguatan reputasi internasional secara terukur menjadi fokus pertama yang akan dijalankan.
Selain itu, penerapan kurikulum berbasis capaian pembelajaran berkelanjutan dan berdampak juga akan terus diperkuat guna menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Martono menyatakan optimisme bahwa seluruh sivitas akademika memiliki kapasitas untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut dan membawa UNNES menjadi institusi pendidikan tinggi yang semakin unggul di masa depan.
“Di balik semua tantangan itu saya percaya kita semua memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan yang ada dan terus tumbuh menjadi lebih hebat di masa depan,” pungkasnya. (Tya)






